Monday , 29 November 2021
Home / LifeStyle / Property / House / Rusun Kebon Kacang Waktunya Direvitalisasi

Rusun Kebon Kacang Waktunya Direvitalisasi

Jakarta, NextID – Rumah susun (Rusun) Kebon Kacang sudah waktunya direvitalisi. Diharapkan, dengan proses revitalisasi tersebut, kedepannya Rusun Kebon Kacang menjadi rusun yang ramah lingkungan, serta tertata baik dan mempunyai ruang parkir yang sesuai dengan jumlah penghuninya.

Usulan untuk merevitalisasi Rusun Kebon Kacang disampaikan Pengamat Perkotaan, Yayat Supriyatna, di Jakarta, Senin (2/5).

“Kalau melihat dari sisi usianya Rusun Kebon Kacang sudah tidak layak lagi dijadikan sebagai tempat tinggal. Untuk itu, untuk itu harus dirobohkan, serta diganti dengan bangunan baru yang bermanfaat bagi masyarakan,” ujarnya.

Yayat melanjutkan, harapannya proses revitalisasi ini tidak menimbulkan masalah baru, terutama bagi masyarakat yang kini masih menghuni di rusun tersebut.

“Tidak perlu dipersoalkan karena nantinya warga penghuni rusun saat ini akan dipindahkan ke rumah penampungan (shelter), namun tentunya harus  ada verifikasi bagi penghuninya,” jelasnya.

Ke depannya, kata dia, harus ada seleksi yang ketat bagi penghuni Rusun Kebon Kacang.

“Hanya orang-orang yang memenuhi persyaratan saja yang dapat tinggal dapat dilihat di rusun ini. Persyaratan itu diantaranya adalah memiliki kartu identitas warga serta memiliki pekerjaan Jakarta,” tambahnya.

Selain itu, papar Yayat, jika nantinya direvitalisasi, diharapkan di dalam areal tersebut bisa dibangun sebuah kawasan hunian terpadu yang menggabungkan hunian bagi kalangan bawah dan menengah serta tidak lupa juga menyertakan kawasan komersial, sehingga bisa dijadikan sebagai tempat usaha.

Namun penataaan tersebut harus menyeluruh bukan sekedar di Rusun Kebon Kacang, tetapi kawasan di sekitarnya juga harus dibenahi sehingga menjadi satu kesatuan dengan kawasan waduk Melati yang sudah direvitalisasi sebelumnya. Kala bisa, lanjut Yayat, konsepnya seperti

Ilustrasi rumah susun
Ilustrasi rumah susun

sehingga nantinya penghuni lebih banyak menggunakan angkutan umum atau berjalan kaki untuk menjangkau kawasan-kawasan sekitar.
“Untuk membangun apartemen sangatlah mudah dilaksanakan untuk kawasan seperti Kebon Kacang karena izinnya untuk Koefisien Lantai Bangunan (KLB) 5 berarti bisa dibangun sampai 20 lantai. Kalau sekarang KLB-nya baru 2, sehingga memang harus ditata kembali agar kesannya tidak kumuh,” kata Yayat.(Satoto Budi/Ant)

About Murizal Hamzah

Check Also

5 Tips Beli Furnitur Biar Nggak Nyesel

Jakarta, NextID – Berbelanja furnitur lebih dari sekadar gaya karena ada begitu banyak elemen yang …

Leave a Reply