Saturday , 31 January 2026
Home / Tech / Via Disertasi Kendaraan Listrik, Kohen Kini Bergelar Doktor
Hendra Noor Saleh atau Kohen tengah mempertahankan disertasi yang berjudul: “Faktor faktor yang Mempengaruhi Minat Membeli Kendaraan Listrik di Jabodetabek: Integrasi Technology Acceptance Model (TAM) dan Prior Experience” di depan dewan penguji. Ist

Via Disertasi Kendaraan Listrik, Kohen Kini Bergelar Doktor

Jakarta, NextID – Hendra Noor Saleh meraih gelar doktor Ilmu Manajemen di Universitas Tarumanagara (Untar) Jakarta, setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Manajemen yang digelar pada Senin (27/10) di Gedung M, Kampus I Untar, Jakarta.

Promovendus Hendra Noor Saleh mampu mempertahankan disertasi yang berjudul: “Faktor faktor yang Mempengaruhi Minat Membeli Kendaraan Listrik di Jabodetabek: Integrasi Technology Acceptance Model (TAM) dan Prior Experience”.

Dalam sidang terbuka, Hendra Noor Saleh atau akrab disapa Kohen dinyatakan lulus dengan predikat cum laude IPK 4.00. dan sekaligus menjadi doktor ke-19 yang diluluskan oleh Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Untar Jakarta.

Sidang dipimpin oleh Ketua Penguji sekaligus Direktur Program Pascasarjana Untar Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan, M.T., M.M., IPU., A.E., dan tim yang terdiri dari Promotor Utama, Promotor Pendamping, Penguji Internal, Penguji Eksternal dan penguji eksternal. Sidang terbuka promosi doktor ini dihadiri banyak keluarga, sahabat, industri otomotif, wartawan, akademisi, kolega dan sahabat, termasuk dua putri mantan Wapres Jusuf Kalla, Lisa dan Ira JK.

Sidang terbuka promosi doktor ini dihadiri banyak keluarga, sahabat, industri otomotif, wartawan, akademisi, kolega dan sahabat. Ist

Dalam sambutannya, Agustinus menyampaikan apresiasi atas pencapaian Hendra Noor Saleh. “Selamat kepada Doktor Hendra serta keluarga. Gelar ini membawa tanggung jawab moral yang besar. Kami bangga dan berharap Doktor Hendra terus menjaga nama baik almamater serta berkontribusi bagi bangsa dan negara,” ungkapnya.

Agustinus mengatakan, keberhasilannya menjadi bukti komitmen Untar dalam mencetak lulusan berkualitas yang mampu menjawab tantangan zaman dan mendukung inovasi pemerintah dalam penggunaan kendaraan berbasis listrik sebagai transportasi masa depan.

Kohen dalam pemaparan disertasinya menjelaskan, untuk mendukung penetrasi kendaraan listrik, pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan (regulatory driven) berupa pemberian insentif. Upaya ini tentunya bersifat sementara, dan dibutuhkan peran aktif industri untuk memahami secara lebih baik faktor-faktor pendorong adopsi kendaraan listrik di pasar (market driven).

“Dalam literatur terkait perilaku penggunaan teknologi baru sebagian besar bertopang pada teori perilaku, yang cenderung memandang bahwa minat membeli bergantung pada faktor psikologis lingkungan, padahal pengaruh faktor subjektif individual juga sangat penting,” jelas Kohen.

Foto bersejarah berfoto dengan tim penguji. Ist

Dalam penelitian ini, lanjutnya, kebaruan (novelty) penelitian dilakukan dengan mengintegrasikan variabel-variabel yang ada dalam TAM (Technology Acceptance Model), yaitu perceived usefulness, dan perceived ease of use, dengan prior experience yang terdiri dari technology discomfort dan customers experience. Melalui integrasi ini diharapkan akan meningkatkan kekuatan penjelasan TAM terkait minat membeli kendaraan listrik dari sudut pandang konsumen.

“Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam memberi masukan bagi kebijakan dan strategi pemerintah sekaligus pelaku usaha kendaraan listrik dalam mendorong minat pembelian kendaraan listrik di Indonesia,” paparnya.

Yui Hastoro pengamat otomotif yang turut hadir dalam sidang terbuka ini mengatakan, setuju yang disampaikan oleh Hendra Noor Saleh dalam disertasinya membahas fungsi market driven. “Saya rasakan ini penting sekali berubah, karena mobil listrik itu saat ini banyaknya dari  kebijakan pemerintah. Dan dengan adanya market driven ini cukup bagus, sehingga dari sisi positifnya berdasarkan dari kustomer mobil,” ucapnya.

“Kedua, dia juga membahas pembentukan Electrical Vehicle (EV) Center, di mana itu juga sesuatu yang positif untuk menjadikan bagi kustomer agar dapat memahami mobil listrik. Jadi EV Center itu bukan hanya soal jualan mobil saja, jual sparepart dan service saja. Tetapi sebetulnya yang lebih penting adanya EV Center ini adalah untuk pembelajaran kustomer terhadap tipe-tipe mobil listrik itu apa saja,” jelas Yui Hastoro.

About Gatot Irawan

Check Also

3 SUV Honda Terbaru Siap Riuhkan IIMS 2026

Jakarta, NextID – PT Honda Prospect Motor (HPM) bersama jaringan Main Dealer area Jabodetabek, Honda Jakarta …

Leave a Reply