Wednesday , 20 October 2021
Home / Auto / Bahan Bakar New Mirage Capai 24,2 km/l
Manajemen KTB dan penguji dari LEMTEK UI berfoto usai acara seremonial penyerahan sertifikat, Senin (7/11) di Jakarta. Ist

Bahan Bakar New Mirage Capai 24,2 km/l

Jakarta, NextID – Untuk memberikan angka yang akurat terkait konsumsi bahan bakar Mitsubishi New Mirage, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), bekerja sama dengan Lembaga Teknologi Fakultas Teknik (LEMTEK) Universitas Indonesia, melakukan pengetesan konsumsi bahan bakar New Mirage dalam acara bertajuk “Uji Irit Bahan Bakar Mitsubishi New Mirage.”

Pengujian New Mirage telah dilaksanakan pada 26-27 Oktober 2016 dan menunjukkan hasil konsumsi bahan bakar  1 liter berbanding 24,2 km untuk transmisi manual dan 1 liter berbanding 22 km untuk transmisi otomatis.

Pengetesan ini bukanlah yang pertama bagi Mirage. Sebelumnya, menggandeng lembaga yang sama, pengujian konsumsi bahan bakar juga telah dilakukan di tahun 2012 dengan hasil 24,2km/l. KTB juga beberapa kali menggelar uji konsumsi bahan bakar bersama konsumen Mitsubishi Mirage seluruh Indonesia dalam acara “Mirage Eco Fun Drive.”

“Dengan hasil yang telah didapatkan, terbukti Mirage dengan segala pengembangan terbarunya tetap berhasil mempertahankan keunggulan efisiensi bahan bakarnya, yang menjadi nilai tambah yang baik sebagai referensi untuk para konsumen kami di Indonesia,” ujar Hisashi Ishimaki, Presiden Direktur KTB di acara penyerahan sertifikat (certificate handover ceremony), Senin (7/11), di kantor KTB, Jakarta.

Metode Pengujian

Pengujian yang dilakukan melibatkan 6 unit New Mirage varian Exceed (2 unit), GLS (1 unit), dan GLX (1 unit), di kondisi berkendara yang sesungguhnya, meliputi jalan perkotaan, luar kota, jalan bebas hambatan (tol), dan jalan berbukit dalam area Jakarta, Ciawi, Puncak, Bandung, dan Purwakarta dengan total jarak tempuh 407 km. Pengemudi dari kendaraan yang diuji seluruhnya adalah anggota dari LEMTEK UI.

Metode yang digunakan adalah metode full to full. Metode ini mengacu pada standar SAE J1082-200802 yang bertujuan untuk memperoleh data konsumsi bahan bakar antar kendaraan dengan cara berkendara yang digunakan. Proses pengisian Full to Full dilakukan dengan mengisi bahan bakar hingga penuh hingga tidak ada udara yang terperangkap. Untuk memastikan proses ini, bahan bakar yang telah terisi pada tanki ditunggu selama 30-60 menit. Jika tidak terjadi penurunan maka artinya tangki telah benar-benar penuh.

Pada saat pengisian kembali setelah kendaraan finis, dilakukan proses ‘cooling down’ kendaraan selama beberapa jam, untuk membiarkan volume bahan bakar yang ada di dalam tanki menjadi stabil dan tidak mengembang karena masih panas, yang akan menyebabkan ketidakakuratan pengukuran. Selisih nilai antara awal dan akhir merupakan nilai besar konsumsi bahan bakar pada kendaraan tersebut.

Beberapa standarisasi yang juga diatur pada metode ini antara lain: pengisian ulang bahan bakar dengan gelas ukur, konsumsi bahan bakar total (liter), jarak tempuh (km), waktu tempuh (jam), temperatur bahan bakar (celcius), temperatur ambient (celcius), tekanan barometrik (kPa), tekanan ban (psi), dan total berat badan penumpang minimal 136 kg.

Berikut adalah detil dari rute yang diambil selama masa pengujian:

Etape Rute Jarak (km) Skenario Persentase
1 KTB – CIAWI 52 Highway 27%
6 PURWAKARTA – BEKASI 56
2 CIAWI – PUNCAK PASS 26 Berbukit 21%
4 BANDUNG – SUBANG 59
3 PUNCAK PASS – BANDUNG 82 Luar Kota 30%
5 SUBANG – PURWAKARTA 42
7 BEKASI – DALAM KOTA – KTB 90 Dalam Kota 22%
TOTAL 407   100%

 

Hasil Pengujian

Dari enam kendaraan yang digunakan, terdapat hasil yang bervariasi di tiap kendaraan. Untuk transmisi otomatis, didapatkan angka terendah dalam konsumsi bahan bakar adalah 24,95 km/l,  sedangkan untuk transmisi manual adalah 28,72km/l.  Sebagai hasil yang lebih mewakili kondisi berkendara sesungguhnya, konsumsi bahan bakar yang digunakan diambil rata-ratanya, masing-masing untuk transmisi otomatis dan manual.

“Dari hasil pengujian, memang terdapat variasi angka yang diperoleh. Salah satu yang berkontribusi terhadap deviasi tersebut adalah karakter pengemudi. Tetapi perbedaan tersebut masih dalam range wajar untuk eco-driving,” ujar Prof. Dr. Ir. Bambang Sugiarto, M. Eng, Direktur Lembaga Teknologi Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

Berikut adalah data lengkap dari konsumsi bahan bakar enam kendaraan:

Transmisi No Total Jarak Tempuh

(km)

Total Bahan Bakar

(liter)

Konsumsi bahan bakar

(km/lt)

Rata-rata

(km/lt)

Otomatis 1 407 18,13 22,45 22,0
2 16,31 24,95
3 21,93 18,56
Manual 4 407 18,26 22,29 24,2
5 14,17 28,72
6 18,92 21,51

 

Mitsubishi New Mirage

Mengusung tema “Eksplorasi Gayamu,” New Mirage resmi diluncurkan KTB pada 26 Juli 2016 lalu. Model ini adalah city car andalan Mitsubishi dengan desain sporty dan stylish dengan pengembangan di sisi eksterior dan interior. Tidak hanya itu, mesin irit bertenaga yang telah menjadi ciri khas keunggulan city car ini, kabin luas yang selalu memberikan kenyaman pengendara dan penumpangnya, serta fitur-fitur unggulan “Best in Class” juga tetap dipersembahkan kepada konsumen.

 

About Gatot Irawan

Check Also

Sambut World Superbike di Indonesia, IMI dan Dyandra Promosindo Tawarkan Paket “Sultan”

Jakarta, NextID –  Gelaran ajang balap motor internasional, World Superbike (WorldSBK) akan menyambangi Indonesia sebagai destinasi akhir …

Leave a Reply