Jakarta, NextID – Dalam kurun waktu satu dekade terakhir pasar kendaraan roda dua di Indonesia sudah menjadikan skuter otomatik atau motor matik sebagai segmen yang mencatatkan penjualan tertinggi. Secara spesifik juga menunjukan keadaan bahwa motor matik bermesin 125 cc mendominasi pasar kendaraan roda dua di Tanah Air.
Motor matik berkapasitas mesin 125 cc banyak jadi pilihan konsumen nasional karena sejumlah hal. Sebut saja ada nilai lebih dalam hal akomodasi dan motor matik di segmen ini banyak yang memilik bagasi dengan volume sedang. Dapat berfungsi untuk menaruh barang bawaan, atau keperluan selama perjalanan. Hal lain yang juga dijadikan motivasi dalam memilih motor matik jenis ini yaitu harga belinya yang tergolong terjangkau dengan keragaman fitur serta detail desain yang unggul.
Perihal konsumsi bahan bakar yang ekonomis dengan potensi tenaga yang tersedia juga kerap dijadikan konsideran dari konsumen. Namun tentu saja soal perawatan yang relatif mudah ikut mendorong segmen motor matik bermesin 125 cc punya daya pikat yang besar.
Dan soal perawatan tentu saja termasuk opsi dalam memilih pelumas yang secara rutin harus diganti. Motor matik bermesin 125 cc umumnya punya volume tampung oli mesin 700 sampai 800 mililiter. Memilih oli untuk mesin motor matik bermesin 125 cc bukan hal yang sulit, namun tetap butuh kejelian khusus agar mesin bisa tetap terjaga performanya.
Hal itu dikarenakan pada mesin motor matik terkini sebenarnya terdapat komponen yang lebih banyak jumlahnya sehingga membuat celah antar komponen semakin rapat, dengan begitu saluran untuk mengalirnya oli menjadi lebih halus. Mesin 125 cc pada motor matik terkini dikenal punya desain yang mengutamakan dimensi yang compact sekaligus ekonomis namun bisa menghasilkan performa yang mumpuni untuk melintasi rute harian serta menopang beban tingkat sedang.
Di pasaran, oli yang cocok untuk motor matik model ini jamak diberi kode SAE 10W-30. Salah satu karakternya punya tingkat kekentalan yang terbilang rendah, secara fisik sedikit lebih kental dibandingkan yang berkode SAE 10W-40.

“Hendaknya konsumen memang bisa benar-benar memahami dengan baik semua kode pada kemasan oli supaya performa kendaraan bisa maksimal, setiap kode pada kemasan oli tidak bisa berlaku secara umum untuk semua jenis mesin motor matik,” buka Hartanto Setiawan selaku Automotive Technical Manager PosXGroup.
Diterangkan kembali oleh Hartanto, sangat penting menggunakan oli mengacu pada manual book atau buku petunjuk kendaraan. Misalkan kendaraan yang mempunyai desain mesin rapat membutuhkan tingkat kekentalan oli lebih rendah dengan rekomendasi oli SAE 10W-30 dibandingkan oli SAE 10W-40 saat kondisi operasional sehingga oli lebih mudah mengalir memenuhi ruangan celah mesin.
“Kedua jenis oli itu dibuat untuk memenuhi spesifikasi mesin yang sesuai juga dengan kebutuhan performa serta potensi beban yang akan diterima kendaraan. Perlu diingat kembali, karena memilik desain mesin yang berbeda, pemakaian oli untuk motor transmisi manual dan motor matik, jelas berbeda satu sama lain. Tidak bisa bertukar spesifikasi karena transmisi manual memakai kopling basah, sementara motor matic memakai kopling kering,” wanti Hartanto mengingatkan.
Rutin Ganti Oli
Menurutnya, pemakai motor matik 125 cc hendaknya rutin melakukan penggantian oli agar performa pelumasan tetap maksimal. Panduan mudahnya, penggantian oli setiap 2.000 hingga 3.000 kilometer, atau bisa juga pakai rentang waktu setiap dua bulan sekali. Saat ini oli untuk motor matik bermesin 125 cc yang tersedia di pasar umumnya berada dalam kemasan 700 hingga 800 mililiter. Ini selaras dengan kapasitas oli pada motor matik harian ini yang berada pada kisaran 800 mililiter. Sementara itu harga ecerannya juga cukup lebar, bisa dimulai dari kisaran Rp 40 ribu – Rp 80 ribu.
Di bawah ini ada 10 produk oli 10W-30 yang bisa dipilih.
MOTUL Scooter LE, memiliki spesifikasi antara lain berstandar JASO MB dan API SL, ada kandungan ester serta aditif pembersih maupun anti aus komponen. Oli ini masuk kategori oli Mineral, lebih cocok untuk motor matik baru yang tingkat keausan mesin serta kebisingannya masih minim. Volume kemasan oli ini 800 mililiter.
REPSOL MXRMatic, oli sintetik ini punya spesifikasi yang tertera pada kemasan; JASO MB dan API SL, klaim formulanya minim gesekan serta reduksi konsumsi bahan bakar. Ada ‘fitur’ XRTechnology membantu menjaga kebersihan mesin, mengisolasi partikel berbahaya dan menjaga lapisan anti aus. Volume oli ini seperti yang tercatum pada kemasan adalah 800 mililiter.
FEDERAL OIL Matic 30, merupakan oli sintetik berstandar JASO MB dan API SL, mempunya empat formula unggulan. Pertama, Advanced Active Moly yang akan mengurangi gesekan komponen mesin sekaligu spenjaga suhu mesin. Kemudian ada Active Cleansing Molecule yang berfungsi membersihkan komponen interna mesin, Wear Protection Technology untuk mereduksi keausan komponen mesin. Dan Heat Protection Formulation untuk menjaga suhu mesin tetap stabil motor matic berjalan. Volume kemasan oli ini 800 mililiter.
PANAOIL SP5, oli sintetik yang dibuat dari virgin base oil ini juga mempunyai kode JASO MB, khusus untuk motor otomatis (kopling kering) alias motor matik. Standarisasi JASO ini secara spesifik diformulasikan atas kebutuhan formula oli kendaraan bermotor standar global untuk oli kendaraan bermesin 4-tak.
Oli PanaOIL SP5 Synthetic Protection merupakan oli sintentik yang menggunakan teknologi Engine Power Protection Tech dengan kandungan aditif Molybdenum Dithiocarbamate, sehingga mempunyai karakter struktur molekul yang lebih baik dalam hal perlindungan komponen mesin dari potensi keausan, tidak mudah teroksidasi, bahkan bisa menghadirkan proses pendinginan mesin yang lebih optimal daripada oli mineral. Kemasan oli ini juga berukuran 800 mililiter.

SHELL Advance 4T AX5 Scooter, oli berkode JASO MB ini volume kemasannya 800 mililiter, merupakan oli mineral premium. Mengandung zat aktif antioksidan ACT (Active Cleansing Technology), membantu menghilangkan kerak serta menjaga viskositas, sekaligus juga menjaga performa pelumasan dalam kondisi baik dengan durasi lebih lama.
PERTAMINA Enduro Matic, berkode JASO MB dan API SL dengan volume 800 mililiter. Formula utamanya zat aditif Molydbedenum, berguna untuk mengurangi friksi antar komponen internal mesin pada suhu mesin dan juga ketita motor matik melaju di kecepatan tinggi. Direkomendasikan untuk produk motor matik generasi terbaru, terutama untuk buatan pabrikan Jepang.
X-TEN XT-30 Matic, berkode JASO MB dan API SL dengan volume 800 mi. Ini merupakan oli full sintetik. Aditif utamanya adalah adanya kandungan Ester. Punya klaim; pemakaian oli berdurasi panjang, membuat kinerja komponen mesin juga tahan lama, dan membuat performa mesin jadi ‘enteng’ hingga masa akhir efektivitas oli sebelum diganti dengan yang baru.
ENEOS NXP Scooter 1, spesifikasinya API SL dan JASO MB, merupakan oli semi sintetik, volume yang tersedia 800 mililiter. Secara spesifik oli ini ditujukan untuk motor matic dengan mesin 110- 125 cc. Oli ini dirancang khusus dengan kualitas standar pabrikan Jepang untuk unit generasi baru.
CASTROL Activ Matic, spesifikasi JASO MB merupakan oli semi sintetik, volume kemasan 800 mililiter. Secara teknis sesuai untuk motor matik ‘low end.’ Ada formula molekul Actibond dengan klaim melekat pada bagian-bagian penting bahkan ketika mesin mati serta memberikan lapisan pelindung sejak Anda menghidupkan mesin sekaligus menjaga stabilitas termal yang selama mesin bekerja,
EVALUBE Scootix HX, punya rating API SL dan JASO MB, serta merupakan pelumas dengan kekentalan ganda (multigrade). Ini oli sintentik, ada formula aditif Molydenum Dithiocarbamate yang berguna untuk mengurangi friksi antar komponen mesin pada suhu dan putaran mesin yang tinggi. Viscositas yang rendah agar memudahkan sirkulasi pelumas dan memberikan konsumsi bahan bakar yang lebih ekonomis lebih baik sekaligus motor matik dihidupkan.
NextID What's Next ?
