Wednesday , 20 October 2021
Home / LifeStyle / Leisure / Corp / Regulasi dan Luas Wilayah Jadi Tantangan Usaha Alih Daya
HUT KEDELAPAN-Dari kiri, Komisaris PT PT Commercial Prima Servisindo (COPS) Erwin Boor, Direktur Utama Riffy Rahendrijasto, Direktur Operasional Hermawan Raditya, dan Senior Manager Operasional Totok Triatmoko berbincang saat menghadiri training ISO 9001 dan OHSAS 18001 bersamaan dengan perayaan ulang tahun kedelapan PT COPS di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Regulasi dan Luas Wilayah Jadi Tantangan Usaha Alih Daya

Masalah regulasi ketenagakerjaan dalam negeri yang sering berubah membuat dunia usaha dituntut cerdas dan cermat. Inilah salah satu tantangan bagi badan usaha yang mengandalkan tenaga alih daya atau outsourcing seperti PT Commercial Prima Servisindo (COPS) yang baru saja menginjak usia 8 tahun akhir pekan lalu.

“Selain masalah regulasi, kami juga menghadapi tantangan pengawasan. Semakin luasnya wilayah kita untuk lokasi kerja, kita membutuhkan pengawasan yang makin kuat. Pengembangan dan pengawasan menjadi hal yang utama dalam kerja karena larinya ke kualitas,” kata Senior Manager Operational,Totok Triatmoko, SE, MSi, dalam wawancara dengan SH saat akan membuka training ISO 9001 dan OHSAS 18001 bagi PT COPS.

Badan usaha yang dibentuk para profesional muda dibidang Outsourcing Business pada 26 September 2007 oleh Erwin Boor SE (Komisaris), H Riffy Rahendrijasto S.Sos (President Director), dan Hermawan Raditya SE (Director Operational) ini memiliki tujuan untuk melayani segmen pasar dengan melihat potensi permintaan dan kebutuhan yang ada, serta memperhatikan kemampuan yang dimiliki oleh managemennya.

“Awalnya kami hanya menawarkan jasa pengamanan kini berkembang ada cleaning service, dan driver. Kami akhirnya membentuk menjadi dua divisi, yakni divisi security dan divisi non-security, seperti cleaning service, office boy, driver, dsb. Perbadingan security dan non-security 60:40,” kata Totok Triatmoko.

PT COPS memulai usaha dengan 400 tenaga kerja. “Sekarang kami memiliki hampir 1.800 orang yang tersebar di Indonesia. Untuk jasa keamanan, kami pernah mendapatkan penghargaan tingkat nasional sebagai yang terbaik,” kata Totok.

Sekitar 25 klien yang menjalin kerjasama dengan PT COPS dan datang dari berbagai bidang, seperti pabrik, pariwisata, dsb. “Di bidang pariwisata, Aston Hotel Bali, Swiss Bel Inn Hotel Seminyak, Mercure Hotel, dan Hotel Heritage Solo. PT Gudang Garam Tbk , PT Cimb Niaga Tbk, PT MNC Group, Star Energy Geothermal (Wayang Windu) LTD, juga menjadi klien kami,” katanya.

Dengan Kantor Pusat di Gedung Graha Kapital I, Jalan Raya Kemang, Jakarta, PT COPS kini memiliki 12 kantor cabang yang tersebar di Indonesia, antara lain Solo, Yogyakarta,Surabaya, Makasar, Bali, Aceh, dan Papua (Timika).

PT COPS ditantang membuat sistem yang baku untuk dijalankan di seluruh kantor cabang-cabang, salah satunya dengan pelatihan ISO yang dijadikan sebagai pedoman sebagai standarisasi. “Kami berharap dari sisi internal akan lebih termotivasi dan disiplin sehingga nantinya dapat memberikan nilai kepuasan dan pelayanan bagi para klien itu sendiri, serta bisa berkompetisi di perusahan seperti ini,” katanya.

 

About Job Palar

Check Also

Identitas Merek Pelaku UMKM Tetap Terjaga di “Tokko”

Bandung, NextID – Pada Sabtu (25/9) platform digital Tokko resmi diluncurkan. Hadir Gubernur Jawa Barat …

Leave a Reply