Jakarta, NextID – Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda dan sebaran abu vulkanik menjadi perhatian bagi pengguna kendaraan komersial. Di tengah kondisi tersebut, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mengingatkan pentingnya melakukan pengecekan kendaraan, terutama pada filter udara dan saluran pemasukan udara ke mesin, setelah kendaraan terpapar abu vulkanik.
“Abu vulkanik memiliki partikel yang sangat halus sehingga dapat membuat filter udara lebih cepat kotor. Oleh karena itu, kami menghimbau Isuzu Partner untuk melakukan pengecekan setelah kendaraan digunakan atau terpapar abu vulkanik, agar kendaraan tetap dalam kondisi optimal dan aktivitas operasional dapat berjalan dengan baik,” ujar Business Solution Director Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Anjar Rosjadi. Selasa (8/9).
Periksa Filter Udara Mesin
Filter udara menjadi salah satu komponen yang perlu mendapat perhatian ketika kendaraan digunakan dalam kondisi berdebu atau terkena abu vulkanik. Partikel abu yang masuk ke sistem pemasukan udara dapat membuat filter udara lebih cepat kotor dan berpotensi menghambat aliran udara menuju mesin.
Untuk itu, pemilik atau pengelola kendaraan komersial disarankan melakukan pemeriksaan kondisi filter udara setelah kendaraan beroperasi di wilayah yang terdampak abu vulkanik. Pemeriksaan secara berkala dapat membantu memastikan sistem pemasukan udara tetap bekerja sesuai fungsinya.
Kondisi filter, menurut Anjar juga perlu menjadi perhatian bagi kendaraan komersial yang memiliki intensitas penggunaan tinggi. “Semakin sering kendaraan beroperasi di lingkungan dengan tingkat debu tinggi, semakin penting pemeriksaan dilakukan secara berkala sesuai dengan rekomendasi perawatan kendaraan,” ujarnya.
Waspadai Pengaruh Udara Kotor terhadap Komponen Mesin
Udara yang membawa partikel debu atau abu vulkanik juga perlu diwaspadai karena sistem pemasukan udara memiliki peran penting dalam mendukung proses pembakaran mesin. Salah satu komponen yang berkaitan dengan sistem tersebut adalah turbocharger pada kendaraan yang menggunakannya.

“Udara yang kotor dan membawa debu atau abu vulkanik perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan beban kerja sistem penyaringan udara. Filter udara yang sudah kotor perlu diperiksa dan ditangani sesuai prosedur perawatan kendaraan. Selain itu, pengguna juga perlu memastikan pipa dan hose saluran udara menuju mesin dalam kondisi baik serta memiliki kekencangan yang sesuai. Hal ini penting karena sistem pemasukan udara memiliki peran dalam menjaga performa mesin, termasuk pada kendaraan yang dilengkapi turbocharger,” jelas Anjar.
Pastikan Pipa dan Hose Saluran Udara dalam Kondisi Baik
Selain filter udara, pemeriksaan juga perlu dilakukan terhadap komponen saluran udara menuju mesin. Pemilik kendaraan komersial dapat memastikan kondisi dan kekencangan pipa serta hose saluran udara agar tetap terpasang dengan baik. Pemeriksaan tersebut penting dilakukan karena sistem saluran udara merupakan satu kesatuan dengan sistem pemasukan udara mesin.
Pastikan tidak terdapat kondisi yang dapat mengganggu aliran udara maupun sambungan yang kurang kencang. Pengecekan dapat dilakukan secara berkala, khususnya setelah kendaraan digunakan dalam kondisi lingkungan dengan paparan debu atau abu vulkanik yang cukup tinggi.
Bersihkan Kaca dengan Air Mengalir
Abu vulkanik yang menempel pada kaca kendaraan juga perlu dibersihkan dengan cara yang tepat. Hindari langsung mengelap kaca ketika masih terdapat abu yang menempel karena partikel tersebut bersifat abrasif dan berpotensi menimbulkan goresan.
Langkah yang disarankan adalah menyiram kaca menggunakan air mengalir terlebih dahulu hingga partikel abu luruh. Setelah permukaan kaca bersih dari abu, proses pencucian dapat dilanjutkan menggunakan sabun dan air bersih. Cara tersebut juga membantu menjaga visibilitas pengemudi, terutama bagi kendaraan komersial yang memiliki aktivitas operasional tinggi dan harus melewati wilayah dengan kondisi udara yang masih mengandung abu vulkanik.
“Selain komponen mesin, kebersihan kaca kendaraan juga tidak boleh diabaikan karena berkaitan langsung dengan visibilitas pengemudi. Jika kaca terkena abu vulkanik, sebaiknya jangan langsung dibersihkan dengan cara dilap atau menggunakan wiper dalam kondisi kering. Siram terlebih dahulu dengan air mengalir untuk menghilangkan partikel abu yang menempel, kemudian cuci menggunakan sabun dan air bersih. Dengan begitu, visibilitas tetap terjaga dan risiko kaca tergores akibat partikel abu dapat diminimalkan,” sambung Anjar.

Cek Kendaraan di Bengkel Resmi
Untuk memastikan kondisi kendaraan tetap optimal setelah terpapar abu vulkanik, pengguna kendaraan komersial Isuzu dapat melakukan pemeriksaan di bengkel resmi Isuzu maupun bengkel mitra Isuzu. Pemeriksaan oleh teknisi yang memahami karakteristik kendaraan komersial dapat membantu memastikan komponen kendaraan, khususnya sistem pemasukan udara dan bagian pendukung lainnya, berada dalam kondisi baik sebelum kendaraan kembali digunakan untuk aktivitas operasional.
“Selain melakukan pengecekan secara mandiri, kami menyarankan pengguna kendaraan komersial untuk melakukan pemeriksaan di jaringan bengkel Isuzu apabila kendaraan terpapar abu vulkanik dalam jumlah cukup banyak atau digunakan secara intensif di wilayah terdampak. Isuzu juga menyediakan Bengkel Isuzu Berjalan (BIB) untuk memberikan kemudahan layanan perawatan kendaraan di lokasi, sehingga pengguna dapat tetap fokus menjalankan aktivitas bisnis,” tutup Anjar.
NextID What's Next ?
