Home / LifeStyle / Leisure / Corp / 17 Kota Resmi Terapkan Kantong Plastik Berbayar
Sebanyak 17 Walikota menandatangani komitmen bersama untuk melaksanakan sosialisasi dan uji coba penerapan kantong plastik berbayar pada usaha ritel modern saat peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Gedung Celebes Convention Center Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (5/3). Ist

17 Kota Resmi Terapkan Kantong Plastik Berbayar

Makassar, NextID – Sebanyak 17 Walikota menandatangani komitmen bersama untuk melaksanakan sosialisasi dan uji coba penerapan kantong plastik berbayar pada usaha ritel modern saat peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Gedung Celebes Convention Center Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (5/3). Komitmen bersama tersebut ditandatangani juga oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) dan disaksikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga.

Tujuh belas kota tersebut adalah Ambon, Balikpapan, Banjarmasin, Bogor, Kendari, Makassar, Malang, Medan, Tangerang, Tangerang Selatan, Banda Aceh, Bandung, Depok, Jayapura, Pekanbaru, Semarang dan Surabaya. Uji coba gelombang kedua selanjutnya akan diikuti oleh 23 Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengeluarkan kebijakan kantong plastik berbayar yang diujicobakan di 23 kota hingga bulan Juni 2016. Kebijakan tersebut diambil mengingat persoalan sampah khususnya sampah plastik di Indonesia terhitung serius. Plastik merupakan bahan yang tidak mudah terurai secara alami sehingga mencemari dan merusak ekosistem tanah dan air. Sampah plastik juga menjadi salah satu penyebab tersumbatnya aliran sungai, menghambat transportasi laut karena sering melilit propeller kapal, bahkan mencemari ekosistem laut dalam bentuk micro plastic yang mengganggu kehidupan biota laut.

Berdasarkan penelitan yang dipimpin oleh Jena R. Jambeck dari Universitas Georgia (http://plasticbank.org/prevent-ocean-plastic/ diakses 1 Juni 2015) menyatakan bahwa Indonesia berada dalam peringkat kedua dunia sebagai penyumbang sampah plastik ke laut.

Menteri LHK Siti Nurbaya menyampaikan, peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di Makassar ini merupakan rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif bersama (pemerintah, masyarakat dan dunia usaha) bahwa jika sampah tidak dikelola dengan baik dan benar maka sampah tidak akan mendatangkan manfaat, melainkan akan menimbulkan bencana bagi kita semua. “Hari Peduli Sampah Nasional menjadi momentum yang tepat untuk merevolusi mental bangsa kita menuju Indonesia Bersih 2020,” ujar Menteri Siti Nurbaya.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Siti Nurbaya juga memberikan penghargaan inisiatif produsen sektor manufaktur dan ritel dalam pengurangan sampah dan melaksanakannya secara berkelanjutan, yaitu Superindo, Tetra Pak, Aqua dan Body Shop. Menteri Siti Nurbaya menyampaikan, penerapan kantong plastik berbayar sudah banyak diterapkan di berbagai Negara di antaranya 31 negara di Eropa, 18 negara di Afrika, 7 negara di Amerika dengan 132 kota di Amerika Serikat, 12 kota di Australia, dan 14 negara di Asia.

Selain penghargaan inisiatif produsen, Menteri Siti Nurbaya dan Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga melansir  Integrasi Bank Sampah dengan Kampung UKM Lingkungan Hidup Digital. Bank sampah adalah sebuah gerakan pengelolaan sampah berbasis budaya karena didalamnya terdapat proses pemilahan sampah dan berujung pada memberikan hasil yang bernilai ekonomi.

Menurut Menteri Siti Nurbaya, pertumbuhan bank sampah di Indonesia cukup pesat. Pada Desember 2014 tercatat 2.880 bank sampah di seluruh Indonesia di mana 110 unit bank sampah terdapat di Makassar. Pada November 2015 sebanyak 3.900 bank sampah dan di Makassar hampir 300 unit. Melalui integrasi ini, bank sampah ditingkatkan menjadi UKM Lingkungan Hidup Digital. (tot)

About Gatot Irawan

Check Also

FKG Universitas Moestopo Lantik 93 Dokter Gigi Baru

Jakarta, NextID – Upacara Angkat Sumpah Dokter Gigi Baru Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. …

Leave a Reply