Jakarta, NextID – Apakah angka di atas ‘praduga tak bersalah’ pasar otomotif Tanah Air di 2024? Boleh jadi itu bukan asal cuap, tetapi dari banyak indikator yang kasat mata sehingga muncul prakiraan angka tersebut. Salah satu tokoh otomotif yakni Fransiscus Soerjopranoto – Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) membentangkan peta serapan pasar otomotif nasional.
“Secara matematis, pasar mobil Indonesia sulit menembus angka 900 ribu. Kenapa? Jika tahun lalu, pasar mobil 900 ribuan dan semester pertama tahun ini turun 15%, maka pasar mobil di tahun ini pasti di bawah 900 ribu,” jelasnya.
Menurut dia, Hyundai sudah menurunkan asumsi pasar mobil ke level 800 ribu. “Dan, untuk meningkatkan penjualan Hyundai, kami konsisten dengan strategi kami dalam memperkenalkan produk baru seperti All New Kona Electric dan Ionic 5N. Dan ini akan kami lanjutkan di semester kedua tahun ini,” ujarnya.

HMID, menurutnya berkomitmen untuk tidak menaikkan harga sesuai himbauan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang. Walaupun beberapa APM sudah menaikkan harganya sejak kuartal kedua lalu. “Komitmen ini kami lakukan sebagai bukti kami selalu mematuhi dan melaksanakan arahan pemerintah seperti memperkenalkan mobil listrik pertama, membangun ekosistem charging station, membangun pabrik perakitan, dan baru-baru ini kami membangun pabrik listrik pertama di Indonesia,” ujar Fransiscus.
“Kami sangat senang mendengar beberapa APM berhasil mencatatkan penjualan di GIIAS tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Bahkan lebih dari 10%. Artinya, regulasi yang mengatur insentif saat ini, pengenalan produk baru, dan program penjualan yang menarik khususnya mobil listrik sudah cukup menaikkan pasar mobil di Indonesia” katanya.
NextID What's Next ?
