Wednesday , 20 October 2021
Home / LifeStyle / Leisure / Corp / KLHK Konsolidasi dan Galang Kekuatan Nasional
Kebakaran hutan bukan cuma menyengsarakan warga, namun juga negara. Ist

KLHK Konsolidasi dan Galang Kekuatan Nasional

Jakarta, NextIDKementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) menjadikan kekuatan nasional sebagai kendali pencegahan untuk mewujudkan tahun 2016 sebagai awal bebas bencana (karhutla/kebakaran hutan dan ladang). Hal ini terungkap dalam talk show karhutla di Ruang Rimbawan II Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, (10/3).

Talk show ini hasil kerjasama KLHK dengan Relawan Jaringan Rimbawan (RJR). Turut hadir pada acara ini yaitu Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Irman Gusman, perwakilan dari Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, pemerintah daerah Sumatera Selatan, peneliti CIFOR, NGO dan masyarakat yang termasuk dalam daerah rawan bencana karhutla.

Pada acara ini Tenaga Ahli Menteri LHK Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah, Ilyas Assaad, mewakili Menteri LHK Siti Nurbaya menyampaikan keynote speech berjudul “Kekuatan Nasional Pengendalian Bencana Karhutla.”  KLHK telah melakukan pemetaan kekuatan, regulasi, dan evaluasi penanggulangan karhutla tahun 2015. Ke depan Ilyas memandang perlu adanya optimalisasi koordinasi untuk menghadapi ancaman karhutla tahun 2016.

Tahun 2016 ini menjadi momentum untuk meminimalisasi titik api (hotspot), khususnya di lahan rawa gambut. Ada 4 pendekatan yang harus dilakukan dalam menghadapi persoalan karhutla ini. Pertama, penguatan sistem, dalam hal ini penguatan berbagai sistem seperti early warning system, karhutla monitoring system, pola partisipatif masyarakat, sistem tata kelola gambut dan sebagainya.

Kedua, peningkatan operasi lapangan, baik operasi dan patroli rutin maupun insidental.

Ketiga, konsistensi dan terobosan-terobosan dalam penegakan hukum, di antaranya melalui pendekatan multidoor yang melibatkan seluruh stakeholder penegakan hukum seperti Mahkamah Agung, Jaksa agung, POLRI, TNI, KPK dan PPATK.

Keempat, sinergi para stakeholder, pemerintah, dunia usaha, NGO, akademisi dan masyarakat.

“Untuk mengatasi persoalan karhutla ini, seluruh stakeholder perlu memperkuat komitmen, bekerja lebih keras lagi, bergotong royong dan memberikan seluruh potensi serta kontribusi terbaik,” ujar Ilyas. (tot)

 

 

About Gatot Irawan

Check Also

Identitas Merek Pelaku UMKM Tetap Terjaga di “Tokko”

Bandung, NextID – Pada Sabtu (25/9) platform digital Tokko resmi diluncurkan. Hadir Gubernur Jawa Barat …

Leave a Reply