Monday , 29 November 2021
Home / LifeStyle / Leisure / Corp / RI Impor 35 Persen Sapi Potong
Pedet-pedet (anak sapi) dari PT MPL yang di datangkan dari peternakan sapi PT MPL di Desa Jonggol, Bogor Jawa Barat, Selasa (24/11)
Pedet-pedet (anak sapi) dari PT MPL yang di datangkan dari peternakan sapi PT MPL di Desa Jonggol, Bogor Jawa Barat, Selasa (24/11)

RI Impor 35 Persen Sapi Potong

Pedet-pedet (anak sapi) dari PT MPL yang di datangkan dari peternakan sapi PT MPL di Desa Jonggol, Bogor Jawa Barat, Selasa (24/11)
Pedet-pedet (anak sapi) dari PT MPL yang didatangkan dari peternakan sapi PT MPL di Desa Jonggol, Bogor Jawa Barat, Selasa (24/11)

 

JAKARTA – Bupati Bogor Nurhayanti melakukan panen 1000 pedet (anak sapi) dari sentra peternakan rakyat termasuk dari hasil breeding yang dilakukan oleh PT. Multiagro Pangan Lestari (MPL) yang merupakan anak perusahaan Artha Graha Network yang didirikan oleh pengusaha nasional Tomy Winata. Panen pedet tingkat Propinsi Jawa Barat 2015 dilaksanakan berbarengan dengan launching Sentra Peternakan Rakyat (SPR) di Jonggol, Kabupaten Bogor, Selasa (24/11) yang dihadiri juga oleh pimpinan PT MPL Kusmanto Harapan dan wakil-wakil dari peternak sapi di Bogor.

“Pengembangan pedet perlu terus dilakukan mengingat permintaan terhadap daging maupun susu semakin meningkat dari tahun ke tahun,” kata Nurhayanti

Pada acara ini, PT. MPL mengirim ratusan pedet anakan yang lahir dari hasil 1.500 ekor sapi yang diternak di Desa Selawangi, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor. Dalam setiap  operasi pasar daging sapi pada 2011, 2013 dan 2015 menjelang hari raya Idul Fitri, Artha Graha Peduli bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan dan PD Pasar Jaya menjual daging sapi kepada masyarakat dengan harga miring. Harga daging sapi yang dijual oleh Artha Graha Peduli selalu lebih murah daripada harga daging sapi di tingkat pasar umum. Pada operasi pasar lebaran lalu, Artha Graha Peduli menjual daging sapi di Jakarta Rp. 70.000/Kg sementara harga pasar sudah melebihi Rp. 100.000/Kg

“Kami senang bisa berbagi dan menjual daging sapi dengan harga terjangkau masyarakat,” kata Kusmanto.

PT. MPL, sambung Kusmanto terus menambah kontribusi pasokan daging sapi lokal untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri yang baru terpenuhi sekitar 65 persen dan selebihnya dari impor.

“Untuk anakan sapi Bali, PT. MPL merupakan perusahaan yang tersukses dalam prograam breeding di Jawa Barat. Sapi Bali susah diternakkan di daerah luar Bali, ternyata di tempat kita, sapi Bali bisa beranak-pinak,” katanya.

MPL merupakan anak perusahaan PT Sumber Alam Sutera (SAS) yang membuat industri peternakan sapi terpadu dari pembibitan, penggemukan, dan pengolahan untuk memutus rantai supply yang panjang sehingga dapat disalurkan ke masyarakat secara langsung dengan harga yang terjangkau.

About Murizal Hamzah

Check Also

Identitas Merek Pelaku UMKM Tetap Terjaga di “Tokko”

Bandung, NextID – Pada Sabtu (25/9) platform digital Tokko resmi diluncurkan. Hadir Gubernur Jawa Barat …

Leave a Reply