Wednesday , 20 October 2021
Home / LifeStyle / Property / House / Segala Aspek Soal Infrastruktur Dibahas di Concrete Show 2015
CONCRETE SHOW-Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Ir. Taufik Widjoyono, M.Sc (kedua kanan) bersama Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (AP3I) Wilfred Singkali (kiri) dan President Director, PT UBM Pameran Niaga Indonesia Christopher Eve (kanan) saat mengunjungi pameran Concrete Show South East Asia 2015 di Jakarta International Expo, Jakarta (28/10).

Segala Aspek Soal Infrastruktur Dibahas di Concrete Show 2015

Rangkaian acara Concrete Show South East Asia 2015 selama tiga hari pelaksanaan menghadirkan berbagai kegiatan selain pameran, seperti Konferensi Industri Pracetak dan Prategang serta Concrete Technology Seminar.

Acara tersebut menghadirkan pembicara kompeten dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang (AP3I), Ikatan Ahli Pracetak dan Prategang (IAPPI) dan Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) untuk membahas segala aspek mengenai sistem infrastruktur Indonesia, antara lain teknologi terbaru dan optimalisasi industri beton pracetak dan prategang untuk merealisasikan program sejuta rumah dan pembangunan infrastruktur jalan sepanjang 3.650 KM.

Pada pemeran ini, akan turut pula diselenggarakan demonstrasi pembuatan rumah instan dalam hitungan jam dengan menggunakan produk beton pracetak dan prategang oleh IAPPI dan AP3I. Hal ini diharapkan untuk dapat memberikan informasi mengenai pengaplikasian teknologi pracetak dan prategang yang efisien dan peranannya dalam turut dalam mendukung dan merealisasikan program pemerintah yaitu program sejuta rumah. (Lihat juga Concrete Show 2015 Dukung Realisasi Program Sejuta Rumah )

Selain itu, dalam pameran ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga akan meluncurkan Katalog Industri Pracetak dan Prategang.

Konstruksi merupakan salah satu sektor utama pendukung struktur perekonomian nasional. Berdasarkan data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Indonesia memiliki potensi pasar konstruksi terbesar di ASEAN dengan perkiraan mencapai nilai 60-70% dari keseluruhan nilai pasar konstruksi ASEAN pada tahun 2015 dan merupakan pasar jasa konstruksi yang paling menguntungkan di ASEAN.

Terhitung tahun 2014 – 2019 pasar konstruksi di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 5.000 triliun. Potensi ekonomi yang demikian besar tentu membuat Indonesia menjadi pasar yang menarik menyongsong diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN pasca 2015.

“Ini merupakan kesempatan besar untuk memperluas bisnis di industri infrastruktur sehingga pameran ini menjadi sarana penting untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas bangunan dimana semua pemain utama global di industri ini berkumpul dan berinteraksi,” kata Christopher Eve.

About Job Palar

Check Also

5 Tips Beli Furnitur Biar Nggak Nyesel

Jakarta, NextID – Berbelanja furnitur lebih dari sekadar gaya karena ada begitu banyak elemen yang …

Leave a Reply