Monday , 29 November 2021
Home / LifeStyle / Property / Architecture / Rumah Tahan Gempa
Ilustrasi Rumah Bambu

Rumah Tahan Gempa

Masyarakat Jepang sudah terbiasa dengan bencana alam seperti tsunami, gempa bumi dan gunung alami, menyusul kondisi geografisnya yang memiliki banyak gunung berapi dan dipinggir samudera pasifik. Hal itu membuat masyarakat Jepang sadar dan mengembangkan bangunan tahan gempa. Ada juga beberapa masyarakat Jepang yang menggunakan bahan alami sebagai bahan material rumahnya seperti kayu dan bambu.

Bambu sangat cocok digunakan pada bangunan di negara yang rawan gempa seperti Indonesia. Bambu memiliki sifat yang lentur sehingga tahan terhadap guncangan kuat, dibanding dengan beton yang keras, kaku, dan mudah pecah. Bobot memiliki bobot yang ringan sehingga tidak terlalu berbahaya jika menimpa penghuni rumah. Bambu memiliki material yang cukup kuat, hampir mirip kayu jati.

“Bambu komposit bisa menghasilkan nilai 77,10 newton permilimeter persegi, sedangkan kayu jati 86 newton per milimeter persegi. Jenis bambu tertentu bahkan memiliki kekuatan tensil hingga 28 ribu per inci, lebih tinggi dari material baja yang memiliki tensil 23 ribu per inci,” kata Rizky.

Bambu dapat membuat tampilan hunian lebih unik dan menampilkan kesan alami. Dulu, material bambu digunakan sebagai aksen dekorasi rumah saja. Saat ini, banyak rumah menggunakan bambu untuk aplikasi struktur dinding, lantai, tiang, bahkan furnitur. Padahal, bambu dikenal sebagai alternatif pengganti kayu yang tidak kalah kuat. Ada lebih dari 1.200 jenis bambu di seluruh dunia dan sekitar 140 atau 11 persen adalah bambu asli Indonesia. Dalam sehari, bambu dapat tumbuh 10 cm sampai 60 cm dan dapat dipanen dalam tiga sampai lima tahun.

Pada era modern, bambu dapat menjadi bahan bangunan dan menjadi aneka aksesori dan furnitur yang kuat dan indah. Mulai dari bambu utuh yang diawetkan, bambu komposit yang diplester beton, hingga bambu pres yang dijadikan parket. “Saat ini citra bambu saat ini pun semakin meningkat. Bambu tidak lagi hanya digunakan sebagai material rumah tradisional, tapi juga sudah merambah ke rumah modern,” kata Arsitek Rizky Artando.

Bambu dapat diaplikasikan sebagai dinding, tiang, kaso, reng, pagar, talang air, rangka atap, plafon, lantai parket, dan bisa dijadikan pemisah ruangan atau partisi. “Untuk dinding, bambu komposit tidak terlihat karena ditutup dengan plester. Namun, bambu nonkomposit atau bambu utuh dapat dijadikan dinding partisi untuk dekorasi outdoor,” kata arsitek lanskap Herlin Wibowo.

Bambu bisa juga digunakan sebagai partisi nonpermanen dan dijadikan aksen pada taman. “Biasanya, bambu kuning yang bentuknya sedikit ramping dan berwarna kuning mengkilat sangat cocok untuk hiasan di taman. Sementara bambu yang dijadikan sebagai furnitur, biasanya jenis bambu yang kuat dan diambil seratnya untuk dianyam,” kata Herlin.

Selain sebagai partisi, bambu juga dapat dijadikan kanopi teras atau pergola di taman. Agar ruang di bawahnya terlindung dari hujan, sebaiknya Anda membuat penutup atap dengan menggunakan material kaca di atasnya. Jika ingin menambahkan aksen dinding, bambu dapat menjadi pilihan yang menarik. Panel bambu juga dapat dijadikan wall cover yang bisa meningkatkan kesan natural secara signifikan.

About Adam Rizal

Check Also

Suzuki Bawa New Carry Fluzh Concept di IMX 2019

Jakarta, NextID – Gairah modifikasi dalam industri otomotif membuat PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) antusias …

Leave a Reply