Tuesday , 21 September 2021
Home / LifeStyle / Leisure / Hotel / Festival Musik Etnik Terbesar di Inna Hotel Bali
Grand Inna Kuta Bali

Festival Musik Etnik Terbesar di Inna Hotel Bali

Target pemerintah mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 12 juta orang pada 2016 mendapat dukungan banyak pihak. Salah satu upaya yang diharapkan dapat menarik wisman datang ke Indonesia adalah Bali Music World Festival yang akan digelar pada 4-6 Desember. Festival ini akan menjadi yang terbesar digelar di penghujung 2015.

“Melalui Bali Music World Festival ini, kami ingin menarik peminat musik jazz dan etnik dunia datang ke Bali. Tidak hanya itu, dengan menarik para peminat musik etnik ke Bali, kita berharap Indonesia juga menjadi barometer musik dunia. Jujur saja, festival ini merupakan ajang musik etnik terbesar pertama yang diadakan di Indonesia,” kata CEO Mata Air, Thiar Bramanthia, di Jakarta, Selasa (3/11).

Thiar menjelaskan, festival tersebut akan menghadirkan banyak musisi jazz dan etnik internasional. Mereka yang sudah memutuskan untuk datang di antaranya musisi yang tergabung dalam World Peace Music, Kemal Musallam dari Palestina dan Gilad Atzmon, dari Inggris, Nicolas Meier, Nelly Manukyan dan masih banyak lagi. Sedangkan arti dari dalam negeri antara lain Dwiki Dharmawan, Krakatau, Dewa Bujana dan sejumlah artis jazz papan atas tanah air.

“Bali World Music Festival mendapatkan dukungan dari sejumlah BUMN diantaranya Inna Hotel yang bertindak sebagai sponsor,” kata Thiar.

Menurut Presiden Direktur Inna Hotel Intan Abdams Katoppo, pagelaran musik etnic di Bali ini merupakan salah satu terobosan untuk menarik wisman dan wisatawan dalam negeri terutama para pecinta musik. “Bali World Music Fetival ini merupakan terobosan yang kita harapkan bisa menarik wisman untuk datang terutama ke Bali,” kata Intan.

Intan menilai, Bali merupakan pulau yang menjadi tempat pertemuan budaya lokal dan budaya internasional sangat cocok untuk digelarnya music yang memadukan antara musik etnik dan modern. Ia berharap pagelaran tersebut bisa menjadi barometer music etnic dunia.

“Apa yang diusung oleh Bali World Music Festival ini selaras dengan budaya yang ada dengan kami, yaitu memadukan budaya sejarah dengan hotel modern. Kita berharap dengan danya event ini jumlah kunjugan wisman ke Inna grup bisa meningkat,” kata Intan.

Intan mengaku, pihaknya mempunyai target meningkatkan pendapatan Rp 100 miliar dari Rp 500 miliar pada tahun ini menjadi Rp 600 miliar. Untuk mendukung dicapainya target tersebut, lanjutnya, pihaknya akan terus melakukan renovasi hotel-hotel miliknya.

“Tahun lalu, dua hotel yakni Grand Inna Muara, di Padang dan Inna Kuta Beach di Kuta, Bali selesai dipugar. Tahun ini, enam hotel lagi yang direnovasi yaitu Inna Grand Bali Beach di Sanur, Inna Putri Bali di Nusa Dua, Inna Bali di Denpasar, Inna Garuda di Yogyakarta, Inna Simpang di Surabaya, serta Inna Samudera Beach di Pelabuhan Ratu, Sukabumi,” paparnya.

Renovasi keenam hotel itu ditargetkan selesai bertahap mulai tahun ini hingga tahun depan. “Setelah renovasi, jumlah kamar Inna Hotel Group akan bertambah 200 unit dari 2.200 menjadi 2.400 unit,” ujarnya.

Untuk merenovasi hotel-hotel di bawah Inna Hotel, tutur Intan, pihaknya sudah menghabiskan dana Rp 1,5 triliun. “Sebagian pendanaan ditutup dari pinjaman dan penerbitan surat utang. Inna Hotel Group juga sedang menjajaki peluang initial public offering (IPO) pada 2016 mendatang,” katanya.

About Job Palar

Check Also

Café Dangdut New York, Sah!

New York, NextID – Setelah sukses melangsungkan soft launching di kawasan Smorgasburg WTC Financial Center …

Leave a Reply