Thursday , 11 August 2022
Home / LifeStyle / Leisure / Corp / Sekalipun di Tengah Badai, Mampu Berdiri Tegak
Martha Clementia Frisca (kedua kiri) bersama teman-temannya di komunitas. (Foto Mario Ikada)

Sekalipun di Tengah Badai, Mampu Berdiri Tegak

Jakarta, NextID – Hampir di semua lini kehidupan peran perempuan hadir. Bukan suatu yang luar biasa lagi. Yang menjadi luar biasa ketika mereka memainkan peran menjadi pemimpin, bukan bos. Dengan bersikap sebagai pemimpin tentulah sosok tersebut lebih dulu telah mengenal dirinya.

Dalam bekerjapun ia tak lagi hanya heboh menyalahkan masalahnya pada lingkungan, sebaliknya belajar keras untuk melatih kehendaknya dengan menghargai lingkungan di mana ia harus mengerjakan pekerjaannya.

“Ya, saya tak akan menyalahkan keadaan, lingkungan, apalagi keluarga dengan apa yang saya alami. Yang muncul di pikiran ini adalah saya harus bekerja dengan baik. Tak hanya mencari uang bulanan, namun bagaimana bisa mengkaver perkuliahan Guido, putra tunggal saya. I do my best,” demikian tegas Martha Clementia Frisca ketika ia harus memutuskan menjadi perempuan pekerja.

Melayani Diri dan Orang Lain.
Nyata memang, para perempuan tak hanya punya kodrat menyusui dan melahirkan. Perempuan juga menjadi tiang doa dan guru pertama bagi putra-putrinya. Bahkan para puan tersebut adalah pelita yang terus menyala menerangi kehidupan keluarga, lingkungan dan kawasan di mana ia bekerja ataupun berkarya. Mungkin saja api dari “pelita” itu kecil namun mampu menghangatkan lingkungan. Dengan demikian akan menaburkan enerji positif  bagi sesama.

Sesekali perlu santai setelah bekerja keras. Ist

Di tengah kerumunan para ibu di sebuah acara kecil, sosok Frisca hadir, begitu panggilannya, namun tak banyak berkomunikasi. Terkesan ia lebih banyak bicara lewat bahasa tubuhnya. Mengangguk ketika merasa setuju untuk pembicaraan siang itu. Tersenyum ketika ada pembicaraan yang memancing gelak tawa. Rupa-rupanya tak begitu ketika ia harus menjalankan pekerjaannya sebagai agen asuransi dan saat menawarkan produk kecantikan – kesehatan yang digeluti dua tahun ini.

Ia tanggap, lugas, dan rinci dalam menjelaskan produk yang ia usung dan pasarkan. Semula, sekitar 15 tahun ia bekerja di sebuah perusahan swasta yang bergerak di argo industri. Tahun 2020 di bulan Juli, Frisca mengajukan pengunduran diri, dan dua tahun kemudian ia bergabung di Asuransi Prudential dan produk kesehatan dan kecantikan Harmoni Dinamika Indonesia (HDI). Berbekal ilmu marketing yang diserap dari Interstudi dan FKIP Universitas Kristen Indonesia (UKI), ia melaju di pekerjaan yang kini ditekuni.

“Saya kira belajar itu tak semata di akademis, namun dalam keseharianpun banyak pelajaran yang bisa kita cermati. Yah, belajar menjadi bijak, belajar lebih banyak bersyukur. Dengan begitu kita semakin dewasa dalam bersikap dan bertindak,” demikian pemikiran Frisca.

Apa yang dilakoni Frisca memang tak mudah. Itu disadarinya. Semua pekerjaan punya tantangan. Tapi daya juang dan tekad positiflah yang pada hakekatnya membuat seseorang mampu berdiri tegak, sekalipun di tengah badai. Apalagi jika figur tersebut suka dengan sebuah tantangan, karena dari ladang pekerjaan yang keras justru banyak yang bisa dipetik hikmatnya.

Cherie Carterscoot mengatakan, orang yang bijak hanya percaya pada hal hal yang mungkin. Ia mampu menjabarkan apa yang tidak mungkin, kemudian mengubahnya menjadi mungkin.

Iman, berdoa dan kerja keras adalah rumus Frisca dalam bekerja, dan itu yang membuatnya terus bisa berjalan dalam tantangan demi tantangan yang dihadapi. Di tengah tantangan ini dalam waktu 2 bulan ia telah menunjukkan prestasinya hingga kini ia dipercaya menggenggam tanggung jawab sebagai enterprise manager di HDI.

Begini komentarnya mengapa ia memilih dua pekerjaan ini sekaligus. “Jujur saja bahwa dua pekerjaan ini harus menggantikan income saya ketika bekerja dulu. Walau itu prosesnya nggak mudah. Bisnis ini adalah bisnis jaringan yang mutlak berdasarkan kepercayaan.

“Ini yang saya pegang. Di samping menjual, saya juga harus ada jejaring untuk tumbuh dan berkembangnya usia. Puji Tuhan kurun waktu singkat saya memiliki 22 rekan kerja yang siap maju bersama,” tegas perempuan kelahiran Jakarta, 6 Maret 1972 itu.

Bisa dibayangkan waktu-waktu Frisca yang padat, mengingat apa yang didapat tentu berdasarkan keberhasilannnya dalam menjual. Rasanya itu nggak mudah karena pasar online muncul dengan harga yang relatif lebih murah walau untuk kualitas hanya produsen yang tahu.

Begitu juga dengan asurasi yang digelutinya. Butuh waktu, butuh kiat membaca kebutuhan calon pengguna jasanya, mengingat asuransi belum menjadi budaya di negeri ini alias masyarakat negeri ini masih dominan memakai jasa bank dalam investasi.

Frisca memang tak banyak gaya. (Foto Mario Ikada)

Menurutnya lagi, melalui 2 bisnis ini ia dapat menolong orang lain dan juga menolong diri sendiri. Indahnya memang demikian ya, dalam kiprah manusia haruslah mengingat kebutuhan manusia lainnya. Bukankah hidup ini rumusnya harus saling mengisi? Sekecil apapun itu.

Kerja dengan agenda dan target tentunya menjadi penting. Di samping mengasah kepekaan bagaimana mengetahui dengan tepat apa yang dibutuhkan para konsumen. Kesadaran masyarakat terhadap Kesehatan tentu membesarkan hati Frisca untuk terus melaju dalam langkah marketingnya.

“Masyarakat sekarang selektif. Mereka tetapkan dengan budget sekian mendapatkan nilai yang mereka butuhkan, dengan begitu saya dan tim membekali diri dengan  pengetahuan tentang produk yang benar, pengadaan barang yang dibeli juga tepat waktu terutama kualitas dan manfaatnya.” Itu salah satu cara kerja Frisca sehingga dalam waktu relatif singkat ia bisa menjadi enterprise manager di HDI.

Membangun enerji kebersamaan dengan relasi yang tepat tentu menjadi salah satu kunci keberhasilan berbisnis. Itu sebabnya dalam padatnya waktu, Frisca masih menyempatkan diri untuk masuk dalam beberapa komunitas berikut kegiatannya. Mendengarkan kisah sukses sesama di tengah hidup berorganisasi sama artinya menyirami diri dengan semangat dan motivasi yang kuat dalam bekerja. Bukan begitu Frisca?   (Martha Sinaga)

About Gatot Irawan

Check Also

Adelaida Koraag: Melayani Membutuhkan Hati

Jakarta, NextID – Rasanya tidak ada yang bisa menyangkal, pengalaman hidup membuat kita lebih menyerap …

Leave a Reply