Jakarta, NextID – Di tengah berjalannya bisnis pemenuhan kebutuhan otomotif masyarakat, Suzuki Indonesia terus konsisten menerapkan aktivitas tanggung jawab sosial sebagai nilai tambah perusahaan. Sepanjang tahun 2025, Suzuki menitikberatkan kepada pengembangan fokus-fokus detail dari program yang telah berjalan. Sektor pendidikan, lingkungan, serta donasi masih menjadi lingkup utama yang disentuh.
Menggambarkan visi strategis perusahaan, Joshi Prasetya, Strategic Planning Department Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menyatakan, sebagai pelaku industri manufaktur otomotif, Suzuki memandang tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
“Tahun lalu, kami telah melibatkan ribuan generasi muda beserta puluhan institusi pendidikan untuk belajar di pabrik Suzuki Cikarang. Langkah ini kami perkuat dengan komitmen berkelanjutan dalam pelestarian mangrove serta aksi Clean Up the World demi menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Semua hal tersebut kami lakukan karena Suzuki merupakan bagian dari masyarakat yang saling berbagi dan melindungi,” ujarnya, Kamis (29/1) di acara “Suzuki Media Gathering 2026″ di Jakarta.
Dukungan Terhadap Pendidikan dan Tenaga Kerja Masa Depan
Sebagai langkah konkret dalam mendukung kesiapan sumber daya manusia, Suzuki secara aktif membuka akses dunia industri manufaktur kepada generasi muda. Tercatat sepanjang tahun 2025, Suzuki telah menerima kunjungan industri dari 5.974 pelajar yang berasal dari 50 sekolah dan 15 institusi pendidikan. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan wawasan praktis sekaligus mendekatkan dunia pendidikan dengan realitas industri otomotif modern.
Selain itu, Suzuki turut memperluas jangkauan edukasinya melalui program pendidikan lingkungan bagi anak-anak Indonesia. Dalam pelaksanaannya, salah satu General Manager dari SIS turun langsung menjadi pengajar pertama memberikan materi dengan membawa dua pesan utama, yaitu berbagi wawasan mengenai budaya kebersihan yang diterapkan anak-anak di Jepang, serta memberikan edukasi dini tentang pengolahan sampah.
Aksi Nyata untuk Lingkungan
Sejalan dengan agenda global dan nasional, sejak 2024 Suzuki telah mengarahkan fokus utamanya pada keberlanjutan lingkungan, khususnya pengurangan emisi karbon. Program pelestarian coastal greenbelt melalui penanaman mangrove terus dilanjutkan dengan pendekatan berbasis hasil, bukan sekadar seremonial.
“Kami memastikan setiap langkah konservasi memiliki dampak terukur. Berdasarkan hasil pemantauan hingga tahun 2025, tingkat kelangsungan hidup mangrove dalam kawasan coastal greenbelt ini tercatat mencapai 89%. Capaian tersebut merupakan kontribusi nyata Suzuki terhadap pelestarian ekosistem pesisir sekaligus mitigasi emisi karbon yang akan terus kami jalankan di masa depan,” ungkap Joshi.
Komitmen lingkungan kemudian diperluas melalui partisipasi Suzuki dalam program Clean Up The World di Pulau Belitung dan Pulau Morotai. Inisiatif ini merupakan program Suzuki Global yang dilaksanakan di seluruh 53 negara basis industri Suzuki, dengan total mencapai 6.694 partisipan secara global, termasuk 150 partisipan dari Indonesia.
“Sepanjang tahun 2025, Suzuki Indonesia berhasil mengumpulkan lebih dari 500 kilogram sampah plastik serta menyalurkan fasilitas tempat sampah dengan kapasitas 100 liter. Tidak hanya itu, Suzuki juga telah menginisiasi proses pengolahan limbah plastik setempat sebagai langkah konkret menuju praktik ekonomi sirkular,” tutup Joshi.
NextID What's Next ?
