Jakarta, NextID – Truk listrik memang barulah Mitsubishi Fuso e-Canter yang berani menawarkan ke publik. Bahkan secara resmi PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) akan menjualnya di Indonesia dalam waktu dekat. Perkara itu memang tidak mudah, tetapi KTB sudah melakukan uji coba bersama tahun lalu. Secara kumulatif truk listrik itu sudah menempuh jarak sekitar 7.000 km, tanpa problema berarti.
Tetapi sebelum itu banyak gosip beredar, di antaranya soal tingkat keekonomiannya, berat baterainya yang akan membebani kerja truk, juga konon biaya produksi truk listrik terbilang masih mahal. Itulah alasannya mengapa produksinya tak semasif mobil penumpang listrik.
Soal tingkat keekonomian, ada yang mengatakan truk memerlukan baterai berdaya besar, yang pada akhirnya pabrikan membutuhkan biaya produksi lebih banyak.Untuk mobilitasnya sebuah truk besar perlu baterai berkapasitas 400 KWh, atau setara Rp 900 jutaan. Selain harga, baterai berdaya besar bobotnya bisa mencapai 2 ton.
Apakah perusahaan logistik siap beralih ke elektrifikasi di waktu dekat ini, mengingat masih mahalnya harga baterai di samping bobotnya yang cukup berat. Sehingga, belum dapat mencapai tingkat keekonomian dalam pengoperasiannya.
Nah, kita simak apa kata manajemen KTB menyangkut soal ini. Pada acara Media Gathering Fuso, Senin (6/3), manajemen KTB percaya diri atas kemampuan e-Canter. Ini diungkap President Director KTB Nobukazu Tanaka, di elektrifikasi Mitsubishi Fuso menjadi terdepan dalam studi pasar kendaraan niaga listrik di Indonesia via uji coba e-Canter. “Oleh karena itu KTB berencana memperkenalkannya di Indonesia dalam waktu dekat,” ungkapnya.
Dalam paparan sebelumnya, GM of Product Strategy KTB Bayu Aprizal menjelaskan, e-Canter telah diproduksi sejak 2017 untuk pasar Jepang, Amerika Serikat dan Eropa. “Kami mendatangkan e-Canter untuk melakukan ujicoba jalan dengan kondisi aktual konsumen pada tahun lalu. Sejauh ini sudah ada lima konsumen yang mencoba e-Canter dan terbukti dapat memenuhi aktual bisnis Indonesia tanpa kendala yang berarti,” ujar Bayu.

Menurutnya, konsumen yang sudah mencoba e-Canter banyak memberikan feedback positif, khususnya terkait performa dan kenyamanan berkendara. Dari hasil itulah KTB berencana memperkenalkan generasi baru e-Canter, di mana nanti model baru itu berbeda karena terdapat beberapa peningkatan teknologi yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan konsumen di Indonesia,” terang Bayu.
Bayu membeberkan, peningkatan tersebut antara lain kapasitas baterai lebih besar agar bisa lebih jauh menempuh perjalanan, varian yang lebih banyak dan berbagai teknologi terbaru yang disematkan e-Canter.
100 Km
Dari spesifikasi tertulis, kemampuan jelajah e-Canter hanya 100 km. Tenaga itu berasal dari 6 baterai lithium-ion dengan kapasitas 370 volt, atau 13,5 kilowatt per hour (kWh). Berdasarkan pengujian internal dengan daya angkut 75 persen, jarak tempuhnya bisa mencapai 100 kilometer.
Ini yang menarik, pengisian baterai dengan arus bolak-balik alias AC memerlukan waktu 9 jam. sedangkan DC atau arus searah hanya 1,5 jam.
Sementara untuk motor penggerak bisa menghasilkan tenaga 135 kW, atau setara 184 PS dan torsi puncak 390 Nm, yang disalurkan via transmisi constan reduction, atau tidak menggunakan girboks seperti kendaraan konvensional.
Bagaimana nanti generasi baru e-Canter hadir? Pastikah pupus itu gossip-gosip?
NextID What's Next ?
