Thursday , 23 September 2021
Home / LifeStyle / Leisure / Benteng Penyu, Fort Rotterdam
Fort Rotterdam 4

Benteng Penyu, Fort Rotterdam


Masyarakat Kota Makassar pasti mengenal dua tempat wisata yang saling berdekatan ini yaitu Pantai Losari dan Benteng Fort Rotterdam. Fort Rotterdam adalah salah satu obyek wisata terkenal dan berada di tengah kota Makassar, Sulawesi Selatan. Letaknya tidak lebih dari 1 km dari Balaikota Makassar. Anda bisa menyaksikan pemandangan matahari tenggelam yang indah. Di sebelah, utara, timur dan selatan benteng, anda bisa melihat keindahan pemandangan Kota Makassar yang menakjubkan.

Fort Rotterdam memiliki pesona sejarah yang kuat dan menjadi destinasi wisata bagi wisatawan lokal maupun domestik serta mancanegara. Benteng peninggalan sejarah Kesultanan Gowa itu dikenal sebagai markas pasukan katak Kerajaan Gowa. Fort Rotterdam memiliki luas sekitar 3 ha, berbentuk lima sudut seperti penyu. Tinggi tembok bervariasi, antara lima meter hingga tujuh meter, setebal 2 meter. Dulu Fort Rotterdam bernama Benteng Panyua atau Penyu, bangunan tua nan megah ini berdiri sekitar 1545. Kenapa Panyua, karena jika dilihat dari atas bentuk benteng itu seperti hewan Penyu. Dalam filosofinya, penyu bisa hidup di daratan dan juga lautan. Karena itu, filosofi itu menjadi suatu simbol dari Kerajaan Gowa yang bisa berjaya baik di daratan maupun lautan.

Sebelumnya, Fort Rotterdam dikenal sebagai Benteng Ujung Pandang. Benteng itu dibangun oleh Raja Gowa IX, Daeng Matanre Karang Manguntungi Tumaparisi Kallonna dan diselesaikan oleh puteranya yakni Raja Gowa X, I Manriwa Gau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunapallangga Ulaweng pada tahun 1545. Awalnya, benteng itu berbahan dasar tanah liat, tetapi Raja Gowa ke-14 Sultan Alauddin mengganti bahan konstruksi benteng ini dengan batu padas yang berasal dari Pegunungan Karst di daerah Maros.

Fort Rotterdam 1
Fort Rotterdam 1


Para pengunjung dapat mengetahui perjalanan sejarah dan melihat secara dekat benda-benda peninggalan zaman dahulu. Di sini lah, semua peninggalan kerajaan tertata rapi di dalam etalase kaca. Ada dua musium di dalam benteng itu yaitu I Lagaligo Sejarah dan I Lagaligo Budaya. Pengunjung pun bisa melihat tempat penahanan Pangeran Diponegoro di zaman penjajahan Belanda. Sebelumnya, Pangeran Diponegoro ditangkap dan dibuang ke Menado. Pada 1834, VOC memindahkannya ke Fort Rotterdam. Ia seorang diri ditempatkan di dalam sebuah sel penjara yang berdinding melengkung dan amat kokoh. Di ruang itu, ia ditemani dengan peralatan shalat, Alquran, dan tempat tidur.

Fort Rotterdam sendiri merupakan bangunan berarsitektur Portugis yang pada masa awal terdiri dari bangunan bertiang tinggi khas tradisional Makassar. Dalam perkembangannya desain berganti menjadi bangunan bergaya Eropa atau gotik. Nama Fort Rotterdam mencuat setelah Belanda atau Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) kala itu memenangkan perang dan mengalahkan kerajaan Gowa. Fort Rotterdam merupakan nama yang didedikasikan untuk menghargai jenderal VOC Cornelis Speelman yang lahir di Kota Rotterdam, Belanda. VOC mengfungsikan benteng itu sebagai gudang rempah-rempah untuk Indonesia di bagian timur.

Di dalam Fort Rotterdam, ada 13 bangunan masih berdiri kokoh dengan taman hijau yang bisa dijadikan tempat berpose, bersantai, dan juga biasa dijadikan tempat berkumpulnya komunitas dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Usai kemerdekaan RI, menjadi benteng itu sebagai pusat pertahanan TNI dan berubah menjadi pusat budaya Sulawesi Selatan pada 1974, terutama sarana wisata budaya dan pendidikan.

About Adam Rizal

Check Also

Dari Tiada Menjadi Ada

Jakarta, NextID – Sepanjang masa pendemi kurang lebih dua tahun banyak pertanyaan yang dilontarkan seputar …

Leave a Reply