Wednesday , 20 October 2021
Home / LifeStyle / Property / Design / Mengenal Konsep Rumah Minimalis
Rumah Minimalis

Mengenal Konsep Rumah Minimalis

Beberapa tahun terakhir, banyak orang menyukai desain rumah minimalis bahkan beberapa pengembang properti berlomba-lomba mengadopsi desain rumah minimalis ke dalam produk-produk mereka. Dari sisi filosofi, minimalis adalah pola berpikir, bekerja, dan suatu cara hidup. Sebuah cara pandang baru dalam melihat desain rumah sebagai refleksi dari pola hidup masyarakat urban yang serba praktis, ringan, efisien, dan penuh kesederhanaan.

Rumah minimalis pun hadir dengan karakter yang kuat seperti bentuk dan desain yang sederhana tetapi kokoh dengan sedikit ornamen dan perabotan. Prinsipnya semakin sederhana, maka kualitas desain, ruang yang ada, dan penyelesaian bidang struktur harus semakin lebih baik.

Namun, desain rumah yang terlalu minimalis juga tidak baik, terasa lebih membosankan. Karena itu, kita harus meahami pengembangan dasar rumah minimalis dalam konteks budaya masyarakat urban kita. Bentuk rumah minimalis tidak selalu kotak tetapi juga bisa berbentuk platonik geometri. Namun, jika desain rumah harus berbentuk kotak, maka bentuk kotak adalah hasil dari suatu proses kebutuhan fungsi, bukan mengikuti tren.Biasanya, rumah minimalis memiliki kontur bangunan dengan garis-garis lurus, bidang-bidang datar yang mulus, terkadang kasar, dan pertemuan bidang yang serba siku tegak lurus.

Pemakaian beragam bahan material seperti kayu, batu bata, batu kali, kaca, beton ekspos, atau baja juga dapat tampil murni. Desain dan perhitungan struktur yang detail dapat menghemat pemakaian bahan material. Penyelesaian mulai dari lantai, dinding, pintu, jendela, lubang angin, skylight, plafon, hingga atap, dengan kombinasi pemakaian bahan secara konsisten. Rangka (beton, baja), dinding (kaca, kayu, beton polos/ekspos, baja, batu kali, batu bata, hebel, batako), pintu dan jendela (kayu, metal), tangga (beton, baja, kayu, fiberglass), skylight (fiberglass), lantai (semen, teraso, keramik, marmer, parquet), plafon (tripleks, gipsum) atau tanpa plafon (beton ekspos, ekspos rangka atap baja, kayu) dan atap (genteng, sirap, baja).

Rumah minimalis menekankan bentuk desain yang lugas, polos, sederhana, tidak rumit, kompak, dan efisiensi ruang. Mahal atau murahnya, suatu bangunan ditentukan oleh pemakaian bahan material yang digunakan dan biaya struktur bangunan rumah memakai harga standar pasaran. Penyelesaian pekerjaan yang rapi dan penuh kehati-hatian menuntut tenaga tukang yang terampil, jeli, dan berpengalaman sehingga membuat biaya tukang di atas harga pasaran.

Rumah minimalis akan terus berkembang seiringan dengan kreativitas arsitek, inovasi desain, dan kecanggihan teknologi. Hal itu membuat penampilan rumah minimalis hadir dengan terobosan-terobosan terbaru yang segar dan harga yang semakin terjangkau. Kehadiran rumah minimalis justru menjadi media komunikasi antara arsitektur dan lanskap. Kehadiran taman bergaya minimalis akan memberikan “roh” kelembutan terhadap kekakuan bentuk bangunan, kekerasan bahan material, dan keselarasan hidup dengan lingkungan teduh sekitar. Kehadiran pepohonan yang rindang, halaman berumput, dan tanaman teduh lainnya memberikan suasana segar dan hidup untuk mengisi “kehampaan” rumah minimalis.

About Adam Rizal

Check Also

5 Tips Beli Furnitur Biar Nggak Nyesel

Jakarta, NextID – Berbelanja furnitur lebih dari sekadar gaya karena ada begitu banyak elemen yang …

Leave a Reply