Home / Auto / IMI Tak Rekomendasi Balap Motor Digelar di Sirkuit Formula E..!
Sirkuit Formula E tak layak untuk ajang balap motor atau mobil sekalipun. Ist

IMI Tak Rekomendasi Balap Motor Digelar di Sirkuit Formula E..!

Jakarta, NextID – Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran baru saja mengungkapkan keinginannya untuk untuk menggelar street race di Sirkuit Formula E di Ancol, Jakarta Utara. Adapun ajang balapan jalanan ini akan menjadi wadah bagi para pembalap liar baik roda dua maupun roda empat untuk menuangkan hobi mereka.

Terkait keinginannya ini, Sekjen Ikatan Motor Indonesia (IMI) Ahmad Sahroni menerangkan, untuk memberikan izin penggunaan sirkuit untuk balapan selain Formula E, pihak panitia harus mengacu pada aturan dari federasi balap internasional atau FIA (Federation Internationale de l’Automobile).

“Niat Kapolda saya rasa bagus, namun di dunia motorsport, regulasi balap apalagi yang mengenai keselamatan wajib dipatuhi. Nah dalam hal ini, kalau IMI yang punya aturan maka tidak perlu pinjam, pasti akan kita kasih langsung. Namun karena sirkuit ini sudah dibangun atas standar FIA dengan mengikuti rules FIA untuk Formula E, maka kami harus sesuai dengan aturan,” ujar Ahmad Sahroni dalam keterangannya, Minggu (26/6).

Sirkuit ini banyak handikap jika untuk ajang balap resmi dan tak resmi. Ist

Sahroni menjelaskan, sirkuit JIEC sudah distandarisasi oleh FIA sebagai sirkuit balap mobil saja, sehingga memang tidak aman untuk keselamatan bila digunakan untuk balap motor, apalagi ajang amatir. Selain itu, yang harus diutamakan juga aspek keselamatannya, di mana sirkuit ini sudah distandarisasi FIA untuk balapan mobil saja.

Di sepanjang lintasan semua dibatasi oleh pagar beton, tidak ada area kosong, sehingga bila terjadi kecelakaan akan sangat berbahaya bagi pebalap motor. Siapa yang mau bertanggung jawab bila jatuh korban karena jelas kelalaian kita? Selain itu, selain faktor keselamatan, ada faktor potensi hukuman FIA juga yang kita harus pikirkan,” beber Sahroni.

Dia juga menyebut, IMI akan berupaya memperbanyak event motorsport khususnya bagi warga yang sesuai dengan regulasi dan kaidah balap yang berlaku. “IMI dan pengelola JIEC juga tengah menyiapkan event balap yang sesuai dengan regulasi sirkuit. Ada beberapa turnamen balap mobil yang akan dilakukan di JIEC selain ajang Formula E. Intinya JIEC akan terus hidup sepanjang tahun meramaikan ajang Motorsport Indonesia,” begitu ujarnya.

Knock Down

Tidak hanya balap motor tak bisa digelar di sirkuit FE Ancol, tapi untuk balap mobil juga karena  banyak handikapnya. “Karena hampir seluruh properti, termasuk yg vital terkait safety, juga sudah dibongkar karena itu semua memang punya FE Operation,” jelas Budi Santen, pengamat otomotif.

Sirkuit ini sudah melompong karfena sudah dilepas oleh pemiliknya. Ist

Menurutnya, Jakpro sudah ngobrol dengan pihak sirkuit Sentul agar salah satu seri balap mobil ISSOM bisa digelar di sirkuit FE Ancol. Tapi Sentul minta disiapkan atau dibangun – meski non permanen – beberapa fasilitas pendukung wajib dari race control room, timing system, CCTV, COC dan steward of the meeting room, barrier, beberapa run off diperluas, dan sebagainya.

Dan Jakpro tak bisa melakukan itu tanpa seizin dan restu gubernur. “Jadi, kalau teman jurnalis sempatkan mampir ke sirkuit FE Ancol, mungkin akan didapati hanya lintasan 2,4 km. Alias kosong melompong, karena Grand Stand semua juga sudah dicopot karena itu semua knock down.

Lintasan sirkuit FE Ancol itu sejatinya permanen, karena dibangun dari awal hingga jadi lintasan balap. Namun, menurut Budi Santen, karena sirkuit FE lain menggunakan jalan raya, maka status sirkuit FE Ancol sesuai surat homologasi yang dikeluarkan FIA sehari sebelum balap, grade 3E non-permanent.

Kalau sirkuit FE lainnya, hampir semua kan lintasannya sudah ada. Yakni jalanan di tengah kota seperti di Roma, atau Berlin, dan seterusnya. “Dan satu lagi, tidak hanya perlu dapat izin gubernur, juga izin dari warga di sekitar sirkuit yg notabene orang kaya di sana – termasuk rumah Tommy Winata juga di kawasan itu. Boleh jadi mereka akan merasa terganggu degan raungan suara mesin motor atau mobil,” tandas Budi Santen.

About Gatot Irawan

Check Also

All New BR-V Model Khusus di GIIAS 2022

Tangerang, NextID – PT Honda Prospect Motor (HPM) bekerja sama dengan Main Dealer Honda Jakarta …

Leave a Reply