Jakarta, NextID – Sehabis peluncuran New Honda HR-V RS e:HEV di Jakarta, PT Honda Prospect Motor (HPM) sontak mengajak jurnalis menjalani pengalaman berkendara menyeluruh bersama model baru itu dalam perjalanan dua hari sejauh 325 km melintasi rute Jakarta – Anyer – Pandeglang – Jakarta. Model ini diklaim hadir sebagai trendsetter di segmen SUV kompak hybrid, ang menggabungkan desain stylish, kenyamanan berkendara, serta teknologi elektrifikasi yang efisien dan intuitif.
Honda HR-V RS e:HEV mengusung teknologi strong hybrid e:HEV, yang mengandalkan motor listrik sebagai penggerak utama dan mesin bensin sebagai pendukung saat dibutuhkan. Sistem ini terdiri dari mesin Atkinson 1.5L DOHC i-VTEC (106 PS, 127 Nm), dua motor listrik—termasuk motor utama dengan output 131 PS dan torsi 253 Nm—serta transmisi e-CVT.
Transisi antara EV Drive, Hybrid Drive, dan Engine Drive berlangsung otomatis sesuai kebutuhan, tanpa perlu pengemudi memilih secara manual. Hasilnya adalah pengalaman berkendara yang halus, responsif, efisien, dan tetap menyenangkan dalam berbagai situasi jalan.

Etape 1: Jakarta – Rest Area KM 43 (±50 km)
Sebanyak 22 unit disiapkan HPM. Perjalanan dimulai dari Hallf Patiunus, Jakarta, menuju Rest Area KM 43 Tol Tangerang–Merak. Etape ini melewati lalu lintas padat di dalam kota dan jalan tol dengan kecepatan menengah. Di etape ini, kami bertiga yakni Tri Setia Irawan (Autonesian.com), Pius Mali (Otobisnis), dan Gatot Irawan (thenext.id).
Ya, pada kondisi stop-and-go, sistem hybrid secara dominan mengaktifkan EV Drive & Hybrid Drive – menggerakkan mobil sepenuhnya dengan motor listrik, tanpa suara mesin, menghasilkan sensasi berkendara yang senyap dan bebas emisi. Saat kecepatan mulai stabil di jalan tol, kendaraan berpindah ke Engine Drive, di mana mesin bensin langsung menggerakkan roda, memberikan efisiensi maksimal di kecepatan tinggi.
Selama etape ini, rata-rata kami dapat mengamati pengendalian yang ringan namun stabil, serta respons akselerasi yang cepat berkat torsi instan dari motor listrik.

Ini yang menarik di rute ini fitur EV ke Engine Drive tereksplorasi tanpa jeda. Sehingga akselerasinya halus dan tanpa hentakan. Begitu juga kami merasakan kabin yang senyap kala di EV mode ini. Dibantu oleh MID (multi-information display) yang menunjukkan mode penggerak dan alur energi.
Etape 2: KM 43 – Anyer (±76 km)
Etape berikutnya membawa rombongan ke kawasan Anyer melalui kombinasi jalan tol terbuka dan jalan pantai yang lebih dinamis. Pada jalur ini, kami merasakan sensasi bagaimana sistem e:HEV beradaptasi dengan perubahan kontur jalan dan gaya berkendara.
Di mode ini, fitur yang dieksplorasi Wireless Smartphone Connection. Juga kami merasakan kenyamanan kabin dengan desain jok ergonomis dan AC otomatis single zone.

Etape 3: Anyer – Tahura Pandeglang (±40 km)
Ini merupakan petualangan di hari kedua di mana kami bertukar kendaraan agar bisa merasakan varian yang lebih mewah dari sebelumnya. Di etape ini, kami melewati perbukitan, jalan sempit dan tol terpanjang. Saat rute menanjak dan berkelok menuju Taman Hutan Raya Pandeglang memberi kesempatan kami untuk mengeksplorasi karakter responsif dari motor listrik.
Saat menanjak, torsi instan motor listrik memberikan akselerasi spontan tanpa perlu menunggu putaran mesin naik. Ketika menurun, fitur Deceleration Paddle Selector bisa digunakan untuk memperlambat kendaraan tanpa menginjak rem, sekaligus mengaktifkan sistem regenerative braking yang membantu mengisi ulang baterai.
Tentu saja di etape ini banyak fitur yang bisa dibuktikan dan dieksplorasi. Ternyata, respon torsi motor listrik ditanjakan spontan bertenaga. Begitu pula Deceleration Paddle Selector untuk menambah level engine braking sontak bekerja. Sementara itu sistem regeneratif tampil di layar MID. Begitu juga Hill Start Assist untuk membantu saat berhenti di tanjakan. Keren, asli!

Etape 4: Tahura – Kapulso Café (±40 km)
Di rute ini, kami melintasi jalan sempit dengan banyak perubahan arah dan kecepatan. Ini adalah momen ideal untuk mengeksplorasi fitur keselamatan aktif Honda SENSING, seperti: Lane Keeping Assist System (LKAS) menjaga posisi kendaraan tetap di jalur; Lead Car Departure Notification System, yang mengingatkan saat mobil di depan mulai bergerak; Road Departure Mitigation dan Collision Mitigation Braking System (CMBS) untuk mencegah keluar jalur atau potensi tabrakan.
Pada kondisi ini kami merasakan kesaktian fitur Honda SENSING yang teraktivasi di kecepatan rendah–menengah. Begitu pula respons sistem saat kendaraan keluar jalur atau terlalu dekat ke mobil lain. Yang tak terbiasa memang “terkaget-kaget dengan situasi ini. Tetapi sebenarnya ada alert visual dan suara di panel instrumen.
Etape 5: Kapulso – Kantor Pusat HPM Jakarta (±141 km)
Etape terakhir melalui jalan tol kembali ke Jakarta. Ini menjadi kesempatan untuk mengevaluasi performa cruising dan efisiensi bahan bakar dalam kecepatan tinggi yang stabil. Kapasitas tangki 40 liter dan konsumsi rata-rata 25–26 km/l menghasilkan estimasi jarak tempuh hingga 1.000 km dalam satu pengisian penuh. Ini keren.

Di jalur tol panjang ini, kami pun mencoba Adaptive Cruise Control untuk menjaga jarak aman secara otomatis dan Lane Keeping Assist System. Di MID pun tertera konsumsi bahan bakar real-time. Kami pun lagi-lagi bisa menggunakan Honda CONNECT di titik istirahat atau akhir etape.
Standar Baru
Melalui uji coba ini, New Honda HR-V RS e:HEV membuktikan dirinya sebagai SUV hybrid yang tak hanya efisien, tetapi juga cerdas, intuitif, dan menyenangkan untuk dikendarai. Dari lalu lintas kota hingga jalan menanjak dan jalur tol, mobil ini menghadirkan pengalaman berkendara yang tenang, stabil, dan terhubung dengan gaya hidup modern.
Dengan kombinasi performa responsif, kenyamanan kabin, fitur digital lengkap, dan teknologi hybrid yang bekerja otomatis tanpa kompromi, HR-V RS e:HEV menetapkan standar baru di segmen SUV kompak di Indonesia. Ini lagi-lagi keren!

NextID What's Next ?
