Tuesday , 19 October 2021
Home / Auto / Kurang Laku, Wahana Honda Kurangi Pasokan Motor Bebek
Pemaparan penjualan 2015. (kiri-kanan) Dealer Development Head, Anton, Head of Promotion, Andra, dan Head of Eksternal Affair Wahana, Wiyarto Mulyono paparkan kinerja penjualan 2015 di Jakarta, jumat (29). Main Dealer sepeda motor Honda Jakarta Tangerang, PT. Wahana Makmur Sejtai (WMS) mencatat penjualan yang cukup maksimal dengan total 382.800 unit (all type). Honda BeAT (all series) menjadi penyumbang terbesar penjualan sebesar 177.000 unit.

Kurang Laku, Wahana Honda Kurangi Pasokan Motor Bebek

Jakarta, NextID – Saat ini sepeda motor bebek tidak lagi menjadi pilihan utama pelanggan ketika beli motor terbarunya, berbeda dengan era 90-an ketika hanya ada dua pilihan yaitu motor sport dan matik. Pelanggan lebih menyukai motor matik yang praktis, banyaknya pilihan varian dan harganya yang terjangkau.

Tahun lalu, Main Diler Honda area DKI Jakarta dan Tangerang, Wahana Makmur Sejati (WMS) atau Wahana Honda berhasil menjual sepeda motor sebanyak 382.800 unit. Total penjualan sepeda motor Matik sebanyak 322.781 unit, sepeda motor sport sebanyak 26.534 unit sedangkan sepeda motor bebek sebanyak 33.485 unit.

Network Development Head PT. Wahana Honda, Anton Sutojo mengatakan ada pergeseran selera dan permintaan dalam beberapa tahun terakhir. Dulu, pelanggan yang lebih membeli motor cub atau bebek karena irit BBM, sekarang pelanggan lebih memilih motor matik. Karena itu, Wahana Honda mulai mengurangi pasokan penjualan motor bebek di pasar karena berkurangnya permintaan motor bebek.

“Kami mengurangi pasokan motor bebek sebanyak 5 persen tahun ini. Bukan berarti kami tidak peduli dengan motor bebek tetapi memang permintaan dari masyarakat yang kecil,” katanya disela-sela peluncuran New Honda BeAT POP eSP terbaru di Kemang, Jumat (29/1).

Tahun ini saja, Wahana Honda menargetkan penjualan sepeda motor sebanyak 415 ribu unit pada tahun ini dengan komposisi sepeda motor matik sebesar 85 persen, sepeda motor bebek atau cub sebesar 5 persen dan sepeda motor sport sebesar 10 persen.

Meskipun demikian, kata Anton, pasar motor bebek tetap ada walaupun kecil. Pelanggan dari kalangan korporasi lebih membeli motor bebek karena lebih bisa menghemat bahan bakar sehingga cash flow perusahaan bisa lebih terjaga. “Coba lihat, pengantar Pizza Hut pakai motor bebek atau matik. Pasti motor bebek. Kami akan tetap mengurus dan memberikan pelayanan kepada motor bebek,” katanya.

About Adam Rizal

Check Also

GESITS Diekspor ke Senegal

Bogor, NextID – PT WIKA Industri Manufaktur (WIMA) melakukan ekspor perdana Motor Listrik GESITS ke …

Leave a Reply