Saturday , 12 September 2026
Home / Business / Engineering Week 2026 Hubungkan Equipment, Data, dan Teknologi untuk Dorong Transformasi Industri
Ajang Engineering Week 2026 yangh digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta,. Ist

Engineering Week 2026 Hubungkan Equipment, Data, dan Teknologi untuk Dorong Transformasi Industri

Jakarta, NextID – Dalam industri yang mengandalkan ratusan peralatan, teknologi, dan operasi yang berjalan hampir tanpa henti, sebuah keputusan kecil dapat berdampak besar pada keberlanjutan. Kapan sebuah mesin perlu diperiksa? Equipment mana yang mulai menunjukkan penurunan performa? Mana yang berpotensi menggagalkan operasi?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut membuat teknologi di industri tidak lagi hanya berbicara mengenai mesin yang lebih besar, lebih cepat, atau lebih kuat. Perkembangannya mulai bergerak ke arah yang berbeda: bagaimana otomatisasi data dapat membantu manusia mengambil keputusan dengan lebih cepat dan terukur.

Perubahan cara berpikir tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam PERTAABI Summit pada hari ketiga IEE Series – Engineering Week 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (11/9). Dalam forum seminar berjudul “From Corrective to Prescriptive: Driving Reliable Mining Operations through Digital Transformation of Heavy Equipment Maintenance”, Mufrod Feriyanto – Senior Business Development Manager Hexagon, dalam paparannya menjelaskan tentang bagaimana digitalisasi mulai mengubah cara industri menjaga keandalan dan melakukan pemeliharaan peralatan. 

“Kalau kita sudah memiliki data yang valid dan akurat, semua pihak di tambang dapat bergerak dengan alat ukur yang sama lebih cepat, mulai dari engineering, production, hingga maintenance. Dengan begitu, sistem dapat membantu mengoptimalkan maintenance melalui pemantauan kondisi jalan dan kesehatan equipment,” ujarnya. 

Mufrod Feriyanto – Senior Business Development Manager Hexagon. Ist

Penjelasan Mufrod menunjukkan bahwa perubahan dalam maintenance tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi baru, tetapi juga bagaimana data membantu perusahaan memahami kondisi equipment dengan lebih baik. Dengan informasi yang lebih aktual, perusahaan dapat menentukan kapan dan di mana maintenance diperlukan sebelum gangguan berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Di area outdoor IEE Series – Engineering Week 2026, sejumlah perusahaan mulai memperlihatkan bahwa sebuah alat berat kini dapat menjadi lebih dari sekadar mesin yang menjalankan pekerjaan, tetapi juga bisa memberikan masukan berupa berbagai data terkait kondisi dan performa yang kemudian digunakan untuk membantu pengelolaan operasi. Inovasinya hadir melalui perkembangan telematika, sistem monitoring, dan pengolahan data operasional.

Salah satu contoh hadir di area Shandong Heavy Industry Indonesia (SDHI). Pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial pada equipment mulai membuka cara baru dalam mengelola operasi, terutama ketika perusahaan perlu memantau unit yang bekerja di wilayah terpencil atau dalam kondisi yang memiliki risiko keselamatan lebih tinggi. Integrasi ini memungkinkan untuk meminimalkan ketergantungan pada kehadiran operator di lokasi. Bukan lagi berkaitan dengan bagaimana sebuah unit dapat bekerja, tetapi perkembangan ini memberi nilai lebih bagi pertumbuhan industri.

Antara Teknologi dan Manusianya

Hal serupa mulai terlihat di berbagai booth indoor Engineering Week. Hadir tidak hanya produsen alat berat yang membawa teknologi digital, tetapi juga perusahaan yang menyediakan sistem untuk memonitor, mengintegrasikan, dan mengelola aktivitas operasional. Berbagai jenis dasbor yang menampilkan konektivitas, otomasi, hingga sistem manajemen operasional memperlihatkan satu perubahan mendasar: data semakin menjadi kata kunci dalam pengelolaan infrastruktur industri.

Industri pertambangan memang sudah bergerak untuk mendigitalisasi manajemen operasionalnya. Namun, pada kenyataannya, banyaknya data dan puluhan sensor yang butuh dasbor sendiri sering kali mempersulit alur kerja. Oleh karena itu, produk Minexus dari Virtu hadir sebagai solusi dengan mengintegrasikan seluruh sistem operasional ke dalam satu tampilan dasbor terpusat.

Founder dari Virtu, Evan Kusuma, menjelaskan bahwa dengan adanya dasbor terpusat ini, operator tidak lagi harus belajar berbagai dasbor operasional dan melihat data yang terisolasi, melainkan hanya belajar satu sistem dasbor dengan visual operasional 3D yang kontekstual terhadap kondisi lapangan sebenarnya. “Dengan Minexus, operator dan manajemen dapat mempercepat pengambilan keputusan, sehingga mereka bisa bekerja secara preventif untuk memitigasi anomali operasional sebelum menjadi kendala serius di lapangan.” kata Evan.

Salah satu kesibukan di booth indoor Engineering Week. Ist

Inovasi digitalisasi industri juga terlihat, misalnya, dari solusi yang dikembangkan oleh IoT Kreasi Indonesia, yang memanfaatkan sensor dan pemantauan digital untuk mendeteksi potensi kerusakan bangunan maupun persoalan operasional sejak dini. Data dari sensor dapat dipantau melalui dasbor, sehingga kondisi di lapangan dapat diketahui sebelumnya. Memberi nilai tambah bagi industri dalam mengantisipasi risiko, mencegah gangguan yang lebih besar, dan menjaga keberlangsungan operasi.

Pada sektor konstruksi, pendekatan serupa muncul melalui digital workflow dan Building Information Modelling (BIM), yang memungkinkan informasi proyek digunakan secara lebih terintegrasi sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Sementara di sektor manufaktur, perkembangan otomatisasi dan sistem kontrol menawarkan presisi, konsistensi, dan efisiensi proses.

Harbayu Budhi Waryawan, pendiri Archilantis, menjelaskan fungsi BIM demi mempercepat proses identifikasi masalah konstruksi sedari awal, bahkan sebelum pelaksanaan proyek. “Semangatnya adalah kita mencoba membuat rekayasa bangunan yang akan kita bangun lebih awal sejak masa perencanaan. Kita sudah membuat rekayasanya terlebih dahulu, melihat kembarannya, kemudian melakukan clash detection untuk mengetahui apakah ada bagian yang bertabrakan sebelum bangunan dibangun. Berbeda dengan cara sebelumnya, kalau ada masalah baru diperbaiki,” paparnya.

Pada sektor lain, sistem sejenis juga hadir pada PT Gaya Makmur Mobil (GM Mobil) melalui GM Teletech, sistem manajemen armada berbasis digital. GM Mobil memanfaatkan telematika untuk memantau berbagai informasi dari unit, mulai dari lokasi, konsumsi bahan bakar, kecepatan, hingga pola operasional kendaraan.

Data tersebut dapat dipantau, sehingga pemilik tidak hanya mengetahui posisi unit, tetapi juga dapat melihat bagaimana kendaraan beroperasi di lapangan – melihat penggunaan bahan bakar, pola kerja, hingga aspek keselamatan pengemudi, seperti adanya dash-cam sebagai peringatan kondisi pengemudi ketika mengantuk atau tidak dalam kondisi fit. Di titik ini, telematika menjadi lapisan penghubung antara equipment dan pengelolaan operasinya; antara apa yang terjadi di lapangan dan keputusan yang perlu diambil untuk menjaga efisiensi serta keselamatan.

About Gatot Irawan

Check Also

GWM Wey G9 Hi4 Tampil Perdana di BCA Expo 2026

Jakarta, NextID – Inchcape GWM Indonesia menampilkan secara perdana GWM Wey G9 Hi4 di ajang BCA Expo 2026 yang digelar …

Leave a Reply