Jakarta, NextID – Menjajal All New Toyata bZ4X Rabu (16/11) asli serasa ikut KTT G20. Hari itu, Rabu (16/11) meluncur ke QBig di BSD, Tangerang. Ini memang wajib merasakan kenikmatannya menjajal mobil listrik All New Toyota bZ4X. Pasalnya, ini mobil listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) mass production pertama Toyota, dan dibuat mendekati “kesempurnaan.”
Kendaraan ini memang belum lama mengaspal resmi di Indonesia, walau saat ini sebagian besar modelnya masih berada di Bali untuk mendukung KTT G20. Makanya ketika diundang PT Toyota Astra Motor (TAM) untuk first impression ke BSD, sontak diterima. Dan, penulis bersama-sama Octo Budhiarto (nmaa.co.id) dan Pekik Udi Irianto (aftermarket.id) melenggang ke sana.
Barangkali terlalu bersemangat, kami sampai di titik kumpul QBig, restonya belum buka. Tapi oleh tim, kami disambut sumringah untuk sejenak ngopi dan sarapan nikmat di salah satu kafe di sana. Menu pilihannya rada mewah dan jelas nikmat.

Lewat dari jadual sedikit, kami dipersilahkan menuju lokasi ‘take off’ (parkir). Di sana ada satu unit Toyata bZ4X dengan perangkat isi ulangnya. Memang TAM hanya ada 1 unit itu. Kami ditemani oleh Hary Hrp yang akrab dipanggil James. Darinya kami dapat keterangan banyak dan lugas. Bagaimana kecanggihan mobil ini – salah satunya saat parkir otomatis.
Ini yang pertama pada mobil listrik di Indonesia, terdapat fitur canggih Advanced Park yang dirancang untuk membantu pengemudi ketika parkir paralel atau parkir mundur tanpa perlu menggerakkan kemudi sedikitpun. Begitu klaim TAM.
Menarik, ketika satu persatu bergantian mengemudi sembari menjajal fitur-fitur canggihnya. Yang lebih menarik walau berbasis baterai, larinya kencang. Pas kami tilik spesisikasinya, tak heran jika powernya mampu memuncratkan daya hingga 204 PS, apalagi didukung kekuatan torsinya hingga 226 NM. Pantaslah..! Toyata bZ4X memang beringas tapi kesannya kalem dan halus mainnya.

Ini keterangan resminya: All New bZ4X dibangun dari basis Platform e-TNGA yang merupakan refinement dari Toyota New Global Architecture (TNGA). Salah satu kelebihannya adalah unit baterai ramping terletak sepenuhnya di bawah lantai kendaraan sebagai bagian integral dari chassis sehingga membantu mendapatkan pusat gravitasi rendah.
Dampak dari ini keseimbangan bobot depan-belakang ideal, dan rigidity bodi tinggi. Yang unik, baterai dibZ4X mempunyai kapasitas 71,4 kWh yang sejak terisi penuh, baterai ini memiliki jarak tempuh hingga 500 km tanpa menghasilkan emisi sama sekali. Ini yang membuat tenang (peace of mind), garansi baterainya 8 tahun atau 160.000 km.
Dan ini tak kalah keren. Baterai bZ4X bisa diintegrasikan ke dalam sasis sehingga aman dari benturan dari berbagai sisi. Water cooling system yang menyatu dengan sistem AC mobil dimanfaatkan untuk menstabilkan suhu baterai setelah penggunaan yang ekstensif demi menjaga performa dan keamanan baterai.

Saat masuk ke dalam mobil, tema interior bZ4X adalah kenyamanan dan kelapangan yang memberikan suasana kabin ala living room. Apalagi dipadukan dengan layar sentuh 12,3 inch terbesar dengan menu navigasi disertai fitur konektivitas lengkap ke smartphone.
Di sekitar lokasi BSD, Tangerang, memang banyak spot menarik untuk mengambil foto Toyota bZ4X, tapi pilihan kami ke AEON, terutama lahan parkir di lokasi puncak, yang sepertinya bagus dan sepi. Rekan Octo dan Pekik tangannya begitu gatal untuk mengabadikan berbagai pose sehingga akhirnya menarik perhatian salah satu Satpam di sana yang menanyakan perijinan.
Sepulangnya ke titik kumpul, kami berkhayal seperti peserta elit KTT G20. Soalnya, bukankah mobil sejenis ini memang dipersiapkan untuk menyambut tetamu KTT G20? Rekan Octo dan Pekik asli sepertinya menahan senyum ya.

Jadi ingat ucapan Henry Tanoto – Vice Presdir TAM – saat peluncurannya. All New bZ4X menjadi pionir Battery EV Toyota sekaligus melengkapi line up kendaraan elektrifikasi di Indonesia yang terdiri dari teknologi Hybrid EV, Plug-In Hybrid EV, dan Battery EV. “Dengan ini, pelanggan bebas memilih kendaraan elektrifikasi Toyota yang sesuai dengan kebutuhannya masing-masing,” sebutnya.
NextID What's Next ?
