Wednesday , 20 October 2021
Home / Auto / Isuzu Siap Euro4!
Salah satu produk Isuzu yang telah menerapkan standar emisi Euro4 adalah Isuzu Giga. Ist

Isuzu Siap Euro4!

Jakarta, NextID – PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) anteng dalam kancah bisnis kendaraan komersial, namun siapa nyana aksinya di 2018 bakal meletupkan emosi segmen tersebut. Salah satu penyebab merek nomor satu di Jepang itu dalam segmen komersial itu bakal hadir pada ajang Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) yang digelar pada 1-4 Maret 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan.

Ini aksi keren karena menjadi ajang pembuktian, sebab pengunjung yang bakal hadir adalah benar-benar konsumen asli yang berkutat di bisnis yang terkait segmen tersebut. Salah satunya, segmen pertambangan, kargo atau infrastruktur dan sejenisnya. Jadi, jika memang ajang ini disajikan untuk mereka – konsumen potensial – maka siapa yang sakti dalam menawarkan aksi penjualan dan gimmick yang pas dan sesuai fakta maka merek itulah yang bakal menuai penjualan tertinggi.

Dalam media gathering belum lama ini Ernando Demily, Vice President IAMI yang mengungkapkan bahwa pihaknya berusaha keras untuk mencapai hal itu sembari memperlihatkan data-data penjualan tinggi yang dicapai Isuzu di pasar domestik “Kami akan ikut GIICOMVEC, sekaligus akan melansir 1 produk baru di segmen medium truk,” ujarnya, Senin (5/2).

Yang menarik, pihaknya prihatin atas polusi yang terjadi akibat – satunya di sektor otomotif. Oleh sebab itu, sarannya, untuk menekan polusi yang kian memprihatinkan, beberapa negara telah memberlakukan standar Euro 4 bagi mobil yang akan dipasarkan yang diyakini lebih ramah lingkungan.

“Sayang di Indonesia hingga saat ini tak kunjung memberlakukan standar Euro 4. Pemerintah RI sendiri saat ini diketahui tengah mengupayakan terkait regulasi tersebut. Kabar baiknya, banyak beberapa pabrikan otomotif di sini siap menghadirkan produk yang lebih ramah lingkungan,” tegasnya.

IAMI, lanjutnya, telah siap jika standar Euro4 diberlakukan untuk produk yang akan dipasarkan di Indonesia. “Untuk menekan polusi, penerapan standar Euro 4 bisa menjadi solusi sebab di beberapa di Asia sudah menerapkan regulasi itu seperti Laos dan Kamboja. Indonesia sendiri sudah ketinggalan dengan negara tetangga. Kami dari pihak pabrikan sudah siap untuk itu (Euro 4),” beber Ernando.

Ia mengaskan jika standar tersebut diterapkan maka pihaknya pasti telah menggunakan teknologi yang lebih advance, seperti produk yang telah dilengkapi dengan ECU. “Jika berbicara kesiapan, kami sudah cukup memiliki pengalaman terkait kendaraan bermesin diesel dengan standar Euro 4. Salah satu produk kami yang telah memiliki standar Euro 4 itu Isuzu GIGA yang meluncur di sejak tahun 2011 lalu,” ujarnya memberi contoh.

Soal pasar kendaraan komersial ke depan, Ernando menganalisa pasar 2017. Industri otomotif di tahun 2017 lalu berhasil bertumbuh sebesar 1,6%, jika dibandingkan dengan tahun 2016. Di tahun 2017, industri otomotif tanah air berhasil menjual sebanyak 1.079.886 unit.

Penjualan Naik
Khusus untuk segmen kendaraan komersial, turut bergerak naik sejalan dengan pengembangan infrastruktur, industri pertambangan, dan juga perkebunan yang turut merangkak tumbuh. Hal tersebut seperti yang dirasakan IAMI yang mencatatkan pertumbuhan penjualan hingga 26% jika dibandingkan dengan tahun 2016 lalu dengan torehan penjualan sebesar 20.502 unit.

Sementara itu Attias Asril, GM Marketing IAMI membeberkan data tahun 2017. “Kami mengalami pertumbuhan penjualan untuk segmen truk dan Elf yang cukup signifikan. Pertumbuhan yang terjadi tak lepas dari semakin membaiknya penjualan untuk Isuzu GIGA yang bermain di segmen medium truck, yang berhasil terjual 3.263 unit, atau naik 75% persen. Sementara untuk ELF sendiri berhasil bertumbuh 30 persen dengan total penjualan sebesar 12.620 unit.

Sejalan dengan itu, lanjutnya, IAMI turut meraih pertumbuhan di segmen lain seperti yang terjadi pada SUV andalan mereka, yakni Isuzu MU-X yang berhasil terjual sebanyak 569 unit atau naik 25,1% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Namun ada data yang menarik, pick up Isuzu sendiri harus mengalami penurunan sebesar 18,4 % yang hanya terjual 1.239 unit. Sementara itu Panther yang pernah melegenda hanya berhasil terjual 1.147 unit.

About Gatot Irawan

Check Also

Sambut World Superbike di Indonesia, IMI dan Dyandra Promosindo Tawarkan Paket “Sultan”

Jakarta, NextID –  Gelaran ajang balap motor internasional, World Superbike (WorldSBK) akan menyambangi Indonesia sebagai destinasi akhir …

Leave a Reply