Home / Auto / Jelajahi Rantai Produksi EV Pertama di Indonesia bersama Hyundai 
Hyundai Indonesia menggelar Hyundai EV Ecosystem Tour 2025, untuk melihat proses pembuatan baterai dari raw material hingga menjadi unit mobil. Untuk menjelajahi program unik ini, sejumlah mobil listrik disiapkan sebagai kendaraan jurnalis. Ist

Jelajahi Rantai Produksi EV Pertama di Indonesia bersama Hyundai 

Jakarta, NextID – Hyundai EV Ecosystem Tour 2025 adalah acara unik ternyata. Hyundai terus menegaskan posisinya sebagai pionir mobil listrik di Indonesia dengan kembali memperkuat komitmen keberlanjutan produksi EV di dalam negeri. Komitmen ini dibuktikan lewat inisiatif PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) yang menggelar acara keren itu.  

Hyundai EV Ecosystem Tour 2025 ini dikemas menarik karena kegiatan tersebut menunjukkan eksistensi tiga pabrik Hyundai di Indonesia, yaitu HMMI, HLI Green Power (HLI), dan Hyundai Energy Indonesia (HEI) sebagai rangkaian ekosistem produksi kendaraan listrik terlengkap dan pertama di Indonesia.

“Hyundai telah dikenal dengan lini EV yang menawarkan kualitas premium, teknologi tinggi, dan performa mumpuni. Ini tak terlepas dari komitmen kami dalam menjamin kegiatan produksi yang presisi dan inovatif. Seluruh teknisi kami pun telah melalui uji kompetensi yang ketat untuk memastikan setiap kendaraan sampai di tangan konsumen dengan standar kualitas dan keamanan terbaik,” ujar Bong Kyu Lee, President Director HMMI, Rabu (14/5).  

Pabrik HMMI dibangun dan beroperasi dengan pendekatan ramah lingkungan untuk menghadirkan lini kendaraan yang mampu melampaui ekspektasi konsumen. Maka dari itu seluruh kegiatan operasional pabrik telah berstandar internasional, termasuk di area produksi utama, mulai dari press shop, body shop, paint shop, engine shop, hingga assembly shop. Selain itu, HMMI juga memiliki proving ground untuk menguji ketahanan kendaraan terhadap berbagai kondisi jalan dan cuaca di Indonesia.

Kualitas Baterai di EV Hyundai

Standar kualitas tertinggi juga diterapkan di pabrik HLI Green Power. Ki Chul Hong, CEO HLI Green Power mengatakan, kualitas kendaraan listrik sangat ditentukan oleh baterainya. Maka dari itu, HLI Green Power berkomitmen untuk menjalankan proses produksi berstandar global untuk menghasilkan sel baterai terbaik untuk kendaraan listrik Hyundai.

“Produksi sel baterai secara lokal ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan daya saing Indonesia dalam membangun industri kendaraan listrik,” ujarnya saat tatap muka di pabrik HLI Green Power.

Produksi sel baterai di HLI Green Power meliputi tiga proses utama: electrode manufacturing, cell assembly, dan formation. Electrode manufacturing adalah tahap di mana katode dan anode dicampur, dilapisi (coating), dan dipadatkan melalui roll pressing untuk membentuk elektrode yang pipih. “Elektrode ini kemudian melalui teknik slitting, nothing, dan drying hingga menyerupai bentuk awal sel baterai,” sebut  Ubaidah Jarrah, saat berkeliling pabrik dan menjelas ke jurnalis.

Lalu lanjutnya, cell assembly adalah proses penyusunan elektrode menggunakan teknik advanced zigzag stacking untuk menyesuaikan bentuk dan struktur baterai. Selanjutnya, pada tahap formation, baterai distabilkan melalui proses pengisian dan pelepasan daya yang disertai pengeluaran gas dan inspeksi kualitas. “HLI Green Power tak hanya memasok sel baterai di dalam negeri, namun juga memenuhi kebutuhan pasar internasional,” jelasnya.

Keamanan Baterai EV Hyundai

Peran HMMI dan HLI Green Power untuk menjalankan proses produksi mobil listrik Hyundai secara lokal dan komprehensif turut didukung dengan kehadiran Hyundai Energi Indonesia (HEI). Chang Oug Hong, President Director HEI mengatakan, pihaknya bertanggung jawab untuk memastikan penyusunan modul dan sistem baterai yang sesuai standar serta melakukan pengujian ketat terhadap setiap unit baterai. “Dengan begitu, EV Hyundai yang beredar di pasar sudah teruji kualitas dan keamanannya,” jaminnya.

Sama seperti saat berkunjung ke pabrik HLI Green Power, di sini pun jurnalis diajak berkeliling melihat proses produksi. Saat berkeliling, kami ditemani Arif Rajagukguk – Asst. Manager Poduksi HEI. Terlihat proses penyusunan modul baterai yang terdiri terdiri dari penyusunan sel baterai, pengemasan, dan proses integrasi sel baterai melalui pengelasan. “Setelah itu, sel baterai akan disusun menjadi sistem baterai yang utuh untuk kemudian dilakukan pengujian pemakaian. Pengujian tersebut meliputi konsumsi baterai, kualitas pengisian daya, hingga kestabilan arus daya,” jelasnya.

Ini menarik saat bekunjung ke pabrik ketiga yakni HMMI, di Cikarang. Ini pabrik mobil Hyundai terluas di Asia Tenggara. Namun karena waktu terbatas maka hanya area body part dan area assembly yang kami sambangi. Di dua area ini kami ditemani oleh Isser Harapan Torang Sihite – Head of Body Department dan Ichsan Nur Fajar – Head of Assembly Department yang komunikatif.

All-New KONA Electric

Berbekal ekosistem kendaraan listrik yang komprehensif tadi, Hyundai mampu menghadirkan model EV yang inovatif. Salah satunya adalah All-new KONA Electric yang menjadi manifestasi dari kolaborasi dan sinergi antara HMMI, HLI Green Power, dan HEI.

All-new KONA Electric memiliki TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) mencapai 80%, diproduksi secara penuh di dalam negeri oleh tangan-tangan ahli talenta Indonesia, mulai dari perakitan, pembuatan sel baterai, hingga pembuatan modul dan sistem baterai. Kapabilitas Hyundai dalam membangun pusat produksi kendaraan listrik pertama di Indonesia menjadikan All-new KONA Electric mobil listrik pertama yang benar-benar Indonesia, baik dari segi produksi, kualitas, maupun relevansi.

Adapun All-new KONA Electric telah dibekali inovasi terkini seperti konektivitas terdepan dari Hyundai Bluelink yang memudahkan pengguna dalam menjalani mobilitas. Dukungan Hyundai Bluelink pun memberikan rasa aman lebih bagi para pemilik All-new KONA Electric. Pasalnya, ada fitur View Around My Vehicle yang memungkinkan pengguna melihat visual kendaraan secara 360° melalui aplikasi Hyundai Bluelink saat kendaraan dalam keadaan mati.

All-new KONA Electric juga sudah menerapkan over-the-air (OTA) update. Jadi, seluruh modul yang digunakan untuk menjalankan fitur-fitur mobil, mulai dari keperluan entertainment hingga charging, bisa diperbarui secara digital tanpa datang ke dealer. Dengan begitu, pengalaman pembaruan sistem jadi lebih mudah, menyenangkan, dan hemat biaya.

Di samping All-new KONA Electric, Hyundai juga menghadirkan berbagai model EV lain yang disesuaikan dengan preferensi masyarakat, seperti IONIQ 5, IONIQ 5 N, IONIQ 6, dan All-new KONA Electric N Line. Ketersediaan model EV yang variatif pun didukung dengan pengalaman kepemilikan kendaraan yang worry-free berkat layanan aftersales inovatif dari Hyundai. Hyundai juga telah menyediakan lebih dari 130 dealer dan lebih dari 600 stasiun pengisian daya di seluruh penjuru negeri yang menegaskan kelengkapan ekosistem EV Hyundai di Indonesia.

About Gatot Irawan

Check Also

Leapmotor Percepat Akselerasi Ekspansi Global Bersama Stellantis

Jakarta, NextID – Leapmotor, produsen kendaraan listrik pintar asal Tiongkok yang kini mengukuhkan posisinya sebagai …

Leave a Reply