Home / Auto / TAM Persembahkan “Kaizen Goes to School 2018!”
Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud Dr Ir M Bakrun MM (kedua kanan), didampingi Deputy Division Head TAM-SPLD Nanang Susminarto (kanan), serta perwakilan Bupati Kabupaten Bekasi MA Supratman MSi (ketiga kiri), serta guru yang mewakili peserta, yaitu Maulana Putra SE dari SMK Bina Prestasi Bekasi (kiri) dan Bambang Nurcahyo dari SMKN 1 Cikarang Barat, meresmikan kegiatan Kaizen Goes To School di SMK Mitra Industri MM2100 di Cikarang Barat, Bekasi, Rabu (25/7). Ist

TAM Persembahkan “Kaizen Goes to School 2018!”

Bekasi, NextID – Sejalan dengan semangat Toyota “Let’s Go Beyond” dan “Toyota Berbagi,” PT Toyota Astra Motor (TAM) berpartisipasi aktif dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik di lingkungan internal perusahaan maupun lingkungan masyarakat di sekitarnya. Peningkatan kualitas sumber daya dilakukan Toyota melalui Quality Control Circle(QCC), yang lahir dari nilai dasar budaya perusahaan Toyota Way yaitu Respect for People dan Continuous Improvement (Kaizen).

Di tahun 2018, TAM kembali menyelenggarakan Kaizen Goes to School (KGTS) sebagai wujud partisipasi aktif perusahaan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di dunia pendidikan. “Selama ini, Respect for People diwujudkan dengan adanya keleluasaan bagi setiap karyawan Toyota untuk berperan aktif dalam memberikan ide perbaikan di perusahaan, sedangkan Continuous Improvement (Kaizen) diwujudkan melalui perbaikan terus-menerus oleh seluruh komponen perusahaan di seluruh lini operasional, baik di bidang produksi maupun administrasi,” papar Executive GM TAM Fransiscus Soerjopranoto, Kamis (26/7).

Dengan semangat bersama membangun Indonesia, TAM melakukan knowledge sharing dengan meningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan sekitarnya melalui pelatihan perbaikan berkelanjutan (Kaizen) yaitu practical problem solving, termasuk ke sekolah-sekolah di sekitar perusahaan.

Sejak tahun 2014, jelas Soerjopranoto, TAM melaksanakan kegiatan pelatihan nilai-nilai Kaizen ke dunia pendidikan, dengan adanya Laboratorium Kaizen di SMK Al Muslim Tambun, Bekasi, Jawa Barat. Selama beberapa tahun ini, TAM melakukan soft skill training dan pendampingan bagi guru yang bertugas untuk mengajarkan nilai-nilai Kaizen kepada para siswa.

“Melalui KGTS ini, para guru dan siswa dirangsang untuk menjadi lebih sadar terhadap problematika yang ada di sekitarnya. Misalnya saja, masalah keterlambatan mengumpulkan PR, mengurangi jumlah siswa yang remedial, berhemat air, kertas, dan listrik, mengurangi limbah plastik, dan program lingkungan lainnya yang secara riil dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh mereka,” jelasnya.

Pada tahun ini, TAM bersama-sama dengan Duta KGTS menyusun perangkat pembelajaran dan juga melakukan pelatihan dan pendampingan khusus kepada para guru dari 44 SMK di wilayah Bekasi dan Bogor, Jawa Barat. Diharapkan para guru tersebut akan mengajarkan nilai-nilai Kaizen kepada para siswa.

Sebagai keberlanjutan program, TAM juga melakukan Konvensi KGTS dengan melibatkan ke-44 SMK tersebut. Ke-44 SMK melakukan pemaparan atas program KGTS, di mana materi yang dipresentasikan adalah kegiatan problem solving yang dilakukan di sekitar sekolah. Nantinya akan dipilih satu pemenang yang memiliki program yang dinilai paling efektif dan secara pelaksanan paling baik.

Berjiwa Inovatif
Sebagai perusahaan yang berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia, salah satu program andalan Toyota adalah pelaksanaan QCC yang diyakini mampu menjadi wahana dalam menciptakan pribadi yang berjiwa inovatif, sehingga mampu bersaing di era persaingan regional maupun global.

“Kami ingin semangat Kaizen yang setiap waktu dapat kami gunakan di Toyota untuk meningkatkan produktivitas baik waktu maupun hasil dapat juga digunakan di sekolah-sekolah Indonesia,” ucap Nanang Susminarto, Deputy Division Head SPLD – TAM.

Aktivitas QCC di internal TAM terbukti telah menjadi salah satu metode yang efektif dalam mengembangkan sumber daya manusia, dalam mempertahankanexcellent operation di tengah tuntutan pelanggan yang semakin tinggi dan beragam, dinamika kompetisi yang semakin ketat, dan teknologi yang terus berkembang.

Tantangan tidak hanya dihadapi oleh internal TAM, karena lingkungan eksternal seperti dunia pendidikan juga dihadapkan pada berbagai problematika dan tantangan seperti tingginya tingkat pengangguran, kompetisi yang semakin ketat, serta kesenjangan antara kualifikasi lulusan sekolah dengan spesifikasi yang dibutuhkan di lapangan.

“Toyota memiliki cara tersendiri dalam berkontribusi untuk menyongsong masa depan yang lebih baik, dengan membangun kemampuan dan kemandirian menyelesaikan masalah, karena format yang tepat untuk membangun generasi muda ini menjadi kunci penting dalam melakukan perbaikan,” sebut Nanang.

Sekolah dinilai menjadi salah satu institusi yang memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai dan pembentukan karakter/kepribadian, sekaligus sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Sehingga, KGTS diharapkan menjadi solusi dan memberikan kontribusi strategis bagi dunia pendidikan untuk mewujudkan generasi yang lebih baik.

Pada tahun 2018 ini, sebanyak 44 Sekolah Menengah Kejuruan di wilayah Kabupaten Bekasi dan Bogor, Jawa Barat, turut ambil bagian dalam acara tersebut. “Kami berharap para peserta didik dalam program ini akan memiliki bekal yang cukup berupa soft skill problem solving, di mana manfaatnya diharapkan tidak hanya dirasakan ketika mereka bergabung dengan dunia industri dan usaha, melainkan juga dirasakan manfaatnya oleh sekolah dan masyarakat di sekitarnya,” tutup Soerjopranoto.

About Gatot Irawan

Check Also

IMI Tak Rekomendasi Balap Motor Digelar di Sirkuit Formula E..!

Jakarta, NextID – Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran baru saja mengungkapkan keinginannya untuk untuk …

Leave a Reply