Jakarta, NextID – Ajang diskusi FORWOT X Hino di Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC 2024), yang digelar Sabtu (9/3) menarik. Hino yang diageni PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) mengumumkan pembukaan layanan uji KIR Swasta pertama di Tanah Air terletak di Jatake, Tangerang. Kok bisa, ya arena populasinya merek itu sudah bejibun karena beroperasi sudah puluhan tahun di Indonesia.
Apa itu KIR? Pelayanan uji KIR (dari bahasa Belanda: KEUR) merupakan kumpulan rangkaian kegiatan untuk melakukan uji kendaraan bermotor sebagai tanda bahwa kendaraan tersebut layak digunakan secara teknis di jalan raya, khususnya bagi kendaraan yang membawa angkutan penumpang dan barang.
Ini yang menarik, Hino menurut Santiko Wardoyo – CEO & Director HMSI di sela acara diskusi, menyebutkan pihaknya merupakan yang pertama di Indonesia, sekaligus menjadi pilot project pelayanan KIR Hino di Indonesia. Semakin menarik lagi, di fasilitas ini kapasitas optimal pengujian KIR Hino dialokasikan sebanyak 40 kendaraan per hari dengan penguji sebanyak 4 orang. “Ke depan ini akan terus dievaluasi,” ucap Irwan Supriyono, selaku Aftersales & Technical Director HMSI.

“Kami belajar dari dealer-dealer Hino yang ada di Jepang mengenai pengujian KIR ini. Jadi kami menambah standar lagi untuk KIR yang ada di sini. Istilahnya KIR plus. Informasi tambahan semua merek bisa diterima di sini dan kalau mau uji KIR di fasilitas ini biayanya Rp 275 ribu saja,” tandas Irwan yang menyebutkan investasi fasilitas itu sebesar Rp 10 miliar.
Lebih jauh dia menjelaskan, proses pengujian KIR berdasarkan standar Hino. Benchmark yang dilakukan HMSI adalah uji KIR diler Hino dari Jepang. “KIR Swasta yang ada di Jepang itu standarnya lebih ketat. Sesuai standar yang dimiliki Hino,” jelasnya.
KIR yang dimiliki Hino Indonesia selain yang sudah ditetapkan pemerintah, juga pengecekan kelistrikan yang lebih detail. Apabila kelistrikan tidak standar yang berpotensi merusak kendaraan di jalan, maka si penguji punya hak untuk tidak meluluskan kendaraan.
“Contoh pengecekan sikring yang tidak standar atau kabelnya dilangsungkan (tidak lewat sikring). Atau, contoh lagi penggunaan klakson angin di mana mereka ambil sumber angin yang salah (dari tangki). Hino sebenarnya punya standar khusus untuk itu, yakni mengambil sumber anginnya dari mana,” timpal Dhana Darmasetiawan – Kepala Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor (UPUBKB) Swasta HMSI.

Selain itu juga dilakukan pengecekan kampas rem. Menurutnya, tim penguji di fasilitas uji KIR Hino dapat, mengecek ketebalan kampas rem. Si penguji boleh memberikan tanda tidak lulus karena rem sudah mau habis. Hino punya know how soal hal tersebut,” jelas Dhana lagi.
Balai pengujian KIR Hino memiliki fasilitas yang sangat lengkap. Dokumentasi KIR HINO (mulai dari kamera CCTV, pencatatan tim Hino) itu bisa disimpan selama 6 bulan. Penguji juga punya hak prerogatif ini layak jalan atau tidak. “Kalau ditemui di sana (fasilitas KIR HINO) ternyata ada yang membuat tidak layak jalan, maka akan disarankan untuk diperbaiki terlebih dahulu. Nah istimewanya di fasilitas ini (tempat uji KIR Hino) terintegrasi dengan bengkel resmi Hino sehingga bisa langsung menjadi prioritas untuk diperbaiki,” imbuh Irwan lagi.
Menurutnya, Hino dengan KNKT (Komisi Nasional Keselamatan Transportasi) juga saling sharing informasi. “Kami sendiri juga punya informasi penyebab kecelakaan. Jadi kita akan cek semua penyebab mengenai kecelakaan. Penguji Hino akan selalu update mengenai isu-isu kecelakaan yang ada di luar,” tutup Irwan sembari menambahkan fasilitas uji KIR Hino beroperasi Senin – Jumat dari jam 08.00 – 17.00 dengan tarif Rp 275 ribu.

NextID What's Next ?
