Jakarta, NextID – Changan, merek otomotif global di bawah naungan Indomobil Group, bulan lalu telah memperkenalkan Deepal S05 REEV sebagai model Range Extended Electric Vehicle (REEV) pertama yang tampil di Indonesia. Kehadiran calon SUV terbaru dari Changan ini menandai langkah strategis perusahaan dalam menghadirkan kendaraan elektrifikasi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan konsumen Tanah Air, terutama bagi mereka yang menginginkan pengalaman berkendara listrik tanpa terbatas oleh kekhawatiran jarak tempuh maupun keterbatasan infrastruktur pengisian daya.
Adapun Deepal S05 REEV memadukan sensasi berkendara khas mobil listrik murni dengan fleksibilitas tambahan dari mesin sebagai generator internal. Dengan pendekatan tersebut, medium SUV ini dirancang untuk memberikan ketenangan lebih bagi pengguna, baik dalam mobilitas harian di dalam kota maupun saat menempuh perjalanan jarak jauh lintas daerah.
“Melalui Deepal S05 REEV, kami ingin menghadirkan cara baru dalam menikmati kendaraan elektrifikasi yang lebih realistis untuk kebutuhan sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh. Teknologi REEV bekerja dengan motor listrik sebagai penggerak utama, sehingga pengalaman berkendara tetap halus, senyap, dan responsif seperti mobil listrik murni. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna, karena menghadirkan kenyamanan khas kendaraan listrik tanpa mengorbankan rasa aman dalam menempuh perjalanan lebih jauh dan mengurangi kekhawatiran terhadap jarak tempuh,” tutur Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia, Senin (18/5).
Untuk memahami posisi teknologi REEV di antara lini New Energy Vehicle (NEV) yang berkembang pesat dewasa ini, penting membedakannya dari beberapa kategori lain. Di pasar global, Changan telah membuktikan kapabilitasnya dengan menghadirkan lini produk NEV yang lengkap dan mencakup berbagai solusi mobilitas ramah lingkungan, mulai dari kendaraan listrik murni (BEV) hingga sistem hybrid yang canggih untuk memenuhi profil kebutuhan konsumen yang beragam.
BEV
Pertama adalah Battery Electric Vehicle (BEV) merupakan bentuk elektrifikasi paling penuh karena sepenuhnya mengandalkan energi listrik dari baterai dan tidak lagi menggunakan mesin pembakaran internal. Lini produk seperti Changan Lumin dan Deepal S07 menjadi representasi nyata dari teknologi ini, di mana keduanya menggunakan baterai dan motor listrik murni sehingga bebas emisi.
Sementara itu, Hybrid Electric Vehicle (HEV), teknologi ini menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar, namun tidak memerlukan pengisian daya eksternal. Pada kendaraan HEV, motor listrik membantu kerja mesin, terutama saat akselerasi dan kondisi berkendara tertentu, sementara daya baterai umumnya diisi melalui mesin dan regenerative braking.
Dengan karakter tersebut, HEV umumnya hanya dibekali kapasitas baterai yang relatif kecil karena fungsinya lebih sebagai pendukung kinerja mesin, bukan sebagai sumber tenaga utama untuk berkendara jarak jauh dengan mode listrik murni. Keunggulan sistem HEV ini telah dibuktikan secara nyata oleh Changan melalui pengembangan BlueCore Hybrid dengan keunggulannya dalam menciptakan keseimbangan antara efisiensi tinggi, tingkat kebisingan rendah, serta performa yang tetap responsif.
Teknologi ini tidak hanya sekadar konsep, melainkan telah menjadi jantung mekanis pada model terbarunya seperti Changan CS55 dan CS75 yang resmi diluncurkan ke publik pada ajang Beijing Auto Show 2026. Kedua SUV hybrid ini sukses memberikan keseimbangan antara performa mesin yang bertenaga dengan konsumsi bahan bakar yang jauh lebih hemat.
Di sisi lain, Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) hadir sebagai jembatan menuju elektrifikasi yang lebih jauh karena memiliki baterai yang dapat diisi melalui sumber listrik eksternal, sehingga dapat digunakan dalam mode listrik murni untuk jarak tertentu sebelum mesin bensin mengambil alih saat daya baterai menipis.

REEV
Di pasar Tiongkok, Changan telah memiliki portofolio PHEV yang luas, salah satunya melalui UNI-K dan UNI-V. Teknologi ini memungkinkan mobil beroperasi dalam mode listrik murni untuk jarak tertentu sebelum mesin bensin mengambil alih saat daya baterai mulai menipis.
Berangkat dari pemahaman kedua teknologi tersebut, Range Extended Electric Vehicle (REEV) menjadi sangat relevan bagi kebutuhan konsumen di Indonesia. Secara konsep, teknologi REEV menawarkan pengalaman berkendara yang identik dengan mobil listrik murni, namun dengan tambahan ketenangan pikiran karena mesin bensin di dalamnya tetap tersedia sebagai generator untuk menjaga suplai energi baterai secara mandiri.
Seperti halnya di Deepal S05 REEV, roda kendaraan digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik sehingga sensasi berkendaranya tetap seperti mobil listrik murni. Dalam praktiknya, mesin ini bekerja lebih tenang dan efisien karena tidak bertugas menggerakkan roda secara langsung, melainkan menghasilkan energi listrik yang stabil untuk menjaga performa baterai tetap optimal.
Dengan demikian, REEV menjembatani kenyamanan berkendara listrik penuh dengan fleksibilitas penggunaan yang lebih senyap, halus, dan nyaman, sekaligus memberi rasa aman saat menempuh perjalanan jauh. Dengan kemampuan melaju hingga 170 km hanya dengan mode pure electric dan jangkauan total lebih dari 1.200 km dalam mode kombinasi, Deepal S05 REEV menawarkan fleksibilitas yang sangat relevan bagi konsumen Indonesia.
NextID What's Next ?
