Home / Auto / Isuzu Indonesia “Siap Perang” Jelang Libur Nataru (2)
Isuzu mendorong perusahaan angkutan untuk menerapkan manajemen jadwal kerja yang realistis dan manusiawi. Ist

Isuzu Indonesia “Siap Perang” Jelang Libur Nataru (2)

Jakarta, NextID – Mengemudikan truk dalam kondisi mengantuk adalah silent killer di jalan raya, begitu tegas Division Head of Business Strategy PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Rian Erlangga, Rabu (17/12) , memberikan tips aman dan nyaman. Menurutnya, Isuzu menegaskan, kelelahan pengemudi menjadi salah satu faktor dominan kecelakaan kendaraan niaga, khususnya saat perjalanan jarak jauh. Pengemudi wajib mendapatkan waktu istirahat yang cukup sebelum berkendara.

Jika mulai merasa lelah, segera menepi dan beristirahat minimal 15–30 menit. Jangan memaksakan diri demi mengejar target waktu karena keselamatan tidak bisa dinegosiasikan.

Isuzu mendorong perusahaan angkutan untuk menerapkan manajemen jadwal kerja yang realistis dan manusiawi. Produktivitas jangka panjang tidak lahir dari pengemudi yang dipaksa bekerja di luar batas aman.

Tegas terhadap Praktik ODOL (Over Dimension Overload)

Mengangkut muatan melebihi kapasitas tidak hanya melanggar regulasi, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, mempercepat keausan kendaraan, serta merusak infrastruktur jalan. Kendaraan Isuzu dirancang sesuai dengan spesifikasi teknis tertentu, termasuk Gross Vehicle Weight (GVW). Mengabaikan batas ini berarti membuka potensi kegagalan sistem pengereman, ban pecah, hingga hilangnya kontrol kendaraan.

Truk ODOL – mengangkut muatan melebihi kapasitas tak hanya melanggar regulasi, tapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, mempercepat keausan kendaraan, serta merusak infrastruktur jalan. Ist

“Isuzu mengajak seluruh pelaku industri untuk berpikir strategis, bahwa kepatuhan terhadap aturan adalah investasi, bukan beban. Operasional yang patuh hukum akan lebih sustainable dan kredibel di mata klien maupun regulator,” jelasnya.

Jaga Kecepatan dan Jarak Aman

Lonjakan volume kendaraan selama Nataru menuntut kewaspadaan ekstra. Pengemudi truk Isuzu diimbau untuk selalu menjaga kecepatan sesuai aturan dan mempertahankan jarak aman dengan kendaraan di depan.

Truk memiliki karakter pengereman yang berbeda dengan kendaraan penumpang. Jarak aman memberikan ruang reaksi yang cukup dalam kondisi darurat, terutama di jalur padat atau cuaca kurang bersahabat.

Manfaatkan Layanan Purna Jual Isuzu Secara Maksimal

Isuzu sudah memastikan kesiapan jaringan layanan purna jual selama libur Nataru, termasuk layanan darurat dan ketersediaan suku cadang fast moving. Kunjungi Dealer atau Bengkel Isuzu Terdekat yang dapat diakses melalui aplikasi MyIsuzuID. Selain itu, pengemudi dan pemilik armada diimbau untuk menyimpan kontak dan alamat bengkel resmi terdekat sebagai bagian dari rencana darurat.

About Gatot Irawan

Check Also

Suzuki Indonesia Kembangkan Aksi Sosial Multi Sektor

Jakarta, NextID – Di tengah berjalannya bisnis pemenuhan kebutuhan otomotif masyarakat, Suzuki Indonesia terus konsisten …

Leave a Reply