Jakarta, NextID – PT Green Tech Electric Automotif (Green Tech) secara resmi menandatangi perjanjian kerjasama (PKS) dengan Institut Teknologi PLN (ITPLN) dengan mengusung tema “Mewujudkan Electric Vehicle yang Berkualitas, Aman, dan Nyaman. Seremoni ini dilakukan oleh Direktur Green Tech Iman Budiaji Wibawa dan Wakil Rektor IV ITPLN Dr. Ir. Pawenary, yang disaksikan oleh Santoso Januwarsono, Direktur PT Green Tech Electric Automotif dan Djoko Parwoto, Ketua YPK PLN , di Ruang Pembangkit ITPLN, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (12/4).
Santoso Januwarsono, selaku Ketua Panitia dan sekaligus Direktur PT Green Tech Electric Automotif, mengatakan, kerjasama ini merupakan pengembangan sepeda motor listrik yang pertama kali dilakukan ITPLN dengan pabrikan sepeda motor listrik. “Kerjasama yang saling menguntungkan diharapkan mampu membuat ITPLN semakin maju dan dikenal. Tujuan kerjasama ini untuk pengembangan dan penelitian kendaraan listrik, khususnya motor listrik. Ke depan, kami bersepakat untuk melakukan pengembangan lebih lanjut lagi, seperti baterai kendaraan listrik,” jelas pria yang akrab disapa Janu.
Janu menambahkan, saat ini Green Tech, sebagai produsen sepeda dan motor listrik telah membangun aplikasi ojek online berbasis motor listrik, yaitu e-trans. “Green Tech manyasar pangsa pasar mahasiswa. Oleh sebab itu, kami memberikan diskon khusus dan fasilitas kredit yang menarik bagi mahasiswa ITPLN yang akan memiliki motor listrik Green Tech. Nantinya, mahasiswa ITPLN dapat melakukan free charging di SPKLU yang kami pasang di ITPLN,” jelasnya.
Penelitian Baterai Motor Listrik
“ITPLN memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerjasasama yang telah terjalin dengan Green Tech. Perjanjian Kerjasama ini merupakan bentuk win-win solution yang saling memberikan keuntungan antara ITPLN dan Green Tech,” ujar Pawenary.
Ini, tambahnya, merupakan kerjasama pertama bagi ITPLN dengan pabrikan atau assembling kendaraan listrik sebagai wujud menjalankan Tri Dhrama Pergururan Tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat). “Mahasiswa dan Dosen dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam tentang electric vehicle (EV), khususnya sepeda motor listrik, seperti melakukan penelitian dan pengembangan baterai untuk kendaraan listrik,” jelasnya.
Dia menambahkan, ke depan ITPLN mengajukan usulan untuk membangun bengkel konversi untuk service dan maintenance motor listrik. “Selain itu, ke depan kami juga dapat mengembangkan platform digital untuk kebutuhan start up tentang kendaraan listrik,” terang Pawenary.