Karawang, NextID – Toyota Indonesia pada Selasa (11/2) secara resmi meluncurkan fasilitas Hydrogen Refueling System (HRS) yang berlokasi di xEV Center PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Karawang Plant 3. Dengan tema “Refueling The Future”, fasilitas HRS ini memakan investasi hingga lebih dari Rp 35 miliar. Pengembangan infrastruktur HRS ini merupakan contoh nyata dari kolaborasi antara Toyota Indonesia, industri otomotif nasional, pemerintah, akademisi, Pertamina, PLN, BRIN, dan pemangku kepentingan lainnya.
Pada acara peluncuran ini, beberapa teknologi Hidrogen ditampilkan, termasuk griller hidrogen, cartridge, forklift sel dengan bahan bakar hidrogen, dan Toyota Mirai sebagai kendaraan Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) ikonik dari Toyota. HRS Toyota Indonesia memiliki dua tipe sistem tekanan yaitu 350 bar untuk pengisian forklift dan 700 bar untuk pengisian kendaraan Toyota Mirai dan truk FC.
Hadir pada acara peresmian HRS Toyota Indonesia di antaranya negeri yang terkait, Kedubes Jepang, dan instansi terkait lain. “Kami ingin mengucapkan terima kasih atas kerjasama dengan pemerintah, industri, akademisi, dan semua pemangku kepentingan yang mendukung pendirian fasilitas HRS di xEV Center Pabrik 3 TMMIN Karawang yang berfungsi sebagai pusat advokasi publik untuk teknologi elektrifikasi di Indonesia. Peluncuran fasilitas HRS ini menandai langkah penting menuju transisi energi bersih, terutama dengan sumber daya energi terbarukan Indonesia. Ini adalah langkah nyata bagi industri otomotif nasional menuju pencapaian target NZE 2060,” ujar Nandi Julyanto, Presiden Direktur TMMIN.
Peluncuran HRS sebagai fasilitas energi masa depan, juga selaras dengan visi “Beyond Zero” sebagai pedoman Toyota mengimplementasikan inisiatif menuju netralitas karbon melalui beragam solusi teknologi. “Beyond Zero” menandakan komitmen Toyota dalam berbagai strategi sebagai solusi inovatif, demi menciptakan masa depan berkelanjutan. Visi ini menjadi pedoman Toyota melakukan sejumlah upaya mencapai netralitas karbon, melalui produk, layanan, sekaligus aktivitas operasional. Tidak hanya sekadar menghilangkan emisi, namun juga memberikan dampak keberlanjutan lingkungan dan ketahanan energi.

“Dengan semangat Beyond Zero inilah, Toyota melangkah lebih maju dalam mencapai netralitas karbon dengan strategi multi-pathway, seperti menunjukkan Toyota Mirai Generasi 2 untuk mempromosikan teknologi Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) di Indonesia. Mirai sendiri memiliki arti ‘masa depan’, menghasilkan listrik menggunakan hidrogen, dan hanya mengeluarkan uap air sebagai emisinya. Kendaraan ini tidak hanya menawarkan emisi nol, tetapi juga keamanan, kenyamanan, jarak tempuh yang jauh serta kecepatan pengisian sekitar 3 menit saja,” ujar Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Hiroyuki Ueda.
Pionir
Melalui peluncuran infrastruktur HRS, Toyota Indonesia juga berfokus pada pengembangan sumber daya manusia di Indonesia serta mempersiapkan tenaga kerja yang bersertifikat dalam teknologi hidrogen. Toyota telah melatih para karyawannya dalam teknologi hidrogen, keterampilan teknis, dan kesadaran keselamatan serta memastikan mereka memiliki pengetahuan dan pengalaman praktis yang memadai.
“Aktivitas people development dalam pengembangan HRS Toyota Indonesia menandai upaya kami sebagai pionir pengembangan SDM berkualifikasi, demi menunjang hadirnya ekosistem hidrogen di Indonesia. Kami meyakini hidrogen merupakan jembatan penting mencapai clean energy, sehingga SDM mumpuni harus disiapkan sejak dinisesuai dengan filosofi kami “We Make People Before We Make Product.” Komitmen kami terus memprioritaskan people transformation, melalui pengembangan tenaga ahli, lalu memperkuat R&D (Research & Design) khususnya mempersiapkan pengembangan kurikulum hidrogen dan learning tools, akan terus dikuatkan sebagai fondasi utama memasuki era transisi energi,” ujar Bob Azam Wakil Presiden Direktur TMMIN.

HRS – “Refuelling The Future”
Saat ini, pemerintah fokus untuk memaksimalkan penggunaan sumber energi baru terbarukan yang bebas karbon. Kehadiran HRS Toyota Indonesia di kawasan industri ini bertujuan untuk mendukung pengembangan industri otomotif dan non-otomotif berbasis hidrogen. Fasilitas HRS memperkuat kontribusi positif dari strategi multi-pathway yaitu sinergi dari beragam teknologi kendaraan rendah emisi dan kendaraan elektrifikasi dengan pemanfaatan energi rendah emisi di era netralitas karbon.
Toyota Indonesia menghadirkan berbagai kendaraan berteknologi tinggi emisi rendah, mulai dari kendaraan ICE & LCGC yang menggunakan bahan bakar ramah lingkungan, hingga mesin fleksibel (bio-diesel, bio-ethanol), kendaraan konversi, dan kendaraan elektrifikasi penuh, termasuk HEV, PHEV, BEV, dan FCEV sebagai bagian dari upaya pengurangan emisi. “Carbon is Our Enemy.”
“Melalui teknologi multipathway, Toyota Indonesia akan mengimplementasikan semua jenis teknologi kendaraan sesuai prinsip kami “No one Left Behind.” Artinya, semua jenis teknologi berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon. Sehingga jika dimanfaatkan dengan optimal, akan berdampak positif terhadap industri otomotif hingga rantai pasoknya, yang menaungi lebih dari 300.000 SDM (industri padat karya). Memastikan tidak ada yang tertinggal dari teknologi otomotif masa depan” ujar Nandi Julyanto.
Hidrogen, sebagai pembawa energi dan energi transisi masa depan adalah elemen paling ringan dan paling melimpah di alam semesta. Hidrogen memiliki potensi besar untuk menyimpan dan mengangkut energi di berbagai sektor, termasuk penyimpanan energi, transportasi, proses industri, dan pembangkit listrik. Dengan mengintegrasikan hidrogen sebagai teknologi rendah karbon, Indonesia dapat mengurangi emisi secara signifikan dan mempercepat transisi ke energi bersih untuk mencapai target iklim global.
NextID What's Next ?
