Home / Auto / Struktur Bisnis KTB Berubah, Ada Apa?
Presiden Direktur PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors Hisashi Ishimaki (kiri) saat acara peluncuran Pajero Sport beberapa waktu lalu. Ist

Struktur Bisnis KTB Berubah, Ada Apa?

Jakarta, NextID – PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor resmi kendaraan Mitsubishi di Indonesia dari Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation (MFTBC) dan Mitsubishi Motors Corporation (MMC) pada hari Kamis (13/10), mengumumkan rencana untuk Perubahan Struktur Bisnis, yang disampaikan oleh Presiden Direktur KTB, Hisashi Ishimaki.

Rencana Perubahan Struktur Bisnis didorong oleh pemintaan untuk memperluas Bisnis Kendaraan Mitsubishi di Indonesia. KTB, didirikan di Indonesia pada tahun 1970. Sejak itu, kegiatan bisnisnya di jalankan terutama oleh PT Krama Yudha (KY) dengan mitranya Mitsubishi Corporation (MC). KTB secara cepat berkembang dan telah mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar untuk Commercial Vehicle (CV) /kendaraan niaga sejak tahun berdirinya.

Menurut Ishimaki, dalam merespon pemintaan pasar, KTB telah melakukan berbagai upaya dalam bisnis Passenger Car (PC) /mobil penumpang, baru – baru ini. “Pada saat pasar otomotif Indonesia berkembang dengan pesat dan diprediksi akan terus meningkat, KTB bersama dengan para pemegang saham telah mempelajari bermacam kebijakan untuk mengoptimalkan bisnis, agar dapat memperluas bisnis kendaraan Mitsubishi di Indonesia,” sebutnya.

Hasil dari penelitian ini, lanjutnya, menunjukkan hasil bisnis yang optimal akan dapat dicapai melalui pembagian operasional bisnis di bawah dua (2) merk menjadi; • Merk MFTBC untuk bisnis CV. • Merk MMC untuk bisnis PC dan Light Commercial Vehicle (LCV).

Hisashi Ishimaki selaku orang nomor satu Mitsubishi di Indonesia amat berperan dalam membawa nama Mitsubishi semakin berkibar di Tanah Air.  Ist
Hisashi Ishimaki selaku orang nomor satu Mitsubishi di Indonesia amat berperan dalam membawa nama Mitsubishi semakin berkibar di Tanah Air. Ist

Secara rinci dipaparkan,  saat ini KTB adalah perusahaan manufaktur dan distributor untuk merk MFTBC dan MMC, rencananya bisnis yang terkait dengan MMC (PC dan LCV) akan dialihkan dari KTB saat ini, ke entitas lain sebagai berikut: • Mengalihkan Bisnis Manufaktur MMC ke PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI)* • Mengalihkan Bisnis Distribusi MMC ke Perusahaan baru yang sedang dipersiapkan. • Melakukan re-organisasi bisnis KTB saat ini, menjadi perusahaan yang hanya bergerak di bisnis MFTBC, dan memiliki 2 fungsi, sebagai manufaktur dan distributor.

MMKI didirikan pada bulan Desember 2014, sebagai perusahaan Manufaktur produk – produk MMC dengan komposisi pemegang saham MMC 51%, MC 40% dan KY 9%.  Ishimaki berharap dapat memulai operasi dengan entitas bisnis baru yang akan dimulai pada April 2017, dengan struktur kepemilikan sebagai berikut: • Perusahaan baru sebagai distributor MMC: MC 40%, KY 30% dan MMC 30%. • Untuk KTB saat ini, sebagai manufaktur dan distributor dari MFTBC: KY 40%, MC 30% dan MFTBC 30%.

Dijelaskan lebih jauh, pemisahan dari dua (2) merk Mitsubishi ini merupakan bentuk kegiatan bisnis yang bertujuan agar fokus pada setiap segmen pasar masing-masing dan untuk merespon dan berkontribusi pada setiap pemintaan dari masing-masing segmen pasar, dengan cepat dan flexible.

Melalui perubahan struktur organisasi ini, Mitsubishi bertujuan untuk terus berkembang dan memperluas produk dan layanan dengan kualitas yang lebih baik, yang diperuntukkan bagi konsumen setia kendaraan Mitsubishi dan juga masyarakat Indonesia.

Profil Perusahaan

  • KTB Tahun berdiri : Juli 1970
  • Alamat : Jl. Jendral Ahmad Yani, Proyek Pulo Mas Jakarta Timur
  • Bisnis Utama : Manufaktur dan Distribusi produk MMC & MFTBC (termasuk impor dan ekspor)
  • Kepemilikan Saham : MC 40%, KY 40%, MFTBC 18% dan MMC 2%
  • Jumlah Karyawan : 683 orang (per September 2016

About Gatot Irawan

Check Also

IMI Tak Rekomendasi Balap Motor Digelar di Sirkuit Formula E..!

Jakarta, NextID – Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran baru saja mengungkapkan keinginannya untuk untuk …

Leave a Reply