Tuesday , 22 June 2021
Home / Auto / Kenali Tanda-tanda Extra Fan Mati
Extra Fan merupakan bagian penting sistem pendingin udara di kendaraan. Ist

Kenali Tanda-tanda Extra Fan Mati

Jakarta, NextID – Extra fan mempunyai fungsi ganda, yaitu untuk mendinginkan air di radiator dan mendinginkan kondensor pada sistem pendingin udara. Sehingga air yang berada di radiator akan cepat dingin dan udara yang dihembuskan oleh air conditioner (AC) dalam kabin akan terasa dingin seiring dengan berputarnya extra fan.

Extra fan bekerja on – off sesuai dengan kebutuhan, jika suhu air di mesin sudah melebihi 84°C maka extra fan akan berputar terus menerus sampai suhu air di mesin turun, setelah suhu mesin turun maka extra fan akan berhenti berputar. Namun secara bersamaan extra fan juga akan hidup, jika AC baru dinyalakan sampai suhu ruangan kabin mencapai suhu yang diinginkan. Tetapi jika suhu ruangan sudah melebihi dari suhu yang diinginkan, maka extra fan secara otomatis akan berhenti berputar.

Menurut AstraWorld, risiko yang dapat ditimbulkan jika extra fan mati adalah naiknya temperatur mesin diiringi dengan tidak berfungsinya sistem pendingin udara. Jika hal ini terjadi bersamaan, sudah selayaknya anda memeriksa extra fan mobil anda, karena lazimnya extra fan seharusnya berputar tetapi tidak berputar sama sekali.

Apabila hal ini dialami pada saat mobil sedang berjalan, alangkah baiknya untuk segera mungkin untuk mematikan mesin dan menepi mencari tempat yang aman. Jangan sampai mesin mati dengan sendirinya karena dampak dari mesin yang sudah overheating, jika anda tetap memaksakan mobil tetap terus jalan. Resikonyapun cukup fatal jika mesin sampai mati karena overheating, yaitu bisa terjadi kebocoran kompresi, cylinder head bengkok dan yang paling fatal oli bercampur dengan air atau sebaliknya.

Lantas, kapan sebaiknya extra fan diperiksa dan dilakukan pergantian?  Extra fan ini tergolong komponen elektrik, jadi tidak ada maintenance periodic. Tetapi sebagai acuan untuk melakukan pergantian extra fan ini adalah rata-rata kendaraan yang sudah berumur 3-4 tahun atau mobil anda sudah menempuh jarak sekitar 80.000 – 100.000 km.

Namun biasanya pihak bengkel juga tidak langsung menggantinya, tetapi melakukan pengecekan secara fisik dan kinerjanya terlebih dahulu. Jika masih baik kinerjanya dan putarannya juga masih kencang, tentu bengkel belum melakukan pergantian sparepart. Angka rata-rata pergantian pada km 80.000 – 100.000 itu diambil dari rata-rata keluhan yang diterima dari konsumen.

Di luar usia pemakaian dan jarak yang telah ditempuh secara normal, extra fan juga dapat mengalami kerusakan lebih cepat jika mengalami hal-hal sebagai berikut :

1. Kendaraan mengalami kecelakaan, saat terjadi kecelakaan dengan kategori sedang sangat memungkinkan sekali extra fan rusak. Kerusakan yang dialami biasanya pada komponen as extra fan yang bengkok, motor extra fan pecah bahkan baling-baling kipas dan dudukannya yang pecah.

  1. Mobil terendam air sampai motor extra fana ikut terendam, saat mobil terendam dengan ketinggian tertentu dapat menimbulkan karat pada komponen dalam extra fantersebut, seperti armaturebrush, dan bantalan as di mana ketiga komponen tersebut bisa macet.

    Apabila extra fansudah macet, disarankan untuk melakukan pergantian dengan extra fan yang baru. Untuk harga pun berbeda-beda tergantung dari jenis mobilnya, yakni di kisaran Rp 800 ribu- Rp 1,5 juta. (AstraWorld)

About Gatot Irawan

Check Also

AISI Prediksi Pasar Motor Domestik Tembus 4,3 Juta Unit!

Jakarta, NextID – Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) memperkirakan pasar sepeda motor domestik akan meningkat …

Leave a Reply