Home / Auto / Perkembangan Toyota Safety Sense Terkini…
All New Voxy adalah model pertama Toyota yang memakai TSS generasi terkini saat diperkenalkan pada awal tahun 2022. Ist

Perkembangan Toyota Safety Sense Terkini…

Jakarta, NextIDSejarah perkembangan Toyota Safety Sense (TSS) hingga menjadi seperti sekarang, unik. Pada generasi awal TSS hadir di tahun 2015, di mana Toyota menciptakan dua jenis TSS, yakni TSS C untuk mobil kompak dan TSS P untuk mobil menengah ke atas. Sebagai bagian dari sinergi antar fitur keselamatan aktif, Toyota Safety Sense menggabungkan radar laser pada TSS C atau radar gelombang milimeter (millimeter-wave radar) pada TSS P bersama kamera, untuk memperoleh keandalan dan kinerja yang dibutuhkan.

Generasi awal Toyota Safety Sense C mengintegrasikan beberapa teknologi keselamatan aktif, yaitu Pre-Collision System (PCS) yang membantu mencegah dan mengurangi tabrakan secara frontal, Lane Departure Alert (LDA) yang membantu mencegah kendaraan keluar dari lajurnya, dan Automatic High Beam (AHB) dengan membantu memastikan visibilitas ke depan yang optimal selama mengemudi di malam hari.

Fitur penunjang ditambahkan untuk memperingatkan pengemudi kalau kendaraan di belakang telah bergerak maju ketika menunggu sinyal lalu lintas. Fitur drive-start control membantu mencegah start mendadak jika pedal gas ditekan saat tongkat persneling keliru digerakkan. Selain itu, fitur yang secara otomatis mengaktifkan lampu hazard saat rem mendadak diterapkan sebagai standar.

Sementara untuk TSS P, Toyota mengintegrasikan Pre-Collision System with Pedestrian Detection di mana dalam fitur PCS terdapat tambahan fungsi mendeteksi pejalan kaki, berbasiskan data 37% kecelakaan fatal di Jepang melibatkan pejalan kaki. Serta Lane Departure Alert (LDA) dan Automatic High Beam (AHB) dengan kemampuan serupa TSS C. Ditambah fitur canggih Radar Cruise Control with Brake Control supaya jarak dengan kendaraan di depan tetap terjaga meskipun ada mobil lain memotong lajur di depan dengan mengendalikan pedal gas dan rem secara otomatis.

Jajaran model Toyota yang diasupkan TSS. Ist

Terdapat fitur pendukung pengemudi lainnya seperti Blind Spot Monitor (BSM) untuk mendeteksi kendaraan di lajur berdekatan dan membantu pandangan ke belakang saat berpindah lajur. Selain itu, Rear Cross Traffic Alert (RCTA) memperingatkan pengemudi ketika BSM mendeteksi kendaraan di dekatnya saat parkir mundur. Terakhir, lampu hazard secara otomatis berkedip saat pengereman mendadak sebagai sinyal untuk memperingatkan kendaraan di belakang.

Nah, pada Toyota Safety Sense generasi kedua (TSS 2.0) yang diluncurkan pada tahun 2018 tetap menggunakan kamera lensa tunggal dan radar gelombang milimeter yang sebelumnya digunakan oleh TSS P sebagai basis pengembangan. Peningkatan kinerja dilakukan pada beberapa hal untuk mencegah dan mengurangi kecelakaan, kematian dan cidera akibat kecelakaan, termasuk meringankan beban pengemudi di jalan dengan memberikan dukungan yang dibutuhkan.

Toyota melakukan improvement berupa perluasan cakupan deteksi bahaya, peningkatan fungsionalitas melalui upgrade performa kamera dan radar, pemanfaatan fitur dukungan mengemudi lanjutan Lane Tracing Assist (LTA) dan pengurangan ukuran unit untuk meningkatkan kemudahan pemasangan secara masal supaya dapat dipasang di model Toyota yang lebih terjangkau.

Pada TSS 2.0, fitur PCS (Pre-Collision System) ditingkatkan kemampuannya sehingga sanggup mendeteksi keberadaan pejalan kaki (pedestrian) dan pesepeda (cyclist) di malam hari. Dengan begitu, kemampuan TSS untuk mencegah dan menghindar dari potensi kecelakaan serta mengurangi risiko cidera fatal dapat ditingkatkan.

Penambahan fitur Road Sign Assist (RSA) membuat rambu-rambu jalan utama dapat dibaca oleh kamera dan ditampilkan di panel instrumen mobil guna membantu mengurangi kemungkinan mengabaikan batas kecepatan dan aturan lalu lintas.

Fitur AHM bagian dari TSS yang kemampuannya terus dikembangkan. Ist

Adopsi fitur Lane Tracing Assist (LTA) bertujuan meringankan beban pengemudi dan meningkatkan kenyamanan. LTA membuat kendaraan tetap berada di tengah lajur dengan membantu driver mengontrol kemudi saat menggunakan Dynamic Radar Cruise Control di jalan tol.

Dikembangkan pula fitur Lane Departure Alert (LDA) dengan kemampuan mengenali bahu jalan di jalan lurus tanpa marka putih, sehingga lebih maksimal dalam memberikan peringatan saat menyimpang dan membantu kembali ke lajur jalan.

Toyota Safety Sense 2.5 (TSS 2.5)

Toyota Safety Sense 2.5 (TSS 2.5) merupakan pengembangan dari TSS 2.0 di tahun 2020. Terdapat peningkatan performa dengan penggunaan kamera high resolution dan radar yang lebih akurat. PCS (Pre-Collision System) dapat beroperasi di persimpangan jalan dan melakukan manuver menghindar ketika ada halangan di depan mobil.

Pada AHB (Automatic High Beam), ditambah kemampuan membaca lampu belakang mobil di depan untuk mematikan lampu jauh. Aplikasi kamera dan yaw sensor pada fitur DRCC (Dynamic Radar Cruise Control) membuat mobil dapat mengurangi kecepatan di jalan menikung. Sementara pada RSA (Road Sign Assist), sistem dapat memberikan peringatan jika pengemudi melanggar rambu lalu lintas.

Inilah fitur yang juga bagian dari TSS. Ist

Toyota Safety Sense 3.0 (TSS 3.0)

Generasi terkini TSS 3.0 diperkenalkan mulai tahun 2021 dan langsung digunakan oleh pionir Toyota di pasar Battery Electric Vehicle (BEV) atau mobil listrik yakni crossover Toyota bZ4X. Sedangkan di Indonesia, All New Voxy merupakan model pertama yang memakainya saat diperkenalkan pada awal tahun 2022 lalu.

Toyota Safety Sense (TSS) 3 mendapatkan pengembangan performa terkait daya jangkau pada sensor radar dan kamera monokular untuk meningkatkan kinerja sistem keamanan aktif canggih ini pada berbagai skenario berkendara. Sistemnya juga dibuat agar lebih mudah beradaptasi pada berbagai lingkungan jalan dan memberikan feedback yang sesuai kebutuhan dan situasi yang berkembang di lapangan sebagai langkah awal mencegah kecelakaan fatal.

Pada TSS 3.0, jarak deteksi ke depan menjadi lebih luas, baik ke atas maupun ke bawah, dan ke kanan maupun ke kiri. Selain itu, pengindraan ke depan kini sanggup mendeteksi obyek bergerak lebih luas, bahkan dengan jarak yang lebih dekat. Improvement ini masuk ke dalam aspek teknis pada radar.

Sementara pada fitur LTA (Lane Tracing Assist), terdapat peningkatan pada teknologi deteksi yang kini sudah menggunakan 3D Recognition. Sehingga lebih banyak obyek yang dapat terdeteksi seperti mobil yang sedang parkir, pembatas jalan, hingga garis dan marka jalan.

TSS pada New CH-R. Ist

Fitur PCS (Pre-Collision System) memperoleh revisi kemampuan mengurangi kecepatan lebih responsif, termasuk saat mendeteksi pejalan kaki dan pesepeda, baik saat siang maupun malam hari. Termasuk, mampu mendeteksi pejalan kaki dan pengendara sepeda yang melintasi jalurnya dari arah yang berlawanan.

Pertama bagi Toyota, sistemnya juga dapat mendeteksi kendaraan lain, bahkan pengendara sepeda motor yang melintas di persimpangan jalan. Peningkatan kinerja PCS sangat bermanfaat di jalan perkotaan Indonesia yang padat dan membutuhkan kewaspadaan tinggi.

Terdapat peningkatan pada fitur DRCC, di mana kini terdapat pengaturan jarak baru yaitu 4 stages, yang membuat kendaraan yang dilengkapi TSS 3.0 dapat menjaga jarak lebih jauh dari kendaraan yang ada di depan. Selain itu, terdapat pengaturan kecepatan yang dapat mendeteksi kendaraan kedua yang berada lebih jauh di depan, sehingga sanggup menyesuaikan kecepatan lebih dini dan akurat.

Ketika pengemudi menyalakan lampu belok (sein), sistem akan segera melakukan akselerasi secara halus untuk overtake atau memulai pengereman jika di lajur yang dituju ada mobil lebih lambat. Termasuk mengurangi kecepatan ketika melewati jalan menikung sesuai keadaan.  (Sumber Toyota Astra Motor)

About Gatot Irawan

Check Also

All New BR-V Model Khusus di GIIAS 2022

Tangerang, NextID – PT Honda Prospect Motor (HPM) bekerja sama dengan Main Dealer Honda Jakarta …

Leave a Reply