Monday , 7 September 2026
Home / Auto / Mengapa Tabrakan Beruntun Sering Terjadi?  
Tabrakan beruntun memang mengerikan. Selain boleh jadi ada korban jiwa dan menimbulkan kerusakan parah yang merugikan banyak pihak. Ist

Mengapa Tabrakan Beruntun Sering Terjadi?  

Jakarta, NextID – Kecelakaan beruntun kembali mewarnai jagad pemberitaan maupun sosial media. Salah satunya yang terjadi baru-baru ini kecelakaan beruntun di Tol Dalam Kota Jakarta yang menyebabkan macet berkilometer. Mengapa masih sering terjadi, apa penyebabnya?

Jika bicara penyebab, faktor pemicu kecelakana beruntun beragam, menurut Auto2000. Oleh sebab itu kita wajib menerapkan pola defensive driving ketika akan mengemudikan mobil di jalan. Nah, berikut beberapa hal yang menjadi pemicu, dan tips untuk mencegah agar kita tak terlibat pada tabrakan beruntun.

Pemicu Tabrakan Beruntun

1. Menjadi Lane Hogger

      Lane hogger adalah pengemudi yang tidak memperhatikan kecepatan mobil dan melaju pelan di lajur cepat. Mereka melihat lajur kanan yang kosong sehingga tidak mau menggunakan lajur tengah atau kiri.

      2. Malas Jaga Jarak Aman

      Malas menjaga jarak aman merupakan Tindakan yang berbahaya, khususnya di kecepatan tinggi. Begitu situasi darurat, kita akan kesulitan melakukan pengereman mendadak meskipun mobil telah dilengkapi fitur safety canggih. Ini juga bisa disebabkan oleh ego pengemudi saat memacu mobilnya.

      3. Ngebut di Bahu Jalan Tol

      Ada kendaraan dalam situasi darurat justru ditabrak dari belakang oleh orang yang ngebut di bahu jalan. Atau, pengendara yang menabrak mobil lain di lajur utama akibat menghindar dari mobil yang berhenti darurat di bahu jalan.

      Ibarat “nasi telah jadi bubur” adalah konsekuensi logis ketika banyak hal diabaikan pengemudi. Ist

      4. Mengalihkan Perhatian

      Karena mengalihkan perhatian saat main HP, pengemudi menjadi kurang memperhatikan mobil di depan untuk mengurangi kecepatan. Ini berpotensi untuk melakukan pengereman mendadak, sehingga bisa menyebabkan tabrakan beruntun. Atau, bahkan mobil pindah lajur atau berkurang kecepatannya tanpa disadari, padahal dari belakang ada mobil lain.

      5. Mengantuk

      Meski hanya mengantuk sepersekian detik, mobil dapat pindah lajur atau berkurang kecepatannya tiba-tiba. Tentu sangat berisiko dan dapat menyebabkan tabrakan beruntun.

      6. Pindah Lajur Sembarangan

      Memaksakan diri pindah lajur, terutama ke lajur cepat, padahal ada mobil lain dari belakang, bisa memicu tabrakan beruntun. Ada kasus pula pengemudi tidak mengecek spion dan menyalakan lampu sein ketika pindah lajur.

      7. Melanggar Aturan Lalu Lintas

      Aturan lalu lintas di antaranya adalah rambu batas kecepatan dan dilarang menyalip. Termasuk marka jalan seperti garis lurus yang berarti tidak boleh pindah lajur. Banyak yang masih melanggar akibat seenaknya sendiri saat mengemudi mobil.

      8. Lampu-lampu Tidak Berfungsi

      Lampu-lampu mobil mejadi komponen penting berkendara, ketika ada lampu yang tak berfungsi baik dapat memicu kecelakaan, salah satunya tabrakan beruntun. Nah salah satu contohnya adalah lampu rem. Jadi mobil di belakang tidak mendapat informasi bahwa mobil depannya melakukan pengereman.

      Etika dan tertib wajib diutamakan saat melintas di jalan tol. Ist

      Tips Cegah Tabrakan Beruntun

      1. Jaga Jarak Aman

      Cara termudah adalah dengan teknik berhitung tiga detik. Harapannya, waktu 3 detik cukup untuk merespons situasi darurat seperti ketika lampu rem mobil di depan tiba-tiba menyala. Jarak aman juga harus ditambah ketika laju mobil semakin cepat.

      2. Ikuti Aturan Kecepatan di Jalan

      Mobil yang terlalu pelan membuat kendaraan lain di belakang sulit mengantisipasi jarak dan laju mobil. Sedangkan mobil yang terlalu kencang berpotensi menabrak kendaraan lain di depan jika gagal dikendalikan. Berjalanlah sesuai aturan dan kebutuhan agar tidak memicu kecelakaan.

      3. Jangan Menjadi Lane Hogger

      Segera kembali ke lajur tengah atau kiri kalau sudah mendahului kendaraan lain. Jangan memaksakan untuk mengemudi di lajur kanan meskipun kondisinya sedang sepi. Risiko kena tabrak dari belakang sangat besar kalau diabaikan.

      4. Fokus dan Waspada

      Luaskan pandangan ke sekitar mobil untuk mengantisipasi risiko pergerakan kendaraan lain. Simpan ponsel dan persiapkan segala kebutuhan mengemudi dengan baik agar perhatian tidak terdistraksi.

      5. Selalu Cek Spion Mobil

      Cek spion secara berkala membuat pengemudi dapat memantau kondisi sekitar mobil. Katakan terjadi kondisi darurat, segera lihat spion untuk memastikan mobil di belakang tidak lepas kendali.

      Untuk memastikan semua komponen mobil berfungsi baik dan mobil sanggup bereaksi di situasi darurat, lakukan servis berkala untuk menjaga kondisi mobil. Ist

      6. Servis Berkala

      Untuk memastikan semua komponen mobil bergfungsi dengan dan mobil sanggup bereaksi di situasi darurat, lakukan servis berkala untuk menjaga kondisi mobil.

      “Tabrakan beruntun kerap terjadi lantaran pengguna kendaraan tidak patuh aturan lalu lintas seperti menjadi lane hogger, mengemudi di kecepatan yang tidak sesuai, tidak menjaga jarak aman, dan mengemudi di bahu jalan. Pastikan mobil dalam kondisi prima supaya dapat mencegah kecelakaan dengan servis berkala di bengkel Auto2000,” terang Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000, Sabtu (5/9).

      About Gatot Irawan

      Check Also

      Astra Honda Raih Podium dan Poin Penting di ARRC Sepang

      Jakarta, NextID – Astra Honda Racing Team (AHRT) kembali menunjukkan semangat juang tinggi pada putaran …

      Leave a Reply