Thursday , 23 September 2021
Home / LifeStyle / Leisure / Health / Pentingnya Pendidikan Seks Sejak Dini
Ilustrasi pendidikan seks sejak dini

Pentingnya Pendidikan Seks Sejak Dini

Jakarta, Next ID – Umumnya, orang tua melihat tema seks masih dianggap tabu untuk dibicarakan bersama buah hati. Padahal, pendidikan seks sangat penting agar anak tidak mendapatkan informasi yang melenceng. “Hilangkan jengah saat bicarakan seksualitas agar orangtua dapat mengobrol dengan anak. Bila orangtua enggan memberikan pendidikan seks karena dianggap tabu, maka anak akan mendapat informasi dari sumber lain yang bisa jadi melenceng,” kata psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo.

“Pendidikan seks pada anak merupakan tugas dan tanggung jawab orang tua, sedangkan lembaga pendidikan dan lainnya merupakan unit pendukung, “kata psikolog Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Ratri Sunar Astuti.

Hasil riset internasional Synovate di Jakarta, Bandung, Surabaya dan Medan tentang prilaku seksual 450 remaja usia 14-24 pada 2004 yang menyimpulkan bahwa remaja belum punya pengetahuan khusus dan menyeluruh tentang seks. Selain itu, orangtua bukanlah sumber utama dalam mendapatkan pengetahuan seks. Riset tersebut menyimpulkan kebanyakan remaja mendapat informasi seks dari teman (65 persen), film porno (35 persen) dan sekolah (19 persen).

“Hanya lima persen yang mendapat informasi seks dari orangtua,” katanya

Sementara itu hasil poling Laurier dari situs menstruasi.com dari 189 remaja putri usia 13-19 tahun dari 68 kota di Indonesia, remaja pada umumnya enggan bertanya seputar seks pada orangtua. Sebanyak 72 persen responden mengaku selalu berkomunikasi dengan orang tua tetapi topik yang dibicarakan biasanya tentang sekolah (22 persen) dan agama (19 persen), sedangkan tema pubertas menjadi topik yang sulit dibicarakan dengan orangtua seperti seks (25 persen) dan pacar (21 persen). “Pendampingan orangtua anak pubertas itu penting. Di Indonesia masih jarang ada pendidikan seks yang baik di rumah,” kata Brand Manager Kao Indonesia Niken Pramusinta.

Vera mengatakan anak yang mendapatkan pendidikan seks akan lebih waspada ketimbang mereka yang tidak diajari soal seks. Orangtua juga harus mengkomunikasikan norma-norma yang sesuai dalam tiap keluarga. Misalnya mengobrol dengan anak, kapan boleh pacaran dan apa saja yang boleh dilakukan saat pacaran. “Pendidikan seks untuk anak sebaiknya diberikan sejak dini sebelum anak menginjak masa pubertas. Bicarakanlah pada anak agar mereka tahu mana yang benar dan salah biar tidak kebablasan,” katanya.

Vera mengatakan orangtua juga harus siap menjelaskan kepada anak tentang seks kapan pun mereka bertanya. Orangtua juga harus menggunakan istilah yang benar dalam menjelaskan pendidikan seks agar anak benar-benar memahaminya. Ada berbagai momen yang tepat bagi orangtua untuk menjelaskan seks pada anak, misalnya saat menonton adegan dewasa dalam film. Sebagian orangtua lebih memilih mempercepat adegan dewasa dalam film yang ditonton bersama anak, tetapi momen itu justru dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan mengajarkan pendidikan seks.

“Saat anak bertanya, itulah momen berharga bagi orangtua untuk menjelaskan sehingga saat ada pertanyaan lagi anak akan kembali bertanya pada orangtua, bukan sumber lain. Pendidikan seks juga harus berulang-ulang, tidak hanya sekali,” katanya.

Pendidikan seksual yang harus diajarkan pada anak meliputi pengetahuan tentang tubuh, bagian tubuh pribadi, beda pria dan wanita. Kemudian, kebersihan organ reproduksi, norma-norma, menstruasi, pemahaman proses reproduksi dan perilaku tidak bertanggungjawab seperti kehamilan tak diinginkan, aborsi dan penyakit menular seksual.

About Adam Rizal

Check Also

MSG Pemicu Kanker, Benar atau Salah?

Jakarta, NextID – Penyedap rasa atau sering kita kenal dengan monosodium glutamat (MSG) sering kali …

Leave a Reply