Thursday , 24 June 2021
Home / Auto / Kilah Kia Indonesia Soal Penurunan Penjualan
All New Kia Sportage, andalan Kia Mobil Indonesia yang bakal melandas di GIIAS 2016. Ist

Kilah Kia Indonesia Soal Penurunan Penjualan

Jakarta, NextID – Tahun sebelumnya dan tahun ini sector otomotif gunjang ganjing karena berbagai faktor ekonomi global dan nasional. Tak heran jika penjualan di sector tersebut, stagnan, bahkan menyusut. Tak terkecuali merek Kia di Indonesia, mengalami hal serupa.

Dikonfrontasi soal penurunan penjualan, Hartanto Sukmono selaku Direktur Marketing KMI, punya jawaban jitu dan membuat mafhum. Sepanjang 2015 merek mobil Korea itu hanya jualan 3.000 unit, padahal 2014 tembus lebih dari 8.000 unit. Bahkan, pada lima bulan pertama 2016 kondisi tambah “kacau” karena KMI hanya melepas 602 unit.

“Penurunan penjualan sudah dirasakan Kia sejak pertengahan 2013, atau tepatnya ketika program low cost green car (LCGC) dimulai. Bertepatan dengan itu, kondisi perekonomian Indonesia juga mengalami penurunan, sehingga daya beli masyarakat ikut menurun. Bila kondisinya seperti itu, mama kemampuan masyarakat dalam membeli mobil jadi turun sehingga konsumen mencari mobil yang harganya terjangkau, dan LCGC jadi pilihan dan pasarnya cepat tumbuh,” ujarnya, di sela acara buka puasa bersama di Jakarta, Kamis (23/6).

Hartanto Sukmono, punggawa PT Kia Mobil Indonesia, yang memegang jabatan sebagai Direktur Marketing.  Ist
Hartanto Sukmono, punggawa PT Kia Mobil Indonesia, yang memegang jabatan sebagai Direktur Marketing. Ist

Model LCGC itu, menurutnya, memiliki banderol paling murah, karena mendapatkan insentif dari pemerintah. Jenis mobilnya pun bisa dikatakan mirip dengan city car, sehingga merek yang bermain di segmen itu (citycar) menjadi terganggu penjualan.

City car dan LCGC bedanya hanya dari segi harga saja, LCGC lebih murah karena tidak ada pajak tadi. Kami otomatis langsung terkena imbas sehingga model city car kami anjlok dan LCGC naik. Tapi bukan hanya LCGC, tetapi pergeseran itu terjadi di semua segmen, karena perlambatan ekonomi itu sendiri,” cerita Hartanto.

Dijelakannya, selain itu ada faktor lain karena tahun lalu KMI juga mengalami kendala di suplai mobil. Beberapa model terhambat, karena sedikit masalah dari Korea Selatan. Namun, ke depan, diharapkan bisa terus membaik. “Tahun ini kami menargetkan tetap 3.000 unit, meski baru tercapai 600-an unit. Sampai sekarang kami belum melakukan revisi target. Bukan tidak akan, tetapi kami masih berharap semester kedua pasar bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

Menurut Hartanto, langkah lain untuk mendongkrak penjualan, pihaknya siap meluncurkan beberapa produk baru. Salah satunya All New Sportage yang bakal digelontorkan di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Agustus 2016. “Setiap produk baru yang kami luncurkan, harapannya selalu bisa diterima masyarakat. Untuk lebih lengkap soal All New Kia Sportage, kami akan informasikan komplit di ajang GIIAS 2016,” tandasnya.

 

About Gatot Irawan

Check Also

Yuk, Gowes Nyaman di Akhir Pekan

Jakarta, NextID – Saat ini bersepeda menjadi salah satu pilihan olahraga yang sangat digemari. Varian …

Leave a Reply