Home / Business / Potensi Besar Ekspor Kopi ke Amerika Serikat
Optimisme kalangan bisnis kopi perlu diviralkan, mengingat AS memberikan peluang besar bagi kopi dari negara pengekspor termasuk Indonesia. Ist

Potensi Besar Ekspor Kopi ke Amerika Serikat

Jakarta, NextID – Walaupun pada saat pandemi, yakni pada Desember  2020 ada pengekspor kopi dari Jawa Timur yang sukses memasuki Amerika Serikat (AS). ”Saya sangat bangga pengusaha Indonesia tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk terus melakukan terobosan ke pasar AS,” ujar Konjen RI di San Fransisco, AS, Simon D.I. Soekarno, pada diskusi virtual, Sabtu (21/8), yang membahas peluang ekspor kopi ke AS.

Optimisme kalangan bisnis kopi perlu diviralkan, mengingat AS memberikan peluang besar bagi kopi dari negara pengekspor termasuk Indonesia. Di depan para anggota Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) Simon menjelaskan tentang potensi dan cara memasuki pasar Amerika Serikat terutama pantai Barat AS.

Menurut rencana, pada bulan Oktober sebuah perusahaan Indonesia Belift Green Beans akan mengirimkan 3 kontainer lagi ke AS. Mengutip keterangan Simon pada periode Januari hingga Oktober 2020, nilai ekspor kopi Indonesia ke AS mencapai US$ 202,64 juta. Dari jumlah tersebut, sebesar US$ 65,78 juta atau 32,46% masuk melalui wilayah kerja KJRI San Francisco, yaitu melalui pelabuhan San Francisco (California), Seattle (Washington), dan Columbia-Snake (Oregon). Tahun ini dengan pengiriman 3 kontainer lainnya ke San Fransisco maka nilai ekspor kopi akan meningkat terus.

”Saya dalam Webinar ini mengajak 4 pengusaha Indonesia dari AS. Mereka sejatinya adalah diaspora Indonesia yang berhasil. Para pengusaha yang diperkenalkan kepada ASKI adalah Ivan Hartanto (CEO Belift Coffee dan Belift Green Beans), Adhi Yusuf (Beaneka Coffee), Sinta (Putri Coffee), dan Sugi (pemegang lisensi pengurusan logistik dan pengiriman),” ujar Simon.

Pada saat menjelaskan misi perusahaannya di AS, Ivan Hartanto menjelaskan, masyarakat AS mengenal dan menggemari kopi Indonesia karena aroma dan rasa yang kuat. “Sebagai contoh kopi Sumatra. Orang AS juga menyukai istilah ”direct trade,” ”organic” dan ”sustainability.” Oleh karena itu strateginya adalah membuat kopi itu spesial dengan grade dan value yang tinggi,” ujarnya.

Diskusi Hangat

Saat tanya jawab para pelaku kopi dari daerah menanyakan lebih jauh tentang upaya pembukaan pasar tersebut. Rainaldi mewakili Koperasi Mekar Wangi Jabar dan Manat dari Kopi Karo RM menanyakan, apakah koperasi bisa memasarkan langsung ke luar negeri. Dijawab oleh Ivan Hartanto,  banyak orang AS yang menjadi importir bahkan mendatangi perkebunan kopi ke Toraja dan Flores. Difasilitasi oleh KJRI San Fransisco mereka juga mengadakan pembicaraan langsung dengan koperasi.

Ivan Hartanto mengusulkan kepada ASKI tentang perlunya pelatihan tentang kualitas produksi. Jadi bagi para produser/prosesor yang mengirimkan kopi untuk dikurasi, akan mendapatkan akses ke pelatihan dari tim perusahaan yang sukses. Pelatihan juga mencakup topik pengetahuan tentang ekspor ke pasar strategis, tren kualitas kopi dan tren produktivitas kopi.

Dalam diskusi yang dipandu Hanif Alusi, diskusi mendengarkan pengalaman Octaviana Baby Rombe, Direktur Kopi Ketjil yang beroperasi di Indonesia dan Abu Dhabi. Webinar juga mendengarkan pandangan Yugian Leonardi – Ketua DPD Jabar ASKI tentang ekspor kopi ke mancanegara.

Bagas Hapsoro dari Tim Diplomasi Kopi Kemlu menghargai ASKI selaku penyelenggara untuk memilih AS sebagai topik diskusi. “Kami selalu memberikan highlight atas ekspor ke AS karena berkaitan dengan trend masalah kopi di dunia, peluang perdagangan kita dengan AS, dan posisi Kemlu tentang diplomasi kopi,” ujar Bagas Hapsoro.

Pernyataaan Presiden Joko Widodo, kopi tak terdampak pandemi Covid-19. Ist

Perdagangan RI Surplus

“Khusus mengenai hubungan ekonomi AS-RI, kami mendapat laporan dari KBRI Washington DC, neraca perdagangan kita dengan AS dalam posisi kita surplus. Dengan Indonesia, impor AS mencapai USD 12,2 miliar, ekspor mencapai USD 4,5 Miliar. Dengan demikian terjadi surplus di pihak Indonesia sebesar US$ 7,7 Miliar (Rp 107,8 triliun),” ujar Bagas.  

Juga diingatkan oleh mantan Dubes RI di Stockholm ini pernyataan Presiden Jokowi pada tanggal 6 Agustus 2021, dibandingkan dengan sektor lainnya maka sektor pertanian khususnya kopi  tidak terdampak oleh pandemi Covid-19. Pertumbuhan di sektor pertanian di tahun 2020 adalah 1,7 persen, sementara sektor lainnya  minus (Berita Setneg 6/8//021). Pertumbuhan sektor pertanian selama Triwulan I tahun 2021 adalah 2,9%.

Kementerian Luar Negeri beserta perwakilan akan terus mempromosikan, mendekatkan masyarakat di luar negeri utk mengetahui dan menyukai kopi Indonesia. Kemlu mencari dan menggali “niche market”, khususnya kopi spesialti. “Sasaran KBRI dan KJRI tetap fokus dan bekerjasama Atase Perdagangan dan Atase Pertanian,” kata Bagas.

Diakhir pertemuan Ketua ASKI, I Ketut Putrayasa menyatakan, hubungan dengan perwakilan, khususnya KJRI San Fransisco akan ditingkatkan dalam bentuk kerjasama yang praktis. Tidak saja teori tetapi juga praktek yang perlu diteruskan ke lapangan.  (Sumber: Kementerian Luar Negeri)

About Gatot Irawan

Check Also

MMKSI Resmikan 2 Dealer Baru di Berau & Bontang

Berau, NextID – PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mengumumkan pembukaan fasilitas diler …

Leave a Reply