Home / Auto / Siasat Bisnis Logistik dan Jasa Pengiriman di tengah Pandemi Covid-19
Konsumsi masyarakat melalui e-commerce tinggi maka sekarang pada weekend pun jumlah pengguna jasa pengiriman barang meningkat. Ist

Siasat Bisnis Logistik dan Jasa Pengiriman di tengah Pandemi Covid-19

Jakarta, NextID – Bersama narasumber dari Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) area Jawa Timur, Vice President PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), dan GM Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) memberikan banyak paparan menarik tentang masih tumbuhnya bisnis logistik dan jasa pengiriman di tengah pandemi covid-19 di Indonesia.

Ardito Soepomo, Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) area Jawa Timur memaparkan keadaan ini sebenarnya sudah dirasakan oleh Asperindo sejak Januari dikarenakan traffic impor dari Cina yang sudah menurun, di mana saat itu wabah Corona belum sampai di Indonesia, semakin terasa ketika bulan Maret sampai terjadi PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di mana transportasi dan tindakan karantina menghambat supply proses pengiriman barang. Di sisi lain, justru terjadi peningkatan yang signifikan dari perubahan pola perilaku konsumsi masyarakat dari pembelian offline menjadi online. Ini adalah peluang dari pengusaha logistik untuk terus berjalan disaat volume distribusi logistik international menurun.

Selama PSBB, Asosiasi tetap mengarahkan kepada anggotanya untuk selalu mengikuti aturan dari pemerintah mengenai protokol kesehatan. Dari sisi bisnis, meski pun keadaan bisnis secara keseluruhan  sedang menurun ditambah kompetisi di sektor logistik yang bukan saja diisi oleh pemain ekspedisi namun juga penyedia jasa ojek online memaksa para pengusaha logistik untuk berinovasi menciptakan layanan – layanan baru. Mereka memaksimalkan modal sosial dan jaringannya untuk bisa tetap bertahan.

Dari sisi pemain besar ekspedisi, Eri Palgunadi selaku Vice President PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) menuturkan pada masa pandemi ini justru mengalami kenaikan bisnis sebesar 10 – 20%, di mana terdapat perubahan pola kuantitas pengiriman dari tadinya hanya tinggi pada weekdays, setelah terjadi perubahan pola konsumsi masyarakat melalui e-commerce maka sekarang pada weekend pun jumlah pengguna jasa pengiriman barang meningkat. Walaupun bisnisnya tengah meningkat, JNE memastikan untuk tidak mengabaikan kesehatan karyawannya, di antaranya membuat SOP bisnis sesuai protokoler kesehatan karena 2/3 karyawan JNE adalah messenger yang rentan karena bertemu dengan banyak orang.

Dari sudut pandang penyedia kendaraan niaga, Isuzu memulai dengan melakukan mapping segment bisnis, di mana terdapat segmen yang mengalami penurunan dan terdapat pula segmen yang meningkat pesat. Berdasar data Gaikindo, hingga Mei pertumbuhan market kendaraan komersial terkoreksi cukup dalam hingga 37,5%. Untuk jumlah penjualan retail sales per bulan Mei pun mengalami penurunan, untuk segmen medium pick up penjualan Isuzu Traga terkoreksi, juga segmen truk kelas ringan terkoreksi cukup dalam, dan koreksi terdalam justru ada di segmen medium truk 45,4%. Meskipun demikian, dilihat dari sudut pandang perolehan market share Isuzu justru meningkat, dimulai dari kelas medium pick up Isuzu Traga yang membubuhkan angka positif 9,9%, di kelas truk ringan Isuzu Elf naik 1,5%, dan di segmen medium truk, Isuzu Giga naik 3,6%.

Tumbuhnya market share Isuzu ini bisa dilihat dalam beberapa sisi, yang pertama adalah karena Isuzu berhasil masuk pada segmen yang tepat di bisinis yang masih tumbuh meskipun total market kendaraan niaga sedang turun. Kedua, efisiensi menjadi perhatian pebisnis di mana Isuzu mampu memberikan total biaya kepemilikan dan operasional yang lebih kompetitive karena DNA mesin yang bandel dan irit bahan bakar, mengingat tingginya biaya operasional terbesar terletak pada konsumsi bahan bakar. Dalam bisnis penyediaan kendaraan niaga, peran leasing juga turut berkontribusi besar, dalam keadaan yang serba tidak menentu seperti saat ini segmen logistik dan pengiriman barang justru mendapatkan angin segar karena segmen bisnis logistik lebih akan dipermudah. Saat ini Isuzu bekerja sama dengan official leasing partner juga memberikan program bunga 0% untuk Isuzu Elf dan paket bunga 0% untuk Isuzu Traga sebagai bentuk dukungan Isuzu untuk membantu partnernya melewati masa sulit pandemi.

Selain memberikan program untuk proses penjualan unit, Isuzu juga memberikan konsentrasi lebih pada aftersales. “Isuzu fokus pada penyediaan kendaraan yang dapat memenuhi kebutuhan customernya, dan selama PSBB Isuzu meningkatkan pelayanan di layanan purna jual. Di mana saat PSBB banyak yang tidak boleh beroperasi, kami Isuzu justru mengantongi ijin usaha terbatas dari Kementerian Perhubungan sehingga dengan armada Bengkel Isuzu Berjalan (BIB). Isuzu tetap dapat memastikan customer tetap dapat beroperasi dengan optimal,” jelas Attias Asril GM Marketing IAMI.

About Gatot Irawan

Check Also

GWM Haval Jolion HEV Bakal “Mengigal” di GIIAS 2024!

Jakarta, NextID –  GWM Indonesia resmi mengumumkan kehadirannya pada ajang pameran otomotif Gaikindo Indonesia International …

Leave a Reply