Saturday , 24 July 2021
Home / Auto / Antusiasme Indonesia Terhadap Kendaraan Listrik Makin Besar?
Nissan Kick e-POWER Ist

Antusiasme Indonesia Terhadap Kendaraan Listrik Makin Besar?

Thailand, NextID – Studi terbaru menunjukkan Indonesia dan negara tetangga di Asia Tenggara terus antusias untuk memiliki kendaraan listrik. Antusiasme ini sebagian besar didorong oleh kebutuhan yang semakin besar untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan.

Edisi kedua studi Nissan oleh Frost & Sullivan, berjudul “The Future of Electrified Vehicles in Southeast Asia” dirilis Kamis (4/1) selama “Nissan FUTURES – Electrification and Beyond,” sebuah pertemuan virtual para pemimpin industri, pemerintahan, dan media.

Riset konsumen di Thailand, Filipina, Indonesia, Malaysia, Vietnam dan Singapura mengungkapkan, hampir dua pertiga (64%) responden di seluruh Asia Tenggara mengatakan mereka lebih mempertimbangkan kendaraan listrik dibandingkan lima tahun lalu. Sementara 66% konsumen di seluruh wilayah percaya, mereka pasti akan memakai mobil listrik sebagai bagian dari kehidupan mereka dalam waktu dekat.

Menurut studi tersebut, 50% pemilik kendaraan non-listrik di Indonesia menyatakan mereka pasti akan mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai pembelian mobil berikutnya dalam tiga tahun ke depan. Dampak positif terhadap lingkungan dan teknologi keselamatan menjadi faktor utama bagi masyarakat Indonesia untuk mempertimbangkan kendaraan listrik.

Sedangkan 44% responden Indonesia berpendapat, kendaraan listrik itu keren dan trendi – tertinggi di wilayahnya – dan 58% percaya biaya perawatan untuk kendaraan listrik lebih murah dibandingkan mobil konvensional.

Nissan KICKS e-POWER memilik interior dan ruang luas di kelasnya. Ist

Sejalan dengan studi serupa yang dilakukan pada tahun 2018, studi terbaru menunjukkan manfaat pajak (80%), pemasangan stasiun pengisian daya di kawasan pemukiman (80%) dan jalur prioritas untuk kendaraan listrik (55%) adalah 3 faktor teratas responden Indonesia untuk beralih ke kendaraan listrik. Hal ini menunjukkan kebutuhan yang terus berlangsung bagi produsen mobil, pembuat kebijakan, dan pihak swasta untuk berkolaborasi dalam mendorong penerapan mobilitas listrik.

Berkurangnya Hambatan

Masih ada hambatan dalam memiliki kendaraan berlistrik, namun penelitian menunjukkan lebih banyak optimisme di antara responden Indonesia terhadap kendaraan listrik. Ketakutan akan kehabisan daya sebelum tiba di charging station terus menjadi penghalang paling signifikan dalam memiliki kendaraan berlistrik di Indonesia, meski kekhawatiran tersebut turun dari 73% pada 2018 menjadi 54% pada 2020.

Temuan ini juga memberi petunjuk pada tren mobilitas listrik berikutnya di Indonesia, yaitu e-POWER yang menggunakan teknologi EV dan menghilangkan pengisian daya. 

Trend EV berikutnya

Survei mengidentifikasi salah satu tren besar berikutnya dalam mobil listrik di Indonesia yakni Nissan e-POWER – teknologi yang memberi konsumen pengalaman berkendara EV, tanpa perlu mengisi daya.

Faktor yang paling menarik bagi pengemudi Indonesia adalah e-POWER memberikan akselerasi yang cepat dan halus (62%), berkendara dengan senyap (59%) dan output tenaga mesin yang tinggi (53%). Fakta e-POWER bekerja dengan penggerak motor listrik 100% tanpa perlu charger eksternal merupakan solusi inovatif bagi pelanggan Indonesia yang ingin mendapat pengalaman menyenangkan dalam berkendara dengan mobil listrik.

PT Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI) telah mengusung Nissan Kicks e-POWER ke Indonesia sejak September 2020 dan mendapatkan sambutan yang sangat positif dari masyarakat Indonesia, begitu info dari Tan Kim Piauw, Sales & Marketing Director NMDI.

Dalam peluncurannya di salah satu negara Asean, Nissan Kick e-POWER dipercaya turut serta berkontribusi dalam menjaga lingkungan. Ist

Masa Depan Lebih Hijau

Studi ini juga mengungkap kesadaran lingkungan lebih hijau yang berkembang di seluruh Asia Tenggara, dengan responden di wilayah tersebut percaya, memiliki mobil listrik niscaya akan turut serta berkontribusi dalam menjaga lingkungan.

Pada tahun 2020, 38% responden di Asia Tenggara dapat diklasifikasikan sebagai ‘pecinta lingkungan,’ dibandingkan dengan 34% dalam penelitian serupa pada tahun 2018. Kelompok konsumen ini didorong oleh kesadaran lingkungan yang kuat dan kepedulian terhadap perubahan iklim. Penggunaan kendaraan listrik dipandang sebagai cara mereka peduli terhadap lingkungan.

“Daleman” Nissan KICKS e-POWER Ist

Studi “The Future of Electrified Vehicles in Southeast Asia” oleh Frost & Sullivan pada September 2020 di enam pasar ASEAN: Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan Vietnam, menarik. Temuan ini berdasarkan pada 3.000 tanggapan pelanggan online di antara pengemudi mobil di kota-kota tertentu, untuk memahami kesadaran, sikap, perilaku, dan persepsi pelanggan terhadap kendaraan listrik. “Electrified vehicle” dalam penelitian ini adalah baterai kendaraan listrik, kendaraan listrik hybrid plug-in dan e-POWER. Ini tidak termasuk kendaraan hybrid penuh. Penelitian tersebut merupakan tindak lanjut dari studi yang dilakukan pada Januari 2018.

Untuk informasi lebih lanjut tentang produk, layanan, dan komitmen Nissan terhadap mobilitas berkelanjutan, kunjungi nissan-global.com, juga dapat mengikuti di Facebook, Instagram, Twitter dan LinkedIn dan melihat semua video terbaru di YouTube.

About Gatot Irawan

Check Also

Ada Apa Daihatsu Gencar Bekali Teknologi Otomotif ke Guru SMK se-Jawa Timur?

Jakarta, NextID – PT Astra Daihatsu Motor (ADM) berkomitmen dalam mencerdaskan bangsa melalui salah satu …

Leave a Reply