Home / Business / Petualangan Manis ke Lembah Madu di Sukahati, Bogor
Ide pertama muncul pada 2012 karena adanya ketersediaan lahan dan dukungan berbagai pihak untuk pengelolaan peternakan lebah yang baik dan benar. Tampak Adrian Wahyudi di peternakan lebahnya di Bogor, memegang salah satu varian madu. Ist

Petualangan Manis ke Lembah Madu di Sukahati, Bogor

Jakarta, NextID – Perjalanan hidup adalah “petualangan” dengan berbagai kadar. Dan kali ini kami menyusuri jalan “antah berantah” di sekitar Citeurep, Bogor. Persisnya kami ingin menuju peternakan lebah yang dikelola AVA & CO di Jl Kp. Nagrog, Sukahati, Bogor.

Yang bikin asik, perjalanan menuju ke sana baru kali ini, dan kami anggap sebagai petualangan. Pastinya blank, bahkan diinfokan tak bisa ditebak kapan macet dan lengangnya. Maklum, di kawasan Citeurep itu banyak terdapat pabrik sehingga kemacetan oleh lalulalang truk kontener tak terhindarkan.

Pagi itu memang ramai sekali, dan kami bersyukur di suatu titik, dijemput oleh motor yang akan memandu sampai lokasi. Namun karena riuh rendah oleh truk, penjemput sering hilang dari pandangan, ngumpet di balik lalu lintas. Untunglah di perempatan atau pertigaan, motor tersebut menunggu dan kembali memandu.  

Salah satu sudut di sana yang menyimpan “harta karun.” Ist

Memang perjalanan jadi terganggu oleh kemacetan, namun jika beruntung katanya ada hari-hari yang lancar jaya. Tapi kalau lagi apes, jarak ratusan meter bisa ditempuh sampai satu jam, misal ada truk yang pecah ban atau patah as. Jadi, memang di sana medan lalu lintas tak bisa ditebak.

Asri dan Luas

Akhirnya kami sampai juga di peternakan lebah itu. Wow, lokasinya terlihat asri dan di dalamnya super luas. Lokasi ini sepertinya di lembah dan jauh dari hingar bingar pabrik dan truk-truk kontener. Sedaplah pokoknya, sehari dua hari betahlah. Ada bungalow, juga teras untuk berdiskusi jika ada tetamu  dan rumah penjaga.  

Corong yang dibut lebah sendiri sebsgai pintu masuk ke sarangnya. Ist

Kami disambut hangat oleh Adrian Wahyudi, selaku owner AVA & CO, ditemani dua orang staf – Supardi dan Akon yang mengantarkan berkeliling, sembari memberi penjelasan teknis soal peternakan lebah di sini. Mereka berdua dipercaya untuk mengelola, memanen dan menjaga lahan secara keseluruhan.

Di lahan ini, khusus menghasilkan jenis madu trigona (madu kelulut) karena koloni lebahnya dari jenis Trigona sp. Lebah ini secara fisik amat mungil, lebih kecil dari lalat, dan tanpa sengat namun jika menggigit lumayan pedas di kulit.

Ngeri-ngeri sedap sewaktu “mengganggu” sarangnya menjelang siang di mana lebah menjadi lebih agresif. Untunglah kami dipersenjatai dengan pakaian “astronot” sehingga daerah kepala aman dari gigitannya. Sekitar tangan digigiti, lumrahlah.

Sarang yang telah dipenuhi madu. Ini momen panen madu yang ngeri-ngeri sedap karena tubuh sontak dikeroyok lebah. Ist

Madu Trigona berasal dari lebah Tetragonula biroi yang tinggi senyawa propolis. Sejak ribusan tahun lalu propolis telah digunakan untuk mengobati luka, infeksi, serta membantu proses pemulihan di kala sakit.

Adrian bercerita, lahan seluas 15 hektar di Bogor ini memang untuk membudidayakan lebah Trigona sp., sebagai penghasil madu Trigona yang tersohor itu. “Salah satu produk AVA & CO memang madu Trigona dari lahan ini. Sementara untuk madu Multiflora dan Longan yang juga diproduksi, dikembangkan di daerah Jawa Tengah,” ujar lulusan Australia itu.

Inilah salah satu kemasan untuk madu Trigona. Ist

Bagaimana cara mengetahui sarang (rumah) lebah sudah siap panen? “Ya, saat mengangkat rumah lebah jika sudah berat, itu indikasinya sudah penuh madu,” jawab Supardi. Sementara Akon juga serius mengajak kami untuk melihat ke deretan rumah tawon yang rupanya banyak berjejer hingga ke tembok-tembok di pinggiran lahan.

Wow, terbayang madunya yang dihasilkan bakal berapa kilogram, ya. Cuaca yg tak menentu, lanjut Adrian, bisa membuat badan yang kelelahan, mudah sakit. “Antisipasinya jaga kesehatan dengan mengonsumsi madu,” promosinya seraya tersenyum.  

Pembicaraan menjadi menarik tatkala dia menyinggung ide dan sejarah memulai usaha perlebahan ini. “Ide pertama muncul pada tahun 2012 silam, karena adanya ketersediaan lahan dan juga dukungan dari berbagai pihak untuk pengelolaan peternakan lebah yang baik dan benar. Maka jadilah seperti sekarang yang kita lihat,” bebernya.

Rumah-rumah lebah yang disebar di lahan itu. Ist

Soal mengecek keaslian madu secara awam, Adrian memaparkan, banyak cara yang diinfokan tapi banyak juga yang merupakan mitos. “Cara yang paling mudah dan cepat untuk melihat keaslian madu adalah meminta sertifikat hasil analisa madu. Dari sana akan terlihat parameternya yang menunjukkan madu itu asli,” sebutnya sambil menambahkan produk madu dari AVA & CO adalah madu 100% asli dan sudah diuji dalam ISO/IEC 17025: laboratorium terakreditasi.

Khusus untuk anak-anak, AVA & CO membuat kemasan madu khusus yang menarik perhatian mereka, yakni botol berbentuk beruang. Dan faktanya, bukan hanya anak-anak yang tertarik setelah melihatnya, bahkan membeli.

Diversifikasi Usaha

Ke depan Adrian punya banyak ide untuk diversifikasi (pengembangan) usahanya, namun tak semua bisa dikisahkan sekarang. Tapi, menurutnya, dalam sebuah bazar, AVA & CO pernah membuat minuman segar dengan campuran madu, dan laris manis ternyata. “Mungkin saat itu cuaca lagi terik-teriknya sehingga minuman segar kami laris manis,” cerita Adrian yang mengajak untuk menyimak perkembangan bisnisnya ke depan di IG byavaandco.

Inilah madu untuk anak-anak dengan kemasan botol Beruang yang menarik perhatian. Ist

Menurutnya, memang banyak mitos seputar permaduan. Salah satunya apakah mitos atau fakta, yang menyebutkan madu tak akan berubah rasa. “Madu bisa kehilangan rasa jika tak disimpan di tempat yang benar. Simpanlah di tempat yang benar dan alangkah baiknya di konsumsi rutin sehingga tak disimpan dalam jangka lama,” jelasnya.

Menurut penelitian, madu trigona mengandung senyawa seperti protacatechuic acic (PCA) dan cerumen. Senyawa ini berfungsi sebagai anti oksidan yang dapat meningkatkasn proliferasi sel dalam proses penyembuhan luka, serta dikenal sebagai anti bakteri dan anti peradangan.

Madu trigona diklaim mampu meningkatkan kemampuan antibakteri yang dapat membunuh bakteri sampai 83%. Sarannya, bagi mereka yang sedang sakit sebaiknya beri jeda waktu 30 menit, antara minum obat dan madu agar kasiat obat dan madu bekerja maksimal.

Menurut Adrian Wahyudi, memanen madu adalah momen yang menyenangkan. Ist

Di penghujung kunjungan ke sana, Adrian mengungkapkan harapan dan halangan ke depan soal bisnis yang dicintainya: permaduan di Indonesia. “Dalam berbinis madu, kami ingin melihat masyarakat teredukasi cukup terhadap madu murni. Dengan begitu, madu yang kami jual bisa diterima baik di kalangan lebih luas. Juga pengembangan wilayah budidaya lebah dan jenis-jenis lain ke depan, bisa diterima masyarakat,” tutupnya.  

Semoga “love as sweet as honey.”   (Gatot Irawan)

About Gatot Irawan

Check Also

Salah Satu Prioritas Diplomasi Ekonomi Indonesia: Kopi Spesialti Indonesia

Bali, NextID – Kementerian Luar Negeri RI pada tanggal 21 dan 22 Juni 2022 telah …

Leave a Reply