Wednesday , 22 September 2021
Home / LifeStyle / Leisure / Keindahan Sail Tomini 2015 Harumkan Wisata Bahari Indonesia
Sail Tomini

Keindahan Sail Tomini 2015 Harumkan Wisata Bahari Indonesia

Teluk Tomini adalah teluk terbesar di dunia yang berada di Garis Khatulistiwa dengan luas berkisar 59.500 km2, merupakan jantung segitiga karang dunia (Coral Triangle) dengan keanekaragaman hayati (biodiversity) yang tinggi serta karakteristik ekosistem unik. Kawasan teluk Tomini merupakan kabupaten tertinggal yang memilik potensi ekonomi nasional untuk perikanan, kelautan dan wisata bahari.

Rangkaian acara pada Sail Tomini 2015 adalah pameran produk unggulan daerah penunjang destinasi wisata berupa hasil kerajinan, perbankan, dan multi produk lainnya. Selain itu juga ada pekan budaya dan pariwisata, diplomatic tour yang diikuti 27 negara.

Kementerian Pariwisata dan pemerintah daerah Sulawesi Tengah menggelar ajang Sail Tomini untuk promosi pariwisata bahari Sulawesi Tengah dan memberikan kontribusi besar terhadap ekonomi masyarakat, khususnya di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Kepala Seksi Pemasaran Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sulteng, Ros mengatakan masyarakat di beberapa desa di sekitar lokasi Sail Tomini mendapatkan durian runtuh dalam beberapa bulan terakhir karena banyak tamu yang datang ke lokasi Sail Tomini di Pantai Kayubura, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parimo. Banyak rumah penduduk disewakan kepada para tamu yang datang dari berbagai kota bukan saja di dalam wilayah Sulteng, tetapi dari luar.

Selain itu, warga juga memanfaatkan peluang menambah pendapatan rumah tangga mereka dengan membuka usaha-usaha kecil seperti menjual makanan/minuman dan berbagai kebutuhan lainnya. “Dan rata-rata dagangan mereka laris dijual. Pemerintah Provinsi Sulteng maupun Pemkab Parimo tentu berharap ke depan, lokasi Sail Tomini menjadi obyek wisata unggulan baru di Kawasan Timur Indonesia (KTI),” katanya seperti dilansir ANTARA, Jumat (25/9).

Lokasi Sail Tomini berjarak sekitar 80-an km dari Kota Palu dan berada pada jalur utama Trans Sulawesi yang selama ini ramai dilewati kendaraan dari dalam maupun luar wilayah Sulteng. Dari kota Palu membutuhkan kendaraan sepeda motor atau mobil untuk menempuh perjalanan sekitar dua jam menyusuri jalan nasional Taweli-Toboli atau jalur “Kebun Kopi” yang terkenal memiliki 300 tikungan tajam. “Kondisi badan jalan sekarang ini cukup mulus sehingga kendaraan rata-rata melaju dengan kecepatan tinggi,” kata Ros.

Pesan Presiden

“Teluk Tomini ini indah sekali, nyaman dilihat baik laut, alam maupun suasananya. Tapi… Sail Tomini yang sudah ke-7 dari rangkaian sailing ini perlu di-marketingi. Perlu dipasarkan setahun atau dua tahun sebelumnya, biar semua orang tahu, biar turis berdatangan dan menjadi atraksi yang memikat,” kata Republik Indonesia, Joko Widodo pada puncak Sail Tomini di Pantai Kayu Bura, desa Pelawa Baru, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (19/9).

“Promosikan di surat kabar, TV, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga ke luar negeri. Gunakan media sosial sebesar-besarnya, sehingga sebelum hari H, ratusan juta orang sudah tahu akan Sail Tomini ini. Lalu setelah acara jangan terus senyap, tetapi harus ditindak lanjuti dan dihidupkan dengan event-event. Entah mingguan, atau bulanan, agar kawasan wisata ini makin hidup,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Presiden yang lulusan UGM itu pun menimpali, “Pelibatan warga sangat penting. Itu bagus sekali, industri kreatif dan kerajinan jadi hidup. Saya senang sekali. Tapi… desainnya harus lebih bagus. Kalau dilihat lebih detail, ini kelihatan masih belum rapi, masih ada rambut-rambutnya. Ini harus disentuh oleh desainer,” kata Jokowi.

Dengan latar belakang sebagai seorang pengusaha dan pelaku bisnis, memang membuat Presiden Jokowi lebih detail dalam hal-hal teknis. “Saya titip tiga hal. Pertama promosi yang kuat. Kedua, persiapan yang harus lebih panjang dan detail, sehingga menjadi produk yang perfect. Ketiga, tidak harus pagi hari, bisa sore saat matahari tenggelam, bisa malam, perhatikan dengan lighting, tata cahaya dan panggung,” katanya.

Atraksi Militer

Sebanyak 20 kapal perang dari jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) turut memeriahkan Sail Tomini 2015 di Pantai Pangi Parigi Mountong, Sulawesi Tengah.

Kadispen Koarmatim Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman mengatakan kapal perang Koarmatim tampak mendominasi sejak pembukaan Sail Tomini 2015 di pantai itu (19/9). “Puluhan kapal perang Koarmatim dari berbagai jenis dan tipe ambil bagian dalam pembukaan Sail Tomini, terutama saat sailing pass (layar lintas),” katanya.

Komandan Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Timur (Danguspurlatim) Laksamana Pertama I.N.G. Ariawan selaku Komandan Gugus Tugas Sail Tomini 2015 mengatakan Satuan Tugas Sailing Pass dan Satuan Tugas Demo yang dipimpinnya melibatkan puluhan kapal perang baik dari Koarmatim maupun dari Koarmabar. “Dari Koarmatim dilibatkan 20 KRI, sedangkan dari Koarmabar dilibatkan enam KRI,” kata Ariawan, panggilan sehari-harinya, saat gladi bersih dalam mengatur rangkaian kegiatan sailing pass dan demo di laut.

Selain KRI, sailing pass Sail Tomini 2015 itu diikuti enam kapal perang dari negara sahabat, yaitu RSN Endeavour dari Singapura, HMAS Wolongong dari Australia, KD Sri Indera Sakti dan KD Baung dari Malaysia, Yunchen 571 dari Tiongkok, dan Jeonbuk 813 dari Korea Selatan. Selain kapal perang, sailing pass juga melibatkan sekitar 100 kapal layar lokal, 18 kapal ikan, 25 kapal cadek dan sekitar 51 kapal yacht.

Pembukaan Sail Tomini dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Widodo, mantan presiden RI Megawati Soekarnoputri, dan beberapa menteri, serta pejabat teras TNI dan Polri. Acara tersebut dimeriahkan dengan beberapa kegiatan, diantaranya saling pass, terjun freefall oleh prajurit Kopaska Koarmatim, prajurit Taifib Marinir dan prajurit Paskhas TNI AU, rubber duck operations, dan helly water jump oleh prajurit Kopaska Koarmatim.

Sebanyak 77 penerjun payung dari berbagai kesatuan akan melakukan atraksi memeriahkan acara puncak Sail Tomini 2015 di Pantai Kayu Bura, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (19/9). Posko Gugus Tugas Sail Tomini TNI Angkatan Laut di Parigi, Kamis, atraksi terjun bebas akan melibatkan 35 prajurit Intai Amfibi (Taifib) TNI Angkatan Laut, 15 penerjun Korps Pasukan Khas (Paskhas) TNI Angkatan Udara dan 10 penerjun Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut.

About Job Palar

Check Also

Dari Tiada Menjadi Ada

Jakarta, NextID – Sepanjang masa pendemi kurang lebih dua tahun banyak pertanyaan yang dilontarkan seputar …

Leave a Reply