Wednesday , 19 January 2022
Home / Auto / All New Honda BR-V Media Test Drive: Memang “Driving Redefined”
Saat melintas jembatan di Jawa Tengah yang menjadi ikon. Ist

All New Honda BR-V Media Test Drive: Memang “Driving Redefined”

Jakarta, NextID – Begitu ada ajakan dari PT Honda Prospect Motor (HPM) untuk menjajal All New BR-V pada 11-12 Januari dari Jakarta ke Solo via Cirebon dan Ungaran, sontak diterima. Soalnya, selain kelarisannya karena teknologi baru yang diusungnya bikin penasaran sehingga sampai banjir pesanan, walau konsumen belum melihat sosoknya.

Memang beberapa hari sebelumnya baru dilangsungkan serah terima All New BR-V kepada konsumen di seluruh Indonesia, yang dipusatkan di Senayan Park, Jakarta. Inilah juga yang bikin penasaran untuk membuktikan kecanggihnya. Apa benar seperti itu?

Tagline-nya yang terbilang berani, “Driving Redefined” memang bukan main-main. Ini perkara serius. Bayangkan, sebanyak model mobil baru yang ada di pasaran dan rata-rata relatif nyaman, All New BR-V berani mengeklaim begini lho mengemudi sebenarnya (meredefinisi mengemudi).

Apa yang membuat konsumen “menggilai” SUV ini? Salah satunya, mereka percaya pada merek Honda, walau belum lihat barang. Yang menarik, All New BR-V yang terbanyak dipesan adalah yang memiliki fitur Honda Sensing sebesar 62%, yakni tipe Prestige.

Business Innovation and Marketing & Sales Director HPM, Yusak Billy mengatakan, sejak diluncurkan Honda BR-V mendapatkan sambutan positif dari konsumen. Sudah 3.200 pemesanan yang masuk ke seluruh jaringan diler. “Penyerahan 55 unit di Senayan Park kepada konsumen di Jabodetabek yang sudah melakukan pemesanan hanya simbolis saja. Kita per hari ini mulai mengirimkan unitnya ke konsumen di seluruh Pulau Jawa atau di luar,” ujarnya, Sabtu (8/1).

Jajal Honda Sensing

Di hari pertama test drive, Selasa (11/1),  sebanyak 24 unit All New BR-V CVT Prestige atau varian tertinggi beriringan dari Senayan Park, Jakarta menuju The Wujil Resort & Conventions, di Ungaran. Rute ini asli nyaman karena sebagian besar via jalan tol Jakarta – Cikampek – Trans Jawa, dengan menunjukkan angka 470 kilometer di odometer. Sekitar 8 jam waktu perjalanannya.

Memang sosok All New BR-V tampan di kelasnya. Ist

Di rute lurus dan nyaman inilah kami bergantian menyetir dan menjajal fitur Honda Sensing yang digandrungi konsumen. Ini pertama kalinya All New BR-V dilengkapi dengan Honda Sensing dan beragam teknologi keamanan canggih, selain beberapa teknologi keamanan aktif dan pasif.

Sistem Honda Sensing menggunakan front wide view camera yang dapat mendeteksi fitur target dan mengenali berbagai objek, seperti kendaraan atau pejalan kaki. Sistem ini pun mampu mengukur jarak dan posisi lateral objek berdasarkan perubahan ukuran objek target, berapa lama perubahan terjadi, dan kecepatan kendaraan. Menarik karena ini memungkinkan kamera mengenali garis putih di jalan, pembatas jalan seperti trotoar, atau kendaraan lain seperti sepeda motor, sepeda, dan pejalan kaki.

Ternyata banyak fungsinya, salah satunya yang disebut Lead Car Departure Notification System (LCDN). Sistem memberi informasi kepada pengemudi tentang pergerakan mobil di depan. Saat kendaraan berhenti, seperti di lampu lalu lintas, sistem akan memperingatkan pergerakan mobil di depan kepada pengemudi. Jika sistem mendeteksi bahwa mobil di depan yang sebelumnya berhenti telah bergerak, sistem akan memberi peringatan pada tampilan audio dan multi-informasi kepada pengemudi. Sistem bekerja ketika mendeteksi pergerakan mobil di depan dalam jarak 10 meter dan kendaraan tidak bergerak untuk meresponsnya.

Lalu ada Collision Mitigation Braking System (CMBS) Sistem kamera baru dan perangkat lunak yang lebih canggih memungkinkan penggunaan CMBS di lebih banyak situasi, seperti mendeteksi pejalan kaki, sepeda atau sepeda motor di malam hari. Jika sistem mendeteksi kendaraan lain, pejalan kaki, atau sepeda dan mengestimasi potensi tabrakan, sistem akan memperingatkan pengemudi melalui tampilan audio dan multi-informasi.

Dalam situasi darurat, sistem akan menerapkan pengereman kuat untuk menghentikan atau memperlambat kendaraan guna membantu menghindari potensi benturan atau mengurangi kerusakan. CMBS bekerja ketika sistem mengestimasi adanya potensi tabrakan saat kendaraan bergerak di kecepatan 5 km/jam atau lebih, dengan kendaraan, pejalan kaki, atau sepeda yang bergerak dengan perbedaan kecepatan 5 km/jam atau lebih. Saat diaktifkan, sistem akan menghentikan atau memperlambat kendaraan untuk membantu menghindari tabrakan atau mengurangi kerusakan akibat benturan.

Ada juga Road Departure Mitigation (RDM) Sistem yang mendukung kendali kemudi saat kendaraan kemungkinan besar akan keluar dari lajur. Ketika ada kemungkinan kendaraan akan menyimpang dari lajur tanpa memberi tanda belok, sistem akan memicu getaran pada kemudi dan memberi peringatan visual.

Sistem ini juga mendukung pengendalian kemudi untuk menjaga kendaraan tetap berada di jalur sebelum tergelincir. Fitur RDM bekerja pada kecepatan 72 km/jam atau lebih ketika kendaraan bergerak keluar jalan atau ketika sistem memprediksi bahwa kendaraan akan keluar dari jalan.

Iring-iringan All New BR-V menjadi menarik perhatian di sepanjang perjalanan. Ist

Ada pula Adaptive Cruise Control (ACC), yang berfungsi pendukung untuk menjaga jarak dengan mobil di depan. Saat berkendara di jalan raya, sistem ini mendukung akselerasi dan pengereman untuk mengurangi beban pada pengemudi. ACC juga dapat memberi respons lebih cepat saat kendaraan berpindah ke lajur terbuka dari belakang mobil yang bergerak lebih lambat atau saat mobil di depan bergerak lebih lambat untuk berpindah lajur. Sistem ACC aktif pada kecepatan 30 km/jam atau lebih.

Yang tak kalah penting, Lane Keeping Assist (LKAS) Sistem, yang mengurangi beban pengemudi dengan mendukung pengoperasian kemudi agar kendaraan tetap berada di lajur tengah saat berkendara di jalan raya. Jika sistem mendeteksi kendaraan tampak akan meninggalkan jalur, ia akan memberi getaran pada kemudi selain memberi peringatan pada tampilan audio dan multiinformasi. LKAS aktif saat kendaraan bergerak pada kecepatan 72 km/jam atau lebih.

Yang lain dan tak kalah menarik terdapat Auto High Beam (AHB) yang membantu memastikan visibilitas pengemudi lebih baik dengan secara otomatis beralih antara lampu sorot rendah atau tinggi saat berkendara di malam hari. Sistem akan memberi visibilitas terbaik dan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengganti fungsi lampu depan secara manual. Sistem mampu mendeteksi kendaraan di depan, kendaraan lain yang akan mendahului, dan lampu jalan, untuk kemudian dengan otomatis beralih antara lampu sorot rendah dan tinggi. Sistem juga mampu secara otomatis beralih ke lampu jauh saat berkendara di jalan gelap di malam hari. Sistem AHB bekerja di kecepatan 30 km/jam atau lebih.

Tenaga Mumpuni

Sebagai generasi kedua yang mengalami banyak penyempurnaan, tenaganya mumpini. Mesin All New BR-V ditenagai oleh mesin 1.5L i-VTEC berbahan bakar bensin (In-line 4- silinder/DOHC/In-port injection) dengan tenaga maksimal 121 PS @6.600 rpm dan torsi maksimal 145 Nm @ 4.300rpm, yang diseimbangkan dengan pengalaman berkendara luar biasa dan efisiensi bahan bakar tinggi (+3% dari BR-V saat ini), bahkan ketika membawa banyak anggota keluarga.

Mesinnya juga mencapai standar tinggi regulasi Euro4. Mesin dengan keseimbangan tinggi ini menghasilkan efisiensi bahan bakar dan pengalaman berkendara tingkat tinggi dalam kombinasi dengan CVT atau MT 6-speed. Fitur unggulannya adalah kemampuan torsi dan efisiensi bahan bakar pada putaran mesin rendah dan menengah.

Senyap kabinnya karena Honda meningkatkan performa noise, vibration, and harshness (NVH). Ist

Meski tenaga dan torsi maksimum hampir sama dengan kemampuan mesin BR-V saat ini, intelligent valve control dari fitur VTEC dan VTC dapat meningkatkan kemampuan torsi secara signifikan dari start hingga ke atas 4.000 rpm. Saat test drive, kami dapat merasakan karakteristik mesin dengan kendali yang lebih mudah dibandingkan versi sebelumnya, seperti pada jalan berkelok di perkotaan dan pinggiran kota. Sementara efisiensi bahan bakar mesin telah ditingkatkan hingga 3% dibandingkan dengan mesin saat ini

Selain teknologi di atas, yang tak kalah penting ternyata sistem CVT-nya baru. Honda menamakannya M-CVT Modified (Continuously Variable Transmission). Ini CVT baru telah dikembangkan dan dioptimalkan agar semua dapat menikmati sebuah pengalaman berkendara yang mengesankan dan penghematan bahan bakar dari teknologi pengurangan gesekan terkini yang 4% lebih efisien.

CVT adalah fitur yang secara konstan mampu mengontrol kecepatan mesin, menyeimbangkan efisiensi bahan bakar dan mengemudi dengan mengubah rasio secara mulus. Namun, hanya kecepatan mesin yang meningkat saat mesin terbuka penuh, sementara rasa yang menyatu antara kecepatan dan akselerasi kendaraan bisa berkurang. ]

Saat akselerasi terbuka penuh, kontrol shift step-up memanfaatkan kecepatan variabel selama pengendaraan normal untuk mengontrol rasio keseimbangan optimal antara efisiensi bahan bakar dan kecepatan, yang memungkinkan akselerasi yang terintegrasi dengan peningkatan kecepatan mesin ketika pengemudi membutuhkan akselerasi tinggi.

Cukup Senyap

Untuk meningkatkan performa noise, vibration, and harshness (NVH), All New BR-V meningkatkan kemampuan untuk meredam kebisingan mesin, kebisingan jalan, dan kinerja paket kedap suara untuk mendapat suasana kabin lebih tenang dengan getaran yang lebih rendah dan pengalaman berkendara lebih nyaman.

Tetapi saat kami menggebernya hingga kecepatan tinggi (180 km/jam), barulah suara mesin dan suara luar mulai masuk. Tetapi ketika dalam kecepatan normal, tidak sampai mengganggu. Toh dalam penggunaan harian, kecepatan laripun pasti normal, dan cukup senyap. Honda bekerja keras untuk memperbaiki kebisingan mesin

Bukan karena mobil baru lantas disukai. tetapi kepercayaan konsumen atas merek ini. Ist

Paket kedap suara dioptimalkan di beberapa bagian dan area, termasuk sistem insulasi suara, spatbor belakang, penutup bawah, dan kap mesin. All New BR-V juga mengaplikasikan spray foaming di area panel bodi untuk meningkatkan keheningan, serta mencegah masuknya debu dan bau tidak sedap dari luar, yang meningkatan tingkat kedap udara kabin lebih dari 60% dibandingkan model saat ini.

Hari Kedua

Pagi berikutnya (12/1) dari The Wujil Resort & Conventions, di Ungaran, kami bergerak menuju Dealer Honda Solo Baru di Solo. Kali ini perjalanan sejauh 88 km santai, namun hujan deras sehingga perjalanan lebih hati-hati karena cuaca tak mendukung.

Ini sebenarnya acara test drive yang menarik, namun padat sehingga hari kedua ini (hari terakhir) sudah harus kembali ke Jakarta. Sepanjang test drive memang dirasakan ada “Driving Redefined.”  Sayonara Solo..

About Gatot Irawan

Check Also

Honda Kembali Gelar Brio Virtual Drift Challenge Seri 5

Jakarta, NextID – PT Honda Prospect Motor (HPM) akan kembali menggelar Brio Virtual Drift Challenge …

Leave a Reply