Home / Auto / Bukber “Berdaging” ala Forwot!
Agus Sani memberi "pesona" safety riding dengan tips mudik aman dan nyaman. (GI)

Bukber “Berdaging” ala Forwot!

Jakarta, NextID – Momen buka puasa bersama (bukber) yang digelar Forum Wartawan Otomotif (FORWOT), kali ini unik, “berdaging” karena diisi dengan paparan teknis soal keselamatan di jalan raya, khususnya jelang mudi Lebaran. Acara berlangsung Rabu (26/3) di Kedai Halaman, Cipete, Jakarta Selatan.

Yang menarik, pembicaranya orang-orang spesial di jagad otomotif roda dua dan empat yakni Agus Sani – pakar safety riding dari Wahana Makmur Sejati, dan Rifat Sungkar – pebalap/pereli nasional yang sekaligus Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia.

Keduanya berbagi tips dan kisah inspiratif soal bagaimana menciptakan aman di jalan dan bahagia di kampung halaman, saat pergi dan pulang. Wow, ini diibaratkan makan sop buntut Borobudur atau sate padang Mak Syukur Padang Panjang – lidah sontak bergoyang saking syur-nya.

Dahsyat Data Kecelakaan

Ya, kisahnya diawali oleh Agus Sani yang membeberkan bagaimana tips mudik Lebaran yang aman dan nyaman, khususnya pengguna sepeda motor. “Saat ini masih diyakini banyak orang sepeda motor masih menjadi moda transportasi utama saat mudik. Walau kita suka ditakut-takuti dengan statistik 2024 yang memperlihatkan angka kecelakaan bahwa 73% dari 2.985 kecelakaan lalu lintas memang melibatkan sepeda motor, bahkan dengan korban meninggal mencapai 429 orang!

Rifat Sungkar keluarkan jurus “POWERS” buat aman dan nyaman selama mudik Lebaran. (GI)

Apa pasal sepeda motor tetap difavoritkan pemudik? Agus Sani menjelaskan, sepeda motor memang efisien dan praktis, namun juga menyumbang angka kecelakaan tertinggi. Lima penyebab utama kecelakaan motor adalah karena gagal menjaga jarak aman, kelalaian terhadap lalu lintas di depan, kelalaian saat berbelok, melampaui batas kecepatan, dan pelanggaran marka jalan. “Ini fakta dan bukan nakut-nakutin ya,” tandasnya.

Agar nanti mudik tetap aman, dia membagikan tips jitu, antara lain rencanakan perjalanan dengan baik. “Caranya, bangun kebiasaan rutin untuk melakukan pemeriksaan kendaraan sebelum berangkat. Pastikan juga kondisi tubuh kita fit saat berkendara, dan yakinkan diri untuk selalu mencari aman selama di perjalanan,” ujarnya.

POWER

Wow, ini sontak membetot perhatian saat Rifat Sungkar – Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia, menekankan pentingnya pre-trip inspection sebelum melakukan perjalanan mudik dengan kendaraan roda empat.

Dia membeberkan, memang risiko di jalan raya jauh lebih besar ketimbang dunia balap. Balapan hanya punya satu arah lalu lintas. Sedangkan jalan raya jauh banyak. Datangnya bisa dari berbagai arah, bisa dari samping kiri/kanan atau depan/belakang

Rifat menyarankan untuk melakukan metode “POWERS” Yakni “P” untuk Petrols & Paper (cek bahan bakar dan dokumen kendaraan), “O” untuk Oils (periksa oli dan perlumasan bukan hanya mesin), “W” untuk Water (perika teliti semua cairan kendaraan), “E” untuk Electrical (yakinkan sistem kelistrikan berfungsi seluruhnya), “R” untuk Rubber (periksa bagimana kondisi karet kendaraan), dan “S” untuk Safety (pastikan perlengkapan darurat tersedia),” tandasnya.

Foto bersama dengan nara sumber sebagai upaya menjejak sejarah Forwot. Ist

Promosi Menarik

Sebagai Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia, Rifat memanfaatkan kesempatan untuk mempromosikan merek yang diusungnya. Ia berceloteh ceria bahwa Mitsubishi Motors menyediakan berbagai program menarik selama masa mudik. Termasuk diskon pembelian suku cadang hingga 15% dan potongan harga ban antara 30-40%.

Dia mengingatkan, kini berbagai model Mitsubishi Motors sudah memiliki fitur keselamatan kendaraan. “Seperti Adaptive Cruise Control untuk menjaga jarak aman, Blind Spot Warning untuk mendeteksi kendaraan di titik buta, Lane Changing Assist untuk perpindahan jalur, serta Hill Start Assist yang membantu kendaraan menahan posisi di tanjakan.

Apapun itu, Rifat dengan bijak mengajak pemudik untuk membuat journey plan atau perencanaan perjalanan. Ini jelas memiliki tujuan positif agar sebagai pengemudi, dan semua penumpang (misalkan istri dan anak-anak), bisa menyesuaikan waktu tempuh dengan kondisi fisik mereka. “Kita harus memahami apakah kita lebih nyaman berkendara di pagi atau malam hari,” jelas Rifat, memberi contoh.

Dia memburai fakta bahwa human error sering terjadi karena tekanan waktu. Inilah alasan utama kenapa harus membuat perencanaan perjalanan dengan baik, termasuk membawa saldo uang elektronik dari dua bank berbeda untuk kenyamanan di jalan tol.

Diinggatkan Rifat, salah satu penyebab kecelakaan terbesar adalah microsleep atau tidur singkat akibat kelelahan. “Fenomena ini sering tak disadari oleh pengemudi. Solusinya, kita bisa menggunakan aturan 2.20. Setiap dua jam berkendara, istirahat selama 20 menit,” tandasnya.

About Gatot Irawan

Check Also

Jelang Libur Lebaran dan Mudik 2025, Mobil Lubricants Tawarkan Berbagai Hadiah Menarik

Tangerang, NextID – Mobil Lubricants yang merupakan lini merek dari dari PT ExxonMobil Lubricants Indonesia …

Leave a Reply