Wednesday , 22 September 2021
Home / Auto / Penyebab Airbag Tidak Mengembang
Kejadian pada 2014 di Amerika soal airbag yang mencelakakan. Kesaksian di senat soal keamanan airbag tersebut. Ist

Penyebab Airbag Tidak Mengembang

Jakarta, NextID – Airbag merupakan salah satu fitur pengaman pada mobil yang bertujuan mengurangi risiko terjadinya cidera pada pengemudi dan penumpang di dalam mobil ketika terjadi kecelakaan. Adanya airbag akan melindungi bagian tubuh yang vital, seperti kepala dan dada, dari benturan keras akibat tabrakan atau kecelakaan. Tanpa airbag, anggota tubuh akan langsung membentur interior mobil sehingga dapat menimbulkan cidera serius.

Pada umumnya posisi utama airbag berada di tengah setir dan kiri atas dashboard. Dua posisi ini untuk melindungi pengemudi dan penumpang yang duduk di bagian depan. Di tipe-tipe mobil tertentu, airbag tidak hanya dipasang pada dua titik utama tetapi juga ditambahkan di beberapa titik seperti samping sandaran jok, bagian bawah dashboard tepat di depan lutut dan juga di plafon dekat dengan kaca. Semakin banyak jumlah airbag yang terpasang diharapkan dapat memberi perlindungan yang lebih maksimal.

Airbag ini hanya dapat berfungsi satu kali. Artinya saat terjadi kecelakaan sehingga mengakibatkan airbag mengembang maka selanjutnya airbag tersebut tidak dapat gunakan kembali. Jika airbag pernah mengembang maka harus diganti, termasuk perangkat pendukungnya. Penggantian ini agar airbag dapat berfungsi kembali untuk melindungi penumpang.

Tetapi tidak semua benturan atau kecelakaan dapat mengakibatkan airbag mengembang. Ada delapan situasi dan kondisi yang memungkinkan airbag tidak mengembang, yakni:

  • 1.Benturan dari arah samping, misalkan karena mobil ditabrak dari sisi samping pintu depan atau tengah.
  • 2.Mobil ditabrak dari belakang. Kondisi ini bisa terjadi saat berhenti di bahu jalan tol lalu ditabrak dari belakang.
  • 3.Kecelakaan yang mengakibatkan mobil terguling-guling sehingga benturan terjadi antara sisi samping kanan-kiri atau atas-bawah mobil dengan jalan.
  • 4.Mobil menabrak sesuatu (misalnya tiang) tepat di tengah-tengah bagian depan mobil sehingga sensor airbag tidak dapat mengidentifikasinya.
  • 5.Kendaraan menabrak objek yang tinggi. Sebagai contoh kendaraan menabrak truk yang tinggi dari belakang sehingga kap mesin masuk ke kolong truk, membuat kaca dan kabin rusak.
  • 6.Tabrakan atau benturan mengenai sudut mobil seperti pojok kanan atau kiri bumper.
  • 7.Mobil menabrak objek yang bergerak. Misalnya menabrak mobil di depan yang sedang melaju ke depan sehingga dapat mengurangi kekuatan benturan.
  • 8.Kecepatan mobil di bawah 20 kilometer/jam. Airbag dirancang agar dapat mengembang ketika kecelakaan atau tabrakan terjadi saat mobil dipacu pada kecepataan di atas 25 kilometer per jam. Jadi, tak perlu heran kenapa pada suatu kecelakaan atau tabrakan, airbag di mobil tidak mengembang. Tidak semua kasus kecelakaan bisa mengakibatkan airbag mengembang. Airbag memang dirancang dapat mengembang pada syarat tertentu saja. (AstraWorld)

 

About Gatot Irawan

Check Also

All New Honda BR-V Makin Canggih dan Keren!

Jakarta, NextID – PT Honda Prospect Motor (HPM) memperkenalkan All New Honda BR-V generasi kedua …

Leave a Reply