Jakarta, NextID – Guyupnya komunitas apapun terlihat di meja makan. Ini sontak terlihat siang tadi (9/2/2023) di rumah makan (RM) khas Salatiga di Cilangkap, Jakarta Timur: Soponyono. Komunitas Otomotif Indonesia (KOI) di WA Group (WAG) tak tumplek blek di sana, tapi terwakili oleh strata sosok anggotanya. Ada jurnalis otomotif, pelaku bisnis otomotif dan pemerhati sektor otomotif.

Memang tidak mudah mengumpulkan anggota, apalagi di hari kerja yang sudah “normal sibuk” kembali. Tetapi momennya karena boleh jadi pas, yakni Hari Pers Nasional maka waktu kumpul makan siang dipilih di resto terfavorit. Nama restonya Soponyono itu belakangan kembali gencar di jagat perbincangan WAG KOI. Dan, itu membuat penasaran Linda Wijaya, salah satu anggota KOI yang kebetulan petinggi V-KOOL Indonesia, untuk mencicipi menu berbagai “koyor” di sana.

Hari Pers Nasional boleh dibilang dirayakan oleh KOI di RM Soponyono. Acara ini sendiri berawal dari obrolan lepas soal nikmatnya kuliner khas salah satu kota di Jawa Tengah itu. “Apa sih itu koyor,” kata Linda sembari mengajak anggota KOI untuk ke sana makan siang.
Sontak, ajakan nikmat ini diamini dengan menyusun lis di WAG KOI. Semula para tokoh senior jurnalis dan bisnis otomotif mencatat diri di lis kehadiran dengan menu nikmatnya masing-masing. Tapi pada hari H karena kesibukan rutin yang tak bisa ditinggalkan maka mereka batal hadir.
Linda mengatakan, Indonesia kaya akan kuliner dan menyenangkan rasanya bisa menjajal kuliner unik ini. Memang “bisul” itu akhirnya pecah di Soponyono, dan 20 anggota KOI tampak riang oleh hidangan favorit yang dipesan: nasi goreng babat pete, tumpeng koyor atau babat gongso. Sebenarnya masih banyak lagi macam menunya, tapi hidangan dengan nama koyor menjadi pilihan utama, rupanya.

Tumpang koyor adalah masakan khas Salatiga yang berbahan dasar dari otot sapi yang disebut koyor. Diramu dengan kuah khas tumpang yaitu tempe yang diragikan. Rasanya agak pedas sehingga yang tidak suka pedas, bisa minta koyornya digoreng atau dibakar seperti sate. Agar tidak alot, koyor sebelumnya direbus dengan api kecil berjam-jam. Baru bisa diolah untuk berbagai menu khas Salatiga itu.
Wow pokoknya….

NextID What's Next ?
