Monday , 27 September 2021
Home / Auto / Pabrik Toyota Karawang 2 Resmi “Lahirkan” All New Sienta
Proses produksi All New Sienta dilakukan di pabrik Toyota Karawang 2. Ist

Pabrik Toyota Karawang 2 Resmi “Lahirkan” All New Sienta

Jakarta, NextID – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Senin (27/7) resmi “melahirkan” produk terbaru the All New Sienta dari pabrik Karawang 2 yang dirayakan dalam sebuah seremoni. Toyota menanamkan investasi sebesar Rp 2,5 triliun (sekitar US$ 186 juta) untuk proyek produksi lokal Sienta ini. Di tahap awal, Toyota menargetkan volume produksi sebesar 4.000 unit per bulan.

All New Sienta telah diperkenalkan pertama kali kepada konsumen Indonesia oleh TAM pada akhir April yang lalu dalam perhelatan Indonesia Internasional Motor Show (IIMS). Model ini menjadi produk kendaraan utuh keenam yang diproduksi secara lokal oleh TMMIN di antara jajaran model lainnya seperti Kijang Innova, Fortuner, Etios Valco, Vios dan Yaris serta dua jenis mesin bertipe TR-K dan R-NR.

“Kami sangat bangga karena bisa memproduksi berbagai macam model di pabrik-pabrik kami di Indonesia dan dengan semakin banyaknya model yang diproduksi secara lokal, maka akan memberikan sumbangsih nyata terhadap perkembangan industri otomotif serta ekonomi Indonesia melalui alih teknologi produksi, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), keterlibatan pemasok lokal, dan penanaman investasi,” kata Presiden Direktur TMMIN, Masahiro Nonami.

Model Global 

Indonesia merupakan negara pertama setelah Jepang yang memproduksi Sienta. Model ini dibuat di pabrik Karawang Plant 2 milik TMMIN bersama-sama dengan model Etios Valco, Vios, Limo, dan Yaris. Pabrik Karawang Plant 2 ini dilengkapi dengan teknologi manufaktur terkini seperti Servo Line di bagian pengepresan dan Piano Welding di bagian pengelasan yang mendukung peningkatan presisi, keamanan, dan efisiensi dalam proses produksi untuk menghasilkan produk-produk berkualitas global.

Sienta akan dibekali dengan dapur pacu berupa mesin bertipe R-NR yang juga merupakan produk lokal buatan pabrik TMMIN Karawang 3. Pabrik mesin yang baru diresmikan pada kuartal pertama tahun 2016 ini adalah pabrik mesin Toyota pertama di dunia yang mengimplementasikan proses produksi mesin berada dalam satu atap dengan konsep Through Line.

Sienta juga direncanakan akan diekspor ke beberapa negara di Asia Tenggara mulai akhir tahun ini menyusul keberhasilan model-model kendaraan utuh bermerek Toyota yang telah lebih dulu eksis di pasar global seperti Kijang Innova, Fortuner, Vios, Yaris, Avanza, Rush, Agya, dan LiteAce.

Hingga Juni 2016, ekspor kendaraan utuh (Completely Build-Up/CBU) bermerek Toyota dari Indonesia mencapai 83.800 unit. Sementara itu ekspor mesin utuh, kendaraan terurai (Completely Knock Down/CKD) serta komponen kendaraan TMMIN selama periode yang sama mencapai volume 69.700 unit, 20.800 unit dan 43 juta buah secara berturut-turut. Tahun lalu, total ekspor model-model kendaraan utuh bermerek Toyota sebesar 176.700 unit menyumbang sekitar 85% dari total ekspor kendaraan utuh Indonesia.

“Kami sangat bangga mendapat kepercayaan untuk menjadi salah satu basis produksi dan ekspor kendaraan maupun mesin di kawasan Asia-Pasifik dalam rantai suplai Toyota global. Kami akan bekerja lebih giat lagi dalam menjaga kepercayaan yang telah diberikan sehingga dapat terus meningkatkan kualitas dan daya saing. Dengan demikian operasi Toyota di Indonesia dapat menyuguhkan layanan yang lebih baik lagi bagi para pelanggan seiring dengan harapan bahwa Toyota dapat berkontribusi lebih besar kepada perkembangan industri otomotif Indonesia,” tegas Nonami.

Rasio Kandungan Lokal

Untuk sebuah produk baru, kedalaman rasio kandungan lokal Sienta yang langsung mencapai 80% merupakan kebanggaan tersendiri bagi TMMIN. Pencapaian ini diraih atas pengembangan serta pendampingan yang kontinyu serta kolaborasi erat antara TMMIN dan 139 perusahaan pemasok lapis pertama. Secara keseluruhan, produk-produk TMMIN baik berupa mobil utuh maupun mesin, memiliki rasio kandungan lokal berkisar 60%-85%.

“Kami kagum dan mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh para pemasok dalam negeri. Kami bersama supplier telah melewati proses yang panjang, tidak instan dan tidak mudah dalam mencapai sebuah produk berkualitas global dengan rasio kandungan lokal yang tinggi,” timpal Wakit Presiden Direktur TMMIN, Warih Andang Tjahjono.

“Kami bertekad untuk memperkuat kerjasama ini serta mendorong supaya perusahaan pemasok lapis pertama dapat menularkan keterampilan dan pengetahuannya kepada perusahaan pemasoknya dan demikian seterusnya sehingga diharapkan terjadi efek domino demi tercapainya kedalaman industri yang berkelanjutan,” ujarnya.

About Gatot Irawan

Check Also

Jelang Seri 3 ITCR 2021, Alvin dan Avila Masih Kuasai Klasemen

Jakarta, NextID – Mulai memasuki seri ketiga ajang balap Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM), …

Leave a Reply