Monday , 27 September 2021
Home / LifeStyle / Leisure / Corp / Indonesia dan Kenya Kerjasama “Sister National Parks”
Pemandangan di Taman Nasional di Kenya. Kawanan Gajah salah satu daya tarik bagi wisatawan asing. Ist

Indonesia dan Kenya Kerjasama “Sister National Parks”

Jakarta, NextID – LHK Dr. Siti Nurbaya mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Lingkungan, Air dan Sumberdaya Alam Kenya Judi Wakhungu.  Pertemuan dilakukan di sela-sela Sidang Ke-2 United Nation Environment Assembly (UNEA-2) di Nairobi, Kenya, 23-27 Mei 2016.

Kedua menteri berbagi informasi tentang taman nasional, dan melihat potensi manfaat untuk kerjasama kedua Negara melalui sister national parks.  “Kami memahami Taman Nasional di Kenya menjadi tujuan wisata internasional yang sangat terkenal, sehingga Indonesia berminat untuk belajar dari Kenya tentang itu,” ujar Siti Nurbaya, Selasa (31/5).

Sementara itu Menteri Kenya menyampaikan, di balik sukses pariwisata safari satwa liar ada pula tantangan, antara lain masih maraknya perburuan ilegal satwa liar terutama gajah dan badak, yang dipicu tingginya harga gading dan tanduknya. “Kami paham Indonesia dan Asia pada umumnya telah berhasil mengembangkan kerjasama regional menekan perdagangan ilegal satwa liar, dan kami ingin belajar tentang itu,”  ujar Menteri Judi Wakhungu.

Sebagai persiapan kerja sama ke depan, Menteri LHK didampingi antara lain oleh Dirjen Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem Tachrir Fathoni berkunjung ke Masai Mara Reserve, sekitar 40 menit penerbangan dengan pesawat kecil.  Sejak awal perjalanan, Menteri beserta rombongan sangat terkesan dengan kemajuan wisata safari Kenya.

Di Nairobi disediakan lapangan terbang khusus untuk safari, yang dipenuhi dengan pesawat-pesawat kecil dan helikopter.  Di lokasi, telah siap landasan udara sederhana lengkap dengan toilet dan sederet mobil safari yang langsung membawa rombongan menuju lokasi satwa liar, terutama “the Big Five,” yaitu singa, gajah, kerbau liar, leopard, dan badak.

Kelompok Singa di taman nasional Kenya juga memiliki daya beoto luar biasa untuk menarik turis asing.  Ist
Kelompok Singa di taman nasional Kenya juga memiliki daya beoto luar biasa untuk menarik turis asing. Ist

Satwa-satwa tersebut relatif berlimpah di Masai Mara, yang menjadikan wisatawan seluruh dunia berduyun-duyun rela mengeluarkan biaya yang tidak kecil untuk tiket pesawat, sewa mobil safari beserta pemandu, makan siang ala internasional, dan juga penginapan tenda-tenda bintang lima.

Tidak ketinggalan masyarakat suku Masai menyajikan atraksi wisata yang mempesona.  Diawali tarian perayaan menaklukkan singa, tarian lomba loncat, pembuatan api dengan gosokan kayu, rumah tradisional berdinding kotoran sapi, dan warung-warung cindera mata.

Kementerian LHK melihat banyak potensi kerjasama, dan akan menindaklanjuti pembicaraan dan kunjungan awal.  Diharapkan taman-taman nasional Indonesia dapat pula menjadi daya tarik wisata internasional maupun nasional, memantapkan slogan “Ayo ke Taman Nasional” yang dicanangkan akhir 2015, yang disambung dengan pencanangan 2016 sebagai tahun keanekaragaman hayati, dan berpuncak dengan pencanangan Gerakan Nasional Penyelamatan Satwa Liar oleh Presiden Joko Widodo pada 14 April 2016.

Gaung ini akan bergema lagi secara masif pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni. Adapun tema tahun 2016 ini adalah “Go Wild For Life“ atau diterjemahkan ke dalam konteks Indonesia menjadi “Selamatkan Tumbuhan dan Satwa Liar untuk Kehidupan.”

About Gatot Irawan

Check Also

Identitas Merek Pelaku UMKM Tetap Terjaga di “Tokko”

Bandung, NextID – Pada Sabtu (25/9) platform digital Tokko resmi diluncurkan. Hadir Gubernur Jawa Barat …

Leave a Reply