Wednesday , 2 September 2026
Home / Auto / Membedah Dua Gaya Modifikasi iCAR V23: Dari British Classic hingga EV City Slicker
Terinspirasi mobil Inggris, iCAR V23 milik Den Dimas tampil dengan konsep modifikasi simpel klasik yang menghadirkan performa off-road di atas ekspektasi. Ist

Membedah Dua Gaya Modifikasi iCAR V23: Dari British Classic hingga EV City Slicker

Jakarta, NextID – iCAR V23  dirancang dengan karakter yang memberikan ruang bagi pemilik untuk mengekspresikan gaya personal melalui kendaraan mereka. Tidak hanya melalui desainnya yang khas, konsep Plug and Play pada V23 membuka berbagai kemungkinan personalisasi, baik melalui permainan warna, aksesoris, maupun elemen lain yang dapat disesuaikan dengan preferensi dan kebutuhan penggunaan sehari-hari.

Fleksibilitas tersebut terlihat dari dua interpretasi berbeda yang diterapkan pada iCAR V23 milik Den Dimas dan Om Mobi. Berangkat dari basis kendaraan yang sama, Den Dimas memilih pendekatan bernuansa mobil klasik Inggris, sementara Om Mobi membawa V23 ke arah EV City Slicker yang lebih urban dan modern. Keduanya menunjukkan bagaimana karakter V23 dapat dikembangkan tanpa kehilangan fungsi dasarnya sebagai kendaraan listrik untuk mobilitas sehari-hari.

“Melalui konsep Plug and Play, kami ingin memberikan ruang bagi pemilik iCAR V23 untuk menjadikan kendaraannya lebih personal. Den Dimas dan Om Mobi menunjukkan bahwa V23 dapat disesuaikan dengan gaya yang berbeda, mulai dari karakter klasik hingga lebih urban, sesuai preferensi masing-masing pemilik. Bagi kami, kebebasan untuk berkreasi dalam mempersonalisasi kendaraan menjadi bagian penting dari pengalaman memiliki iCAR V23,” ujar Metta Yunita, Head of Marketing iCAR Indonesia.

Atap broken white two-tone hasil modifikasi Den Dimas, buat tampilan V23 semakin standout. Ist

Bagi Den Dimas, karakter desain menjadi salah satu daya tarik utama iCAR V23. Tampilan yang gagah, posisi berkendara yang tinggi, dan kaca depan yang tegak menghadirkan nuansa 4×4 yang sesuai dengan karakter kendaraan yang ia sukai. Ia juga mengapresiasi penggunaan tombol-tombol fisik yang dinilai praktis untuk menunjang aktivitas berkendara sehari-hari.

Karakter tersebut kemudian ia kembangkan melalui sejumlah ubahan pada bagian eksterior. Mulai dari ukuran velg hingga permainan warna pada bodi, setiap detail dipilih untuk mempertahankan kesan sederhana sekaligus menghadirkan sentuhan klasik.

“Untuk konsep modifikasi yang saya usung di mobil saya adalah gaya simple tapi tetap klasik. Velg saya turunkan dari 21 ke 17 inci karena mau mencari profil yang lebih tebal. Selain itu, secara eksterior saya juga ingin memberikan kesan two-tone dengan atap dan kaca belakang broken white, terinspirasi dari mobil-mobil Inggris,” ujar Den Dimas.

Di luar aspek personalisasi, V23 tetap menjadi kendaraan yang digunakan Den Dimas untuk berbagai aktivitas harian, termasuk mengantar anak sekolah. Untuk kebutuhan tersebut, ia lebih banyak menggunakan Eco Mode, sementara biaya listrik yang dikeluarkan sekitar Rp500 ribu per bulan. Ia juga sempat membawa V23 untuk aktivitas off-road ringan di Sentul dan menilai performanya mampu memberikan pengalaman berkendara yang sesuai dengan ekspektasi.

Bagi Den Dimas, kombinasi karakter desain, kemudahan penggunaan, dan fleksibilitas tersebut menghadirkan pengalaman memiliki kendaraan yang berbeda. V23 memberinya kesempatan untuk mendapatkan nuansa mobil klasik 4×4 yang ia sukai, tanpa harus menghadapi kompleksitas dalam merawat kendaraan tua. “Buat saya, iCAR V23 menjawab kebutuhan orang yang ingin memiliki mobil klasik 4×4 tapi tidak mau repot,” pungkasnya.

Om Mobi Hadirkan Konsep Mobil EV City Slicker

Jika Den Dimas membawa V23 ke arah klasik, Om Mobi memilih pendekatan yang lebih modern melalui konsep EV City Slicker. Personalisasi dilakukan untuk memperkuat karakter stylish V23 sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari.

“V23 adalah mobil listrik kami yang paling ganteng. Menonjol pada sisi tampilan dan surprisingly hemat untuk pemakaian normal dalam kota. Dalam kondisi kota lancar, range-nya bisa lebih dari ekspektasi,” ungkap Om Mobi.

Menurut Om Mobi, salah satu hal yang menarik dari V23 adalah ruang eksplorasi yang diberikan kepada pemilik. Ia tidak hanya melakukan ubahan pada eksterior dan kaki-kaki, tetapi juga menyesuaikan sistem audio agar lebih sesuai dengan preferensi pribadinya. Stiker logo MotoMobi kemudian menjadi salah satu detail yang memperkuat identitas V23 miliknya.

About Gatot Irawan

Check Also

Wow, STARGAZER Cartenz “Melejit” Penjualannya

Jakarta, NextID – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) terus memperkuat posisi STARGAZER Cartenz di pasar Indonesia, …

Leave a Reply